KFC Indonesia Catat Pendapatan Rp 2,79 T di Semester I
PT Fast Food Indonesia Tbk atau KFC Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp 2,79 triliun semester I 2026. Nilainya meningkat 16,09% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. .
Perseroan sempat mengalami pertumbuhan positif pada kuartal I 2026. Namun, pada kuartal II menghadapi tantangan seiring dengan kenaikan harga bahan baku.
Dalam kondisi tersebut, perseroan tetap menjadikan perspektif konsumen sebagai salah satu pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk dengan menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen di tengah pasar yang dinamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perseroan akan terus menerapkan pendekatan yang terukur dan responsif dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, dengan memastikan setiap keputusan bisnis tetap berorientasi pada konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan kinerja perseroan," ujar Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk, Dio May Avico dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk tetap memberikan value yang relevan bagi konsumen, yang turut berdampak pada margin laba bruto perseroan dengan mengalami penyesuaian menjadi 55,81% pada Semester I 2026.
Dio mengatakan pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk tetap memberikan value yang relevan bagi konsumen, yang turut berdampak pada margin laba bruto perseroan dengan mengalami penyesuaian menjadi 55,81% pada Semester I 2026.
Dalam menjaga keberlanjutan kinerja di tengah pasar yang dinamis, Dio menerangan pihaknya terus memperkuat pengendalian biaya, mengoptimalkan rantai pasok, serta meningkatkan efisiensi operasional di seluruh jaringan restoran. Sejalan dengan berbagai langkah tersebut, perseroan mencatatkan perbaikan kinerja operasional.
Rugi usaha berhasil ditekan secara signifikan sebesar 77,35%, dari Rp 143,18 miliar menjadi Rp 32,42 miliar. Perbaikan turut terlihat pada rugi periode berjalan yang berkurang sebesar 57,03% dan total rugi komprehensif menurun hingga 79,65% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Perkembangan ini menunjukkan berbagai program efisiensi dan transformasi yang dijalankan perseroan mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional," pungkasnya.
(ega/ega)









































