Kisah Wanita Jepang Jatuh Cinta dengan Pria Garut, Ini Alasan Mau Dinikahi

Tim Haibunda - wolipop Sabtu, 18 Des 2021 07:00 WIB
Foto acara pernikahan Supriatna dan Yoshiko. Foto: Dok. Instagram @yosssii1992. Foto acara pernikahan Supriatna dan Yoshiko. Foto: Dok. Instagram @yosssii1992.
Jepang -

Setiap orang tak ada yang mengetahui akan berjodoh dengan siapa dan di mana. Seperti kisah cinta pasangan beda negara ini, pria asal Garut, Jawa Barat tak pernah membayangkan jika bisa menikahi wanita asal Jepang.

Ialah Supriatna yang kini tinggal di Osaka, Jepang bersama istrinya, Yoshiko. Keduanya membuat konten Q&A lewat akun Youtube Azka Omera Family untuk menjawab pertanyaan dari warganet yang penasaran dengan kisah keduanya.

Yoshiko merupakan wanita Jepang berdarah Filipina. Ibunya lah yang berasal dari Filipina, sedangkan ayahnya dari Jepang. Supriatna pun menceritakan awal mula bisa datang ke Jepang hingga bertemu Yoshiko.

"Pertama ke Jepang itu untuk sekolah. Sekolah bahasa Jepang selama dua tahun. Setelah lulus, lalu masuk Nagoya Economic University," jelasnya.

Foto Supriatna dan Yoshiko.Foto Supriatna dan Yoshiko. Foto: Dok. Instagram @yosssii1992.

Supriatna mengaku pada saat kuliah, ia berusaha berkenalan dengan wanita Jepang melalui Facebook. Hingga dia menemukan akun Yoshiko dan mencoba mengirimkan pesan kepada wanita itu.

Yoshiko pun memberikan respon. Setelah berkenalan, keduanya saling cocok dan sering bertemu. Seiring berjalannya waktu mereka memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius.

Setelah pacaran selama satu tahun, keduanya menggelar acara lamaran. Sebelum menikah, Supriatna berhenti dulu kuliah dan harus pulang ke Indonesia.

"Jadi setelah pulang ke Indonesia, Yoshiko tidak mau ditinggal. Akhirnya ia datang juga ke Indonesia. Dan datang ke rumah, menikah dengan adat Indonesia," kenangnya.

Setelah menikah Yoshiko pulang ke Jepang untuk mengurus visa izin tinggal agar Supriatna bisa kembali ke Jepang. Dan untuk mendapatkan visa tersebut, mereka harus menikah terlebih dahulu. Tiga bulan setelah mengurus visa, akhirnya Supriatna bisa datang kembali ke Jepang dan hidup bersama Yoshiko kembali.

Foto Supriatna dan Yoshiko.Foto acara pernikahan Supriatna dan Yoshiko. Foto: Dok. Instagram @yosssii1992.

Supriatna dan Yoshiko pada awalnya menjalani pernikahan berbeda keyakinan dan budaya. Meski berbeda, Yoshiko menjelaskan hal tersebut tidak pernah menjadi permasalahan.

"Kalau dijelasin Supri kan Muslim. Kalau saya kan dibesarkan di Jepang tapi ibu saya orang Filipina dan ayah orang Jepang. Kalau orang Jepang tidak terlalu mikirin masalah agama. Kalau ada juga agama Budha," tuturnya.

"Masalah agama tidak terlalu dipikirin. Jadi kayak normal biasanya saja. Kalau ibu karena orang Filipina jadi agamanya Kristen Katolik. Jadi pas saya masih kecil suka diajak ke gereja tapi nggak terlalu percaya gitu sih," lanjut Yoshiko.

Seiring berjalannya waktu Supriatna mencoba memberikan istrinya pemahaman mengenai agama Islam. Hingga Yoshiko pun akhirnya tertarik memeluk Islam dan menjadi mualaf.

Apa yang membuat Yoshiko mau menikah dengan Supriatna? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2