Pesan Inspiratif Wanita yang Jadi Software Engineer: Gali Potensi Diri

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 07 Mar 2021 11:15 WIB
Fatma Janna Fatma Janna. Foto: Dok. Media Image Dynamics
Jakarta -

Keinginan untuk belajar hal baru tak hanya mendukung kesuksesan tapi juga kepuasan dalam bekerja. Seorang wanita bernama Fatma Janna pun merasakan pentingnya mengasah kemampuan dan pola pikir untuk meningkatkan jenjang kariernya. Meski lulus dari jurusan teknik perminyakan, ia tertarik dengan dunia teknologi dan memutuskan untuk jadi software engineer.

Fatma Janna adalah salah satu peserta terpilih yang mengikuti program Bangkit 2020 dari Google Indonesia. Ia pun mengisahkan perjalanan kariernya yang inspiratif di Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada Senin, (8/3/2021) mendatang. Wanita 29 tahun tersebut dikatakan tertarik dengan machine learning dan artificial intelligence karena melihat peluang perkembangannya.

Dalam program tersebut, Fatma pun belajar bagaimana machine learning dan artificial intelligence sudah banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dan lainnya. Saat mengikuti Bangkit, ia tergabung dalam tim dengan proyek terbaik yang menggunakan machine learning dalam Garbage Image Classification sebagai solusi mengatasi permasalahan sampah di Indonesia.

Tak hanya menimba ilmu dalam bidang teknologi, diakui Fatma jika ia belajar banyak mengenai soft skills, seperti keahlian komunikasi, kolaborasi, presentasi, time management hingga rapid learning. Dalam program itu pun wanita yang bekerja tersebut menyadari bahwa ada masalah yang dihadapi wanita dalam hal kepercayaan diri dan keinginan untuk menunjukkan potensi kerja.

"Saya belajar bahwa sangat penting bagi kita sebagai perempuan untuk memiliki kepercayaan diri dan menyadari potensi dan kemampuan yang dimiliki. Saya belajar bahwa perempuan, dan masing-masing dari kita juga punya banyak potensi yang bisa digali dan disyukuri. Selanjutnya tinggal bagaimana kita merubah pola pikir dan cara pandang terhadap diri kita sendiri, untuk lebih menghargai diri dan memberikan peluang untuk kita menjadi lebih berani, misal dalam hal berpendapat, berargumentasi, diskusi dan juga berkontribusi dan kreasi," kata wanita kelahiran Serang itu.

Fatma pun punya pesan pada wanita yang tertarik untuk belajar bidang baru, terlebih teknologi. Ia menyarankan untuk tidak ragu dan segera memulai mengeksplorasi bidang tersebut. Ilmu yang didapatkannya dari pembelajaran di Bangkit 2020 sendiri membuahkan hasil ketika Fatma mendapat gelar 'runner' di perusahaan lamanya sehingga bisa mendapatkan bonus dan kenaikan gaji. Kini wanita itu memutuskan untuk mengeksplorasi lebih dengan menjadi backend engineer di perusahaan berbasis AI.

"Bukan karena kita perempuan jadi merasa kurang mampu dan minder, tetapi justru karena kita perempuan, kita perlu tunjukkan bahwa kita juga mampu untuk bisa belajar dan terus berkembang menjadi lebih baik. Industri teknologi juga membutuhkan banyak women engineers atau specialists, karena kita juga memiliki peranan yang tidak kalah penting. Hal ini bisa dimulai dari belajar otodidak secara online, mengikuti coding bootcamp atau webinar, hingga bergabung dengan komunitas," ujarnya.

(ami/ami)