IPK di Bawah 3, Pria Ini Ungkap Caranya Diterima di Perusahaan Ternama

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 17 Nov 2020 14:15 WIB
close up businessman typing on keyboard laptop at loft office for search data information and knowledge on web browser concept Foto: Getty Images/iStockphoto/Chainarong Prasertthai
Jakarta -

Sebuah video di TikTok jadi viral karena menginspirasi dan menyemangati para pencari kerja. Seorang pria bernama Adhika Wira mengungkap kisahnya yang diterima di sebuah perusahaan ternama. Padahal pria tersebut mengaku memiliki nilai IPK di bawah 3 yang sering dianggap kurang memenuhi standar. Senang videonya bisa menyemangati sesama, Dhika pun turut membagi saran dan pengalamannya untuk para fresh graduate yang senasib dengannya.

Mencari pekerjaan memang tidak mudah terlebih dengan situasi pandemi belakangan. Banyaknya saingan dan terbatasnya lapangan kerja membuat pelamar diharapkan punya nilai jual yang tinggi, termasuk dengan nilai IPK yang baik. Tapi angka IPK bukanlah segalanya. Dalam video Dhika yang viral, ia pun mengungkap bahwa dengan IPK 2,8, pria itu bisa direkrut perusahaan ternama dan mentraktir keluarga.

Kepada Wolipop, lulusan jurusan Teknik Telekomunikasi Kelas Internasional tersebut mengaku sempat ketakutan sulit diterima kerja karena nilainya. Awalnya ia menganggap perusahaan akan lebih memilih fresh graduate dengan IPK tinggi. Tapi karena punya cukup banyak pengalaman, ia sukses dilirik untuk masuk sebagai pegawai saat kerja magang.

Pria 23 tahun itu mengungkap caranya mendapat pekerjaan di perusahaan ternama meski nilai IPK di bawah 3. Selain menyiapkan kemampuan dengan bekerja magang, ia juga mengaku mencari perusahaan dengan standar IPK yang sesuai. Meski IPK cenderung tidak tinggi, lulusan Telkom University itu menilai ada berbagai hal lain yang lebih dilihat perusahaan saat melakukan perekrutan.

@dhikasuper

"Menurut saya softskill, character, dan attitude merupakan faktor yang tidak kalah penting, juga pengalaman bekerja atau internship," ungkapnya ketika dihubungi pada Senin, (10/11/2020).

Belakangan mendapatkan pekerjaan menjadi semakin sulit karena pandemi. Pria yang bekerja di perusahaan di kawasan Jakarta Pusat itu pun memberikan semangat dan sarannya bagi para pencari kerja.

"Pertama, tingkatkan daya saing di sektor tertentu berupa pengalaman dan keahlian khusus. Kedua, terus mencari peluang-peluang terbuka saat pandemi seperti sekarang. Ketiga, mengikuti seminar atau webinar yang banyak tersedia pada pandemi," kata Dhika.

(ami/ami)