Viral 'Korean Camp' Diduga Sekte Sesat, Orang Indonesia Diminta Waspada

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 30 Jan 2021 07:00 WIB
Korean Camp Foto: Instagram
Jakarta -

Sebuah thread yang dibuat Lia di akun @vanilliatte jadi viral karena mengungkap sebuah kegiatan bernama Korean Camp yang diduga penyebaran ajaran sesat. Grup tersebut dilaporkan mencari 'korban' dengan cara mengadakan kelas bahasa dan budaya Korea yang akan dilangsungkan pada 30 Januari mendatang. Lia sendiri sadar jika Korean Camp merupakan sebuah grup ajaran sesat setelah mendapati adanya kejanggalan dan mendapat informasi dari mantan volunternya.

Kepada Wolipop, Lia mengaku ia awalnya ditawari untuk gabung oleh seorang teman dengan dikirimi link akun Instagram mengenai Korean Camp. Dalam foto yang diunggahnya, disebutkan jika Korean Camp akan menggelar acara yang diadakan oleh tim dari Korea yang pernah menjadi sukarelawan di luar negeri. Dalam brosurnya disebutkan jika acara yang bisa diikuti secara gratis itu akan menampilkan traveling online, kelas bahasa Korea, pertunjukan budaya hingga 'mind lecture'.

Lia pun awalnya tertarik untuk bergabung sebagai volunter karena acaranya gratis dan memberikan sertifikat. "Kalo dari sisi volunteer, aku tergiur sama sertifikatnya karena acara ini melibatkan orang Malaysia dan Singapura jadi aku pikir lumayan kalau punya sertifikat taraf internasional. Di sini juga akan diajarin bahasa Korea makanya aku makin tertarik. Kalo dari sisi peserta, ini acaranya gratis," ujarnya ketika dihubungi pada Jumat, (29/1/2021)

Setelah hampir ikut, ia mendapat beberapa pesan dari mantan volunter yang menginformasikan bahwa acara itu sebenarnya adalah ajang untuk mencari pengikut ajaran sesat. Dan tugas dari para volunter adalah untuk menyebarkan info mengenai Korean Camp tersebut sehingga banyak peserta yang ikut acaranya di hari H.

Sebelum diberitahu, Lia mengaku sudah mencurigai acara tersebut karena dinilai ribet tapi tidak jelas. Grup tersebut juga membawa nama agama di bio Instagram. Dan tak lama kemudian ia meninggalkan grup.

Setelah diinformasi bahwa acara itu akan memberikan ajaran sesat, Lia memutuskan untuk memberitahunya kepada lebih banyak orang. Terlebih grup seperti ini biasanya juga akan meminta uang.

"Dari hasil diskusi sama temen-temen yang tahu acara ini, kami menganggap ini sekte. Karena saat kita zoom pertama kali, ditunjukkin schedule untuk acara tanggal 30 Januari nanti. Di situ ada mind talk atau heart talk yang kalau kata ketuanya sih ini acara untuk rasa syukur. Di gform juga kita harus isi agama kita apa padahal selama aku daftar volunter nggak pernah ditanya agama. Dan setahu aku kalau sekte itu pasti bakal minta sejumlah uang ke membernya," katanya.

Lia sendiri belum tahu apakah acara itu pernah memakan korban. Tapi ditakutkan jika akan ada orang yang terbujuk untuk masuk ajaran sesat atau tertipu uang karena banyak yang juga penasaran."Ada temenku bantu nyebarin info ini ke sesama volunteer Korean Camp tapi ada yang nggak percaya dan malah penasaran sama acara mind talk itu kayak apa," ujar Lia.

Dikatakan jika acara ini menargetkan orang asing yang tertarik dengan budaya Korea. Ia pun berpesan untuk berhati-hati dan ikuti kata hati jika menemukan acara yang dirasa janggal dan tidak baik sejak awal. Perhatikan pula apakah acara itu punya akun media sosial atau situs yang kredibilitasnya bisa dipercaya.

Di Korea sendiri, penyebaran sekte atau ajaran sesat sudah cukup diketahui. Biasanya mereka mendekati orang-orang di jalan untuk diajak masuk ke dalam ajaran mereka dengan berbagai macam cara atau motif. Orang asing juga sering menjadi sasaran karena mereka menawarkan untuk menjadi teman.

(ami/ami)