Kisah Wanita dengan Pekerjaan Paling Berisiko Saat Pandemi Corona

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 01 Mei 2020 16:02 WIB
Inilah Alasan Kondisi Pasien Corona Bisa Tiba-tiba Memburuk di Minggu Kedua Foto: ABC Australia
Jakarta -

Tak semua orang bisa dengan aman dan nyaman bekerja dari rumah selama pandemi Corona. Terlebih petugas kesehatan yang jasanya sangat dibutuhkan di masa-masa ini. Sebagai garda terdepan dalam penanganan COVID-19, para tenaga medis pun mempertaruhkan nyawa mereka untuk merawat para pasien. Selain dokter dan perawat, salah satu profesi paling berbahaya saat ini adalah terapis pernapasan.

Seorang terapis pernapasan pun mengakui berbahayanya pekerjaan ini sekarang. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah menyangka jika sebuah pandemi akan terjadi yang harus melibatnya sebagai garda terdepan. Salah satu tugas yang sering dilakukan profesi ini adalah menyiapkan alat pernapasan untuk membius para pasien yang berisiko tinggi tertular.

"Kami ada di sana. Kami sangat dekat. Jadi itu membuatnya semakin sulit dan menakutkan karena sangat banyak ketidakpastian mengenai penyakit ini," kata seorang terapis pernapasan Deepika Malhotra yang bekerja di UNC REX Hospital, AS.

Perusahaan O*Net Resource Center menganalisa betapa bahayanya pekerjaan ini. Berdasarkan hasil, tingkat bahaya terapis kesehatan dalam penanganan COVID-19 adalah 95 dari 100. Meski begitu, Deepika mengaku harus membulatkan tekadnya tanpa memikirkan bahaya demi merawat pasien.

"Jika kami takut dan bilang tidak mau melakukan ini karena terlalu bahaya, siapa yang akan merawat pasien dan keluarga mereka? Kami harus melangkah dan menyingkirkan rasa takut dan bersikap berani dan melakukan yang terbaik yang kami bisa setiap hari," tutur Deepika.

Deepika pun mengaku bersyukur karena rumah sakit tempatnya bekerja punya banyak APD untuk melindungi diri mereka saat bekerja. Namun bukan berarti ia tidak punya kekhawatiran sama sekali. Ketika pulang, wanita itu takut membawa virus ke rumah. Karenanya, Deepika dan suami hidup berjauhan sekarang ini.

"Suamiku dan aku sudah berpisah hampir tiga minggu belakangan. Itu hanya menambah rasa stres dan ini adalah masa yang paling menantang," kata Deepika.

"Ada banyak sekali ketidakpastian dengan penyakit ini. Itu mempengaruhi semua orang dengan berbeda. Sangat sulit untuk mengatakan bagaimana hasilnya nanti," tuturnya.



Simak Video "Tak Mau Kalah dengan Pandemi, Pengrajin Batik Ciptakan Inovasi"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)