Wawancara Eksklusif

Mien Uno dan Cerita Mendidik Sandiaga Uno: Tidak Ada Anak Emas

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 24 Des 2018 10:30 WIB
Mien Uno bercerita tentang perannya mendidik Sandiaga Uno dalam wawancara khusus dengan Detikcom untuk Hari Ibu.. Foto: Rengga Sancaya/Detikcom Mien Uno bercerita tentang perannya mendidik Sandiaga Uno dalam wawancara khusus dengan Detikcom untuk Hari Ibu.. Foto: Rengga Sancaya/Detikcom

Jakarta - Ada ungkapan yang mengatakan, 'Behind every successful man, there's a strong woman'. Di balik kesuksesan seorang pria, ada andil wanita hebat, termasuk seorang ibu. Seperti halnya Sandiaga Uno yang kesuksesannya tak lepas dari peran sang ibu, Mien Uno.

Lahir di Indramayu, Jawa Barat, pada 23 Mei 1941, Mien Uno yang bernama lengkap Rachmini Rachman Uno berasal dari keluarga pendidik. Kedua orangtuanya, R Abdullah Rachman dan Siti Koersilah, adalah guru.

"Saya dari kecil diajarkan hal-hal berkaitan integritas, kejujuran, bagaimana kita memperlakukan orang lain, menghormati agama orang lain. Keluarga jadi landasan, sehingga siap menghadapi segala sesuatu," ungkap Mien dalam wawancara eksklusif Hari Ibu dengan detikcom, di kediamannya di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (22/12/2018).

Ajaran tersebut lantas Mien 'tularkan' kepada kedua anaknya, Indra dan Sandiaga Uno. Sandiaga yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha dan pernah menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, kini maju sebagai calon wakil presiden nomor urut 2 di pemilihan presiden (pilpres) 2019.



Dalam mendidik anak-anak, Mien juga memperlakukan keduanya setara karena setiap anak memiliki keunikan tersendiri. "Nggak boleh ada anak emas agar hati mereka tidak ciut. Di sini, kita juga bisa belajar soal demokrasi dan kesetaraan sehingga dia berkembang sesuai kemampuannya," ucap Mien.

Terlahir di tengah keluarga pendidik, Mien pun mengikuti jejak orangtuanya. Saat masih berusia 15 tahun, Mien mendapat kesempatan magang sebagai guru SD. Karier sebagai guru pun ditekuninya setelah lulus dari Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung.

Setelah berkeluarga dan memiliki anak, istri dari Ir. Rafiz H. Uno ini tetap aktif sebagai pengajar bahkan di usianya yang sekarang sudah menginjak 77 tahun. Mien saat ini lebih dikenal sebagai pakar tata krama dan etiket yang mengajar di lembaga pendidikan Duta Bangsa.

Suka-duka sempat mewarnai perjalanan Mien sebagai ibu berkarier. Dari situ pula, Mien memberikan pelajaran penting bagi kedua anaknya tentang peran besar soorang ibu sebagai tonggak perekonomian keluarga, bahkan bangsa.

"Perempuan meruapakan tiang daripada bangsa, tonggak dari kemakmuran bangsa, karena melalui perempuan, keluarga lebih bahagia," ucap peraih Kartini Awards 2012 dari Ani Yudhoyono ini.

Menurut Mien, para ibu harus memberdayakan diri di bidang apapun sesuai keahliannya agar dapat menjadi pengendali kehidupan rumah tangga dan memberi suatu landasan hidup yang matang dan perekonomian yang kokoh. Dengan memberdayakan diri, lanjut penasehat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (1982-1993) ini, para ibu bisa membuka lapangan kerja kepada orang lain. "Itu kenapa saya suka bangga jadi seorang ibu," ucap Mien sambil tersenyum.


(dtg/eny)