Riset: Banyak Milenial Tak Percaya Mereka Bisa Punya Rumah Sendiri

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 22 Feb 2019 08:18 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Dipengaruhi perkembangan zaman, setiap generasi punya karakteristik dan tantangan masing-masing. Untuk milenial yang hidup di zaman serba canggih ternyata rumah menjadi sesuatu yang sulit diraih. Sebuah penelitian terbaru pun mengungkap jika banyak orang di usia 19 hingga 35 yang tidak percaya bahwa mereka bisa punya rumah sendiri.

Banyak pakar memperkirakan jika banyak millennial yang akan kesulitan untuk punya rumah. Hal tersebut dikarenakan semakin mahalnya harga tanah hingga penghasilan mereka yang tidak seberapa padahal generasi tersebut sudah bersekolah tinggi. Ini semakin diperparah dengan banyaknya pengeluaran milenial untuk barang-barang gaya hidup, seperti gadget hingga tas branded.


Karena itu, banyak milenial yang tidak percaya bahwa mereka bisa membeli rumah. Sebanyak 30% orang-orang muda yang diriset pun lebih yakin bisa berpacaran dengan artis atau orang terkenal dari pada memiliki hunian sendiri. Lalu dua dari lima millennial mengaku jika punya rumah benar-benar di luar kemampuan mereka.

Hal tersebut terungkap dari survei yang dilakukan oleh OnePoll untuk Unison kepada 500 millennial dan 500 baby boomer. Terungkap jika 42% milenial sangat ingin punya rumah tapi tidak punya cukup uang untuk membelinya. Satu dari tiga millennial pun merasa tidak akan bisa membayar uang down payment-nya. Sedangkan 27% lain berpikir jika mereka akan mewariskannya dari orangtua.

Menariknya, hanya 9% baby boomer yang beranggapan sama dengan milenial. Meski begitu 51% dari mereka juga berpikiran bahwa membeli rumah sangat sulit dilakukan di zaman sekarang.

"Milenial sangat sinis, lebih dari rekan-rekan baby boomer, menyangkut pembelian rumah dan kekhawatiran penumpukan utang, mereka ingin fleksibilitas dan kontrol terhadap kehidupan dan keuangan mereka," ungkap Thomas Sponholtz selaku CEO Unison.


Selain membeli rumah, millennial pun merasakan banyak kesulitan dalam hidup. Dibanding para pendahulunya, lebih banyak anak muda yang kesusahan dalam mencari pekerjaan dan mencapai impian. Karena hal itu, banyak dari mereka yang tidak bisa membayar uang DP rumah dan menunda pernikahan.

"Dengan utang biaya kuliah dan kenaikan harga rumah, milenial lebih sulit untuk punya anak dari pada rekan-rekan baby boomer ketika mereka di usia yang sama. Membeli rumah adalah keinginan mendasar manusia dan mereka akan menyerahkan iPhone, brunch, dan pernikahan untuk memiliki rumah," kata Thomas. (dtg/dtg)