Aktivitas Mulai Normal, Ini 9 Profesi Paling Berisiko Terpapar Virus Corona

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 15 Jul 2020 06:00 WIB
One woman, female doctor in full protective suit in home inspection. Foto: Getty Images/South_agency
Jakarta -

Pandemi Corona memang masih menjadi kekhawatiran. Namun perlahan aktivitas mulai berjalan normal meski berjaga jarak dan kebersihan tetap digalakkan. Selain perkantoran, sejumlah tempat umum seperti mal, klinik, restoran, dan salon juga telah dibuka. Para pekerjanya pun diharap berhati-hati dalam menjalani profesi mereka. Menurut analisa data O*NET (Occupational Information Network) dan World Economic Forum, inilah sembilan profesi paling berisiko terpapar virus Corona.

Hair Stylist

Hair stylistHair stylist Foto: Getty Images

Salah satu tempat yang paling ingin didatangi setelah tempat umum kembali dibuka adalah salon. Selama beberapa bulan terakhir, banyak orang membiarkan rambutnya tanpa perawatan dari ahli sehingga ingin segera memperbaikinya ke hair stylist. Para pekerja salon pun perlu hati-hati karena termasuk golongan profesi yang paling berisiko terpapar COVID-19. Alasannya karena mereka sering berhadapan dan bersentuhan langsung dengan pelanggan.

Pekerja Restoran
Banyak restoran dan toko makanan juga sudah buka seperti biasa. Untuk menghindari penyebaran virus Corona, para pelanggan diminta untuk berhati-hati ketika memesan apalagi jika ingin makan di tempat. Para pekerja pun tidak luput dari risiko terpapar Corona karena mereka berhadapan dengan banyak orang, mengurus pembayaran, hingga mencuci peralatan makan.

Pemadam Kebakaran
Ternyata pemadam kebakaran juga termasuk salah satu golongan pekerjaan yang berisiko terpapar penyakit menular. Berbeda dengan polisi yang sama-sama melayani masyarakat, umumnya pemadam kebakaran lebih mudah tertular penyakit karena mereka tinggal bersama.

Guru TK/SD

ilustrasi ibu dan anak mainilustrasi guru tk. Foto: thinkstock

Dilansir data dari O*NET, guru yang mengajar anak-anak kecil juga bisa lebih mudah terpapar COVID-19. Alasannya adalah mereka harus berhadapan dengan anak-anak kecil yang belum sepenuhnya sadar protokol kesehatan. Karena itu, banyak sekolah masih menerapkan belajar online hingga waktu yang belum ditentukan karena kesehatan anak-anak juga dikhawatirkan.

Pengemudi
Menurut World Economic Forum, pengemudi transportasi umum perlu berhati-hati saat menjalani tugas mereka kembali. Berhadapan dengan banyak orang membuat mereka berisiko terpapar virus yang baru-baru ini disebut bisa menular lewat udara. Karenanya, disarankan untuk para pengemudi bus atau ojek untuk mengenakan masker, sarung tangan, dan berjaga jarak.

Pramugari
Penerbangan mulai dibuka, para pramugari menjadi profesi yang paling berisiko tertular virus Corona. Menurut data O*NET, pramugari adalah pekerjaan yang paling rentan terekspos penyakit atau infeksi setelah para pekerja medis. Seperti profesi-profesi lain, tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka berhadapan dengan banyak orang menjadi alasannya.

Perawat
Pekerjaan yang paling berisiko terinfeksi virus Corona tentu adalah para petugas medis di rumah sakit. Di Indonesia sudah banyak laporan mengenai perawat-perawat yang terkena virus Corona dan meninggal karena dedikasi mereka. Berhadapan dengan orang-orang yang positif Corona pasti tinggi pula risiko mereka untuk ikut terpapar. Bahkan ketika mereka tidak bersinggungan langsung dengan pasien COVID, masih ada risiko untuk terinfeksi.

Dokter dan Keluarganya
Selain perawat, tak sedikit dokter yang menjadi korban selagi mencoba untuk merawat para pasien COVID-19. Bukan hanya mereka, orang-orang di sekitar dan keluarga juga bisa tertular. Menurut data, dokter spesialis seperti dokter bedah dan dokter anestesi adalah beberapa yang paling rentan terinfeksi. Karenanya, banyak dokter memisahkan diri dari keluarga selama melewati pandemi ini.

Dokter/Perawat Gigi

Dentist examines the teeth of patientDentist examines the teeth of patient Foto: Thinkstock

Menurut analisa World Economic Forum, dokter gigi dan perawatnya adalah profesi paling berisiko terpapar Corona. Pekerjaan ini memang mengharuskan mereka berhadapan dengan mulut pasien dan melakukan tindakan yang bisa menghasilkan aerosol dan membawa virus. Karena itu, beberapa dokter kini memakai face shield dan menggunakan tangan untuk menyentuh gigi untuk menghindari semburan cairan dari mulut.



Simak Video "Tips Hadapi Kehidupan di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)