Liputan Khusus Drama Kuliah Online

Bukan Cuma Mahasiswa, Ini Curhatan Dosen Soal Kuliah Online

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 01 Jul 2020 13:19 WIB
Online education concept with person using a laptop on a white table Foto Dini Valdiani saat mengajar kuliah online. Foto: Dok. pribadi Dini Valdiani.
Jakarta -

Proses perkuliahan yang menerapkan kebijakan kuliah daring menyebabkan berbagai hambatan yang bukan hanya dirasakan oleh para mahasiswa, tapi juga dosen. Para dosen ikut kelimpungan dengan perubahan cara mengajar ini.

Berbincang dengan Wolipop, dua dosen berbagi kisahnya soal permasalahan kuliah online yang mereka rasakan. Mereka adalah dosen FISIB (Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Budaya) Universitas Pakuan Prodi Ilmu Komunikasi dan Kepala Lab Penyiaran FISIB Universitas Pakuan, Bogor, Dini Valdiani, M.Si, dan dosen FTIK Teknik Informatika, Universitas Unindra, Jakarta, Gita Kencanawaty, M.Pd.

Dini Valdiani, M.Si, mengungkapkan kesulitan kuliah online yang dialaminya adalah saat akan memerika tugas dan bimbingan skripsi mahasiswanya secara daring. Dia kurang menyukai jika harus memeriksa tuga dan skripsi yang dikumpulkan secara online.

dini valdianiFoto Dini Valdiani bersama dosen Unpak, Bogor. Foto: instagram @dinivaldiani.


"Aku itu masih dosen konvensional untuk hal itu, aku lebih suka corat-coret pakai pulpen dan bertemu mahasiswanya lalu bertanya ada kendala atau susahnya di mana? Karena kalau bimbingan dan skripsi online itu kan aku harus baca. Bayangin aku harus baca puluhan lembar di laptop dan dibenerin, ditandain dan kasih note juga kan," ungkapnya saat diwawancara Wolipop, Rabu (24/6/2020).

Dini merasa lega karena kini ada Edmodo, yaitu perusahaan teknologi pendidikan yang menawarkan alat komunikasi, kolaborasi, dan pembinaan untuk guru dan sekolah K-12. Jaringan Edmodo memungkinkan guru untuk berbagi konten, mendistribusikan kuis, tugas, dan mengelola komunikasi dengan siswa, kolega, dan orang tua.

"Untungnya sekarang kalau mengoreksi sama ngoreksi UTS dan UAS sekarang pakai Edmodo pilihan ganda jadi langsung keperiksa. Cuman lagi-lagi masalahnya adalah kita harus ekstra waktu lagi untuk tugas pilihan berganda, atau bikin soal pilihan berganda itu waktu kalau buat dosen, meriksanya gampang tapi bikinnya lama," jelasnya.

dini valdianiFoto Dini Valdiani Foto: instagram @dinivaldiani.


Sistem belajar mengajar secara virtual pun dirasa sulit bagi dosen FTIK Teknik Informatika, Gita Kencanawaty, M.Pd. Mata kuliah yang berhubungan dengan matematika, seperti kalkulus dan aljabar liniear, membutuhkan proses dan teknik dalam berhitung. Gita yang mengajar di Universitas Unindra, Jakarta mengaku mengalami kendala ketika hendak menyampaikan materi.

"Pada saat penyampaian materi pastinya tidak akan sama seperti saya menyampaikan di dalam kelas. Nah, yang sedikit agak kerepotan, ketika saya membuat video karena ini berhubungan sama berhitung kan itu ada prosesnya. Nah kalau saya hanya memberikan modul, PDF atau file lainnya itu kayaknya pasti kurang pas, makanya saya membuat video tentang tata cara untuk menyelesaikan suatu soal," paparnya saat dihubungi Wolipop baru-baru ini.

Gita menambahkan dalam proses pembuatan video dia harus hati-hati. "Nah, untuk pembuatan video itu kalau salah sedikit ulang, kerepotannya di situ. Tapi selebihnya nggak ada karena kebetulan mahasiswanya juga kooperatif," ujarnya.

gita kencanawatyFoto Gita Kencanawaty (kanan) bersama rekan dosen Unindra, Jakarta. Foto: dok. pribadi gita kencanawaty.



Bagi Dini dan Gita, kuliah online juga membuat mereka tidak bisa bertatap muka langsung dengan mahasiswa serta melihat reaksi mereka saat materi disampaikan.

Selain yang diucapkan oleh Gita Kencanawaty, M.Pd. kendala kuliah daring, dosen ilmu komunikasi Dini Valdiani, M.Si, tak bisa bertatap muka dan melihat bagaimana reaksi mahasiswa saat ia menyampaikan materi.

"Menurutku karena aku dosen ilmu komunikasi yang paling bagus adalah tatap muka. Jadi aku bisa melihat bagaimana kondisi mahasiswa aku, mengetikah, mengantukkah, Itu kan cuman bisa lewat gesture dan ada kepuasan tersendirilah biar bisa melihat wajah mahasiswanya langsung. Dan nggak diburu-buru waktu, beda sama kalau pakai zoom itu kan kuota terbatas mahasiswa, lowbatlah atau habis pulsa gitu. Kalau mengajar kan di kelas, waktunya kan aman-aman aja gratis," ujarnya panjang lebar.

gita kencanawatyFoto Gita Kencanawaty bersama dengan mahasiswa. Foto: dok. pribadi gita kencanawaty.


Simak Video "Mengapa Bersepeda Jadi Tren di Era New Normal?"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)