Ditolak Izin, Pengidap COVID-19 di India Masuk Kerja Bawa Tabung Oksigen

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 03 Jun 2021 09:48 WIB
Close-Up Image Of Medical Oxygen Tube And The Wheelchair Behind It. Foto: Getty Images/iStockphoto/ozgurkeser
Jakarta -

Seorang pria jadi viral karena terlihat menggunakan alat bantu pernapasan di kantornya. Dikatakan ia adalah seorang pegawai bank di India yang terinfeksi virus Corona tapi harus tetap masuk kerja. Hal itu tentu mengkhawatirkan mengingat jumlah orang yang terpapar COVID-19 di sana sempat melonjak pesat.

Pria bernama Arvind Kumar tersebut dilaporkan bekerja sebagai manajer cabang Bank Nasional Punjab di negara bagian Jharkhand. Dilansir Oddity Central, baru-baru ini ia datang bekerja dengan alat bantu pernapasan lengkap dengan tabung oksigen. Dalam video, pria tersebut berkata bahwa ia ditolak untuk izin sakit oleh seniornya karena itu tetap pergi ke kantor dengan kondisi yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Para dokter berkata butuh waktu tiga bulan untuk aku benar-benar sembuh total karena infeksinya menyebar ke paru-paru. Mengapa aku diperlakukan seperti ini?" kata Arvind Kumar kepada Livehindustan.

Di postingan yang viral, pria tersebut terlihat datang dengan bersandar pada istrinya sedangkan anaknya membawa-bawa tabung oksigen. Tentu saja video itu langsung jadi perdebatan dan menimbulkan protes dari banyak orang. Tapi tak lama kemudian bank tempatnya bekerja mengeluarkan pernyataan bahwa Arvind mengada-ada.



Menurut pernyataan perusahaan, Arvind Kumar membuat drama tersebut untuk menjelek-jelekan nama bank. Dikatakan jika pekerja itu beberapa waktu lalu mengirimkan surat pengunduran diri tapi ditolak karena ada penyelidikan tertunda mengenai pinjaman macet yang belum terselesaikan.

"Salah bahwa dia diminta senior-seniornya untuk tetap bekerja dengan statusnya sebagai pasien COVID yang belum sembuh. Cuti berbayar diberikan pada semua pekerja yang terinfeksi virus karena pekerja itu dan yang lainnya berisiko. Jadi tidak berdasar jika disebut dia terpaksa masuk karena tugas," kata perwakilan bank.

Namun menurut laporan Livehindustan, keluarga Arvind bersikukuh bahwa bank mengancam akan mengurangi gaji jika pria tersebut tidak masuk kerja. Karena itu ia terpaksa datang dengan alat bantu pernapasan. Meski begitu tidak disebutkan mengenai aktivitasnya selama di kantor.

(ami/ami)