Liliana Lim Hadirkan Eksplorasi Gaun Malam Berteknik Moulage di The Langham
Perhelatan mode The Langham Fashion Soirée, sebuah ajang kolaborasi Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) dan The Langham Jakarta dibuka pada Rabu (12/8/2026). The Langham Fashion Soirée 2026 menampilkam lima nama besar dari Indonesian Fashion Designer Council (IFDC). Salah satunya Liliana Lim.
Desainer Liliana Lim, menandai keikutsertaannya yang keempat kali di panggung megah tersebut dengan membuka gelaran The Langham Fashion Soirée. Liliana Lim menghadirkan koleksi terbaru bertajuk Florilegium.
Diambil dari bahasa Latin, Florilegium merujuk pada sebuah antologi atau himpunan bunga pilihan yang dirangkai dan dirawat dengan penuh ketelitian. Bagi Liliana Lim, makna tersebut menjadi metafora yang merepresentasikan perjalanan kreatifnya selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deretan gaun malam koleksi 'Florilegium' karya Liliana Lim dengan teknik drapery dan moulage yang membentuk siluet bunga dalam balutan palet warna elegan, di The Langham Fashion Soiree 2026. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto. |
Bahasa desain Liliana Lim selama ini dibangun melalui penguasaan teknik moulage, sebuah pendekatan yang membentuk kain secara langsung di atas tubuh demi menghasilkan siluet yang lembut sekaligus terstruktur.vTeknik drapery pun telah lama menjadi identitas khas dalam setiap karya-karyanya.
Namun pada Florilegium, eksplorasi tersebut melangkah jauh lebih dalam. Drapery tidak lagi sekadar menjadi elemen pembentuk siluet, melainkan bertransformasi menjadi detail artistik yang merangkai wujud bunga dengan tingkat presisi dan kerumitan tinggi.
Deretan gaun malam koleksi 'Florilegium' karya Liliana Lim dengan teknik drapery dan moulage yang membentuk siluet bunga dalam balutan palet warna elegan, di The Langham Fashion Soiree 2026. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto. |
Terdiri atas 30 rancangan gaun malam, koleksi ini menghadirkan permainan siluet yang dibangun dari deretan material premium seperti taffeta, jacquard, organza, satin, hingga crinoline. Pemilihan material tersebut memberikan karakter, volume, dan struktur yang tegas pada setiap rancangan, sekaligus menjadi medium ideal bagi Liliana untuk menerjemahkan berbagai eksplorasi pola yang telah ia kembangkan sepanjang perjalanan kariernya.
Koleksi Florilegium memancarkan keanggunan yang tenang. Namun ketika diamati lebih dekat, setiap gaun menyimpan lapisan-lapisan detail yang mengundang decak kagum, mulai dari permainan konstruksi, pengembangan pola, hingga drapery yang dikerjakan dengan ketelitian tingkat tinggi.
Keindahan ini tidak hadir secara instan, melainkan tumbuh melalui proses pengerjaan yang panjang. Sentuhan aplikasi kristal dan mutiara pun disematkan pada setiap busana. Bagi Liliana, kilau bukan lah elemen yang harus mendominasi, melainkan sebuah bisikan lembut yang memperkaya karakter, tanpa mengaburkan kekuatan teknik dan struktur utama rancangannya.
Deretan gaun malam koleksi 'Florilegium' karya Liliana Lim dengan teknik drapery dan moulage yang membentuk siluet bunga dalam balutan palet warna elegan, di The Langham Fashion Soiree 2026. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto. |
Melalui Florilegium, Liliana Lim juga menawarkan interpretasi yang segar mengenai nuansa musim semi. Jika musim semi biasanya identik dengan taman bunga berwarna cerah di bawah terik matahari, maka Florilegium membayangkan sebuah taman yang justru bermekaran saat malam tiba.
Pilihan palet warna seperti hitam, perak, emas, off-white, dan merah pekat dipilih untuk menghadirkan nuansa yang dramatis sekaligus elegan, membuktikan bahwa tema bunga tidak selalu harus tampil dalam warna-warna konvensional untuk tetap terasa hidup.
Mulai dari asymmetrical one-shoulder dress, structured dress, hingga siluet-siluet bergaris tegas khas Liliana Lim, Florilegium menjadi bentuk perayaan atas perjalanan teknik, eksplorasi, dan penyempurnaan yang terus berkembang dari musim ke musim.
Kesempurnaan setiap tampilan di atas panggung malam itu diperkuat dengan dukungan perhiasan dari Epajewel. Pada akhirnya, setiap bunga dalam Florilegium bukan sekadar elemen dekoratif belaka, melainkan simbol dari sebuah proses tentang bagaimana kesabaran, ketelitian, dan keberanian bereksplorasi dapat bermekaran menjadi mahakarya busana.
Fashion Soiree 2026 Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto |
















































