Kisah Wanita Terkaya AS Berharta Rp 65 T Kini Bangkrut, Penyebabnya Miris

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 28 Apr 2021 21:00 WIB
Elizabeth Holmes Foto: Getty Images
Jakarta -

Kasus CEO Theranos bernama Elizabeth Holmes menghebohkan publik setelah ia ketahuan melakukan sejumlah tindak penipuan. Padahal sebelumnya wanita tersebut sering disebut sebagai jenius dan berstatus miliuner termuda. Semuanya hancur ketika semua skandalnya satu per satu terungkap ke publik.

Perjalanan panjang kasus Elizabeth Holmes yang berawal sejak 2015 hingga kini belum selesai diproses. Dikatakan jika persidangannya akan ditunda hingga tahun ini tapi sampai sekarang belum bisa dipastikan.

Berita mengenai Elizabeth mengguncang dunia teknologi mengingat ia sempat dijuluki Steve Jobs versi wanita. Sebelumnya wanita yang pernah punya kekayaan bersih USD 4,5 miliar (Rp 65 triliunan) itu dianggap jenius setelah membangun startup Theranos yang bergerak di bidang uji darah di mana kondisi kesehatan pasien bisa diketahui hanya dengan sedikit sampel. Ketika itu, perusahaannya diestimasi bernilai $9 miliar (Rp 130 triliunan).

Elizabeth sendiri memiliki latar belakang yang menarik. Wanita 37 tahun itu datang dari keluarga elite dan sudah menunjukkan bakat sejak kecil. Di usia tujuh tahun, ia bahkan sudah mencoba membuat mesin waktu dan bercita-cita ingin jadi miliarder di usia sembilan. Saat kecil, Elizabeth sudah terlihat kompetitif dan tidak suka kalah bahkan saat bermain bersama saudara-saudaranya.

Di sekolah, Elizabeth adalah murid yang pintar dan selalu mendapat nilai A. Saat SMA, ia sudah terpikir membuat bisnis dengan menjual software yang menerjemahkan kode komputer ke sekolah-sekolah China. Ia juga sempat belajar bahasa Mandarin dan pergi ke Beijing untuk sebuah program Universitas Stanford.

Elizabeth HolmesElizabeth Holmes Foto: Getty Images

Terinspirasi oleh kakek buyutnya yang seorang dokter bedah, Elizabeth memutuskan untuk kuliah di bidang obat-obatan tapi saat itu ia mendapati ketakutan akan jarum suntik yang kemudian mengilhaminya mendirikan Theranos. Singkat cerita, akhirnya Elizabeth kuliah teknik kimia di Stanford dan punya sejumlah prestasi.

Di tahun kedua, ia datang ke dosennya dan mengajaknya untuk membangun perusahaan bersama. Elizabeth lalu keluar universitas untuk fokus membangun Theranos di ruang bawah tanah asrama kampus. Saat itu, ia ingin membuat model bisnis dengan teknologi yang bisa menguji kondisi kesehatan seperti kanker dan kolesterol tinggi hanya dengan sedikit sampel darah.

Imej Elizabeth sebagai wanita yang menguasai bidang teknologi dibangunnya dengan berpakai turtlenecks hitam seperti Steve Jobs hingga membuat suaranya jadi berat. Sayangnya imej tersebut tidaklah sesuai dengan kenyataan asli karena ia disebut sebagai bos menuntut bahkan suka melacak keberadaan pekerjanya. Ia juga membuat mereka bekerja lebih lama dengan menyediakan makan malam setiap jam 8.

Singkat cerita, Theranos berkembang menjadi perusahaan yang tampaknya menjanjikan dengan banyak investor. Sampai pada 2015, FDA mulai menginvestigasi Theranos lalu ditemukan banyak ketidakakuratan dalam labnya. Artinya Theranos menguji pasien dengan cara dan hasil yang tidak benar. Di 2016, Elizabeth diblokir dari industri lab-testing dan akhirnya Theranos menutup semua lab dan klinik.

Di 2018, Theranos dan kedua pemimpinnya yakni Holmes dan Balwani dituntut sejumlah tindak penipuan. Jika terbukti bersalah, keduanya bisa mendapatkan hukuman 20 tahun penjara dan denda lebih dari $2,7 juta. Elizabeth sendiri menerima banyak tuntutan dari mantan pasien Theranos karena hasil tes darah yang tidak akurat.

(ami/ami)