7 Ciri-ciri CV Fresh Graduate yang Tidak Akan Dilirik oleh HRD

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 04 Sep 2020 06:30 WIB
Young smiling cheerful woman holding her resume Cara membuat Curriculum Vitae. Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Belakangan mencari pekerjaan memang bukan sesuatu yang mudah, terlebih untuk para fresh graduate yang belum punya banyak pengalaman atau kenalan. Meski begitu kamu yang sedang mencari kerja tetap perlu berusaha maksimal. Salah satunya adalah dengan membuat Curriculum Vitae (CV) yang paling tidak menarik untuk dilihat perekrut kerja. Untuk para fresh graduate yang sedang mempersiapkan CV, pelajari beberapa kesalahan yang bikin dokumen kamu tidak dilirik HRD ini.

1. Terlalu Umum
Pandemi Corona memang membuat cari kerja jadi lebih susah. Kamu mungkin sudah membuat beberapa kopian CV untuk ditujukan ke berbagai perusahaan tapi pastikan jangan buat isinya sama atau umum. Meski lowongan yang ditawarkan perusahaan-perusahaan itu hampir sama kamu tetap perlu membuat personalisasi.

Misalnya dengan menuliskan mengapa kamu mau bekerja di perusahaan tersebut dan apa yang kamu tahu mengenai budaya atau produknya. Dengan begitu, perekrut atau HRD lebih tertarik untuk memanggil kamu.

2. Banyak Bumbu-bumbu
Kesalahan umum lain yang sering dibuat fresh graduate dalam CV adalah kalimat yang terlalu berbumbu. Ingin terkesan berkualitas, banyak pelamar malah seperti membual ketika mendeskripsikan diri mereka. Tak jarang pula, para pemula ini menggunakan deskripsi yang ketinggalan zaman sehingga membuat HRD kurang tertarik membaca selengkapnya.

Misalnya saat pelamar mengatakan bahwa mereka pekerja keras atau bermotivasi tinggi. Dari pada itu, coba tonjolkan keunikan kamu, seperti bisa multitasking atau mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kemampuan itu lebih masuk akal untuk dipercaya HRD.

3. Banyak Typo
Jangan sampai Curriculum Vitae (CV) yang kamu berikan banyak salah eja, apalagi terkait hal-hal penting seperti jabatan yang dilamarkan, nama orang, atau perusahaan. Kemampuan menulis sekaligus ketelitian adalah beberapa hal dasar yang banyak dicari perusahaan. Tak heran jika HRD atau calon manajer akan langsung mendiskualifikasi lamaran bahkan jika sebenarnya kamu termasuk pelamar potensial.

4. Format Berantakan
Sebelum menulis CV ada baiknya untuk melihat berbagai referensi terlebih dulu. Apalagi untuk kamu yang masih belum familiar dengan bagaimana contoh CV fresh graduate yang baik dan benar. Jika bisa kamu buatlah Curriculum Vitae dengan format yang singkat, runtut, dan tidak kuno. Belakangan HRD atau perekrut lebih suka dengan CV yang pendek namun memuat semua potensi si pelamar. Tapi pastikan jangan tampak seperti CV 'template' yang ada di internet.

5. 'Celah' yang Tidak Dijelaskan
Beberapa orang mungkin punya 'gap' dalam kariernya karena alasan tertentu. Meski CV seharusnya dibuat singkat, sebaiknya pelamar menjelaskan mengapa ia sempat berhenti kerja untuk waktu yang cukup lama. Jangan sampai perekrut atau HRD menganggapnya sebagai hal yang negatif. Apalagi jika alasan kamu berhenti bekerja apalagi jika karena hal-hal baik, seperti voluntir atau melanjutkan studi.

6. Kelewat Detail
Kesalahan CV lain yang sering dibuat oleh fresh graduate universitas, SMA, atau SMK adalah dokumen terlalu detail. Sebenarnya kamu tidak perlu membuat CV panjang apalagi sampai lebih dari dua halaman. Tinggalkan detail-detail yang kurang penting seperti riwayat sekolah sejak TK, riwayat pekerjaan magang atau pelatihan yang tidak berkorelasi dengan perusahaan atau jabatan, hingga pemintaan gaji.

7. Kurang Menjual Diri
Curriculum Vitae (CV) sebaiknya bukan hanya memuat riwayat hidup tapi juga kemampuan kamu yang benar-benar bisa digunakan perusahaan. Pastikan kamu mendeskripsikan diri sebagai seseorang yang mungkin mereka butuhkan tapi tentu jangan berlebihan. Masukkan pengalaman kerja atau pelatihan yang memang berkaitan dan membuat kamu dianggap cocok untuk paling tidak dipanggil interview.

(ami/ami)