Kisah Viral Pria Depok yang Dulu Anak Jalanan, Kini Sukses Jadi CEO

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 03 Mar 2021 11:50 WIB
Andika Ramadhan Foto: Instagram @andikaramadhanf
Jakarta -

Setiap orang bisa mengubah nasibnya dengan tekad dan usaha. Pria bernama Andika Ramadhan pun menjadi buktinya. Ia mengaku dulu sempat direndahkan karena datang dari latar belakang anak jalanan. Namun kini Andika adalah seorang CEO yang sukses dengan binisnya. Belakangan ia jadi viral di media sosial setelah membagikan kisah inspiratifnya yang bikin salut para netizen.

Andika baru-baru ini jadi perhatian netizen karena videonya yang diunggah di TikTok. Dalam postingan, pria yang kini CEO dari brand produk perawatan Clorismen tersebut mendatangi tempat masa lalunya yakni Sekolah Master (Masjid Terminal) di Depok. Terungkap jika sebelum jadi pebisnis sukses, ia pernah menjadi anak jalanan yang menempuh pendidikan gratis di sana.

@andikaramadhanf

Kepada Wolipop, Andika bercerita mengenai videonya yang viral hingga sekelumit perjalanan hidupnya. Pria tersebut mengaku cukup terkejut dengan respon netizen dan bersyukur jika mereka bisa mengambil pelajaran dari kisahnya. Ia sendiri memang berniat untuk meramaikan TikTok dengan konten inspiratif terkait perjalanannya dari seorang anak jalanan hingga jadi CEO.

Andika pun mengungkap masa lalunya yang pernah belajar di sekolah Master dan menjadi anak jalanan. Hal itu berawal ketika ia dikeluarkan dari sekolah karena bolos selama berbulan-bulan. Setelahnya, Andika terpaksa sempat meninggalkan bangku pendidikan karena orangtua tidak mampu bayar sekolah. Ketika itu, ia menjadi pengamen dan pekerja kasar untuk bertahan hidup.

Di 2019, ia mulai sekolah di Master secara gratis. Meski tidak berbayar, Andika mengaku sekolah tersebut mengajarkan banyak pelajaran hidup. " Sekolah master banyak merubah karakter dan mindset saya dalam melihat dunia. Saya diajarkan tentang keikhlasan, perjuangan, dan kerja keras. Semasa sekolah di sekolah master, setiap pagi saya menjadi tukang plastik di Pasar Kemiri, Depok. Siangnya berjualan roti, peyek bayam, dan kue-kue basah di sekolah. Di sekolah saya juga menyibukkan diri untuk belajar dan berorganisasi," ujarnya.

Pria yang merupakan Ketua OSIS pertama di sekolah Master itu lalu berhasil masuk ke universitas negeri. Di 2012, ia diterima di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di jurusan Sejarah. Tapi sayangnya, Andika sempat mengalami kesulitan untuk membayar biaya sebesar Rp 4 juta. Ketika itu, untungnya ia mendapat banyak donatur. Meski begitu, diakuinya jika kondisi keuangan belum membaik sehingga harus sambil berjualan hingga jadi guru les selama kuliah.

"Waktu itu saya benar-benar hidup di jalanan dan orangtua saya pun tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya jadi uang Rp 4 juta itu jelas sangat besar sekali dan saya tidak tahu dari mana saya harus mendapatkannya. Tapi alhamdulillah banyak donatur yang akhirnya menawarkan untuk memberikan saya bantuan biaya sampai akhirnya saya bisa melakukan pendaftaran ulang di UNJ dan menjadi mahasiswa di kampus tersebut," ujar Andika ketika dihubungi Wolipop pada Selasa, (2/3/2021).

"Setelah bisa kuliah permasalahan keuangan saya masih belum membaik. Karena saya harus berjuang dengan jualan roti, risol dan jadi guru les untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tugas-tugas kampus. Setiap semester pun saya selalu kebingungan karena takut tidak bisa lanjut studi karena tidak ada uang. Permasalahan biaya ini selesai ketika tahun 2015 saya mendapatkan beasiswa dari BidikMisi sehingga saya tidak lagi takut tidak bisa kuliah karena persoalan biaya," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]



Selama kuliah, Andika mulai bekerja di Clorismen. Ketika itu, ia masih merintis sebagai customer service dan marketing penjualan produk. Di 2019, pria 27 tahun tersebut baru lah diangkat sebagai direktur utama hingga saat ini.

(ami/ami)