Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis

Vina Oktiani - wolipop
Senin, 05 Jan 2026 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Wanita Sedih
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Seorang perempuan lanjut usia di Kabupaten Thane, Maharashtra, India, ditangkap polisi setelah diduga membunuh menantu perempuannya sendiri karena perebutan uang pesangon dan pekerjaan pemerintah milik mendiang anaknya.

Melansir NDTV, korban diketahui seorang wanita bernama Rupali Vilas Gangurde yang berusia 35 tahun. Suaminya, Vilas, yang bekerja sebagai pegawai kereta api, meninggal dunia pada September 2025. Setelah kepergian sang suami, Rupali menerima uang duka sebesar sekitar Rs 9-10 lakh (sekitar Rp 167-186 juta). Uang inilah yang diduga menjadi sumber konflik utama dengan ibu mertuanya, Latabai Natha Gangurde yang berusia 60 tahun.

Menurut keterangan polisi, Latabai menuntut agar uang duka tersebut diserahkan kepadanya. Tak hanya itu, perselisihan juga terjadi terkait pekerjaan mendiang Vilas. Latabai ingin cucunya yang masih berusia 15 tahun mendapatkan pekerjaan jalur belas kasih (compassionate grounds), sementara Rupali justru mengajukan diri untuk posisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tragis ini terungkap pada hari pertama Tahun Baru, ketika polisi menerima laporan tentang seorang perempuan dengan luka parah di kepala dan wajah yang ditemukan tergeletak di dekat Jembatan Waldhuni, wilayah Kalyan. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Awalnya, polisi mencatat kasus ini sebagai laporan kematian tidak wajar.

Kasus mulai menemui titik terang ketika Latabai mendatangi kantor polisi dan melaporkan bahwa menantunya hilang sejak pukul 08.00 pagi. Ia kemudian mengidentifikasi jasad yang ditemukan sebagai Rupali. Namun, keterangan tersebut justru menimbulkan kecurigaan. Setelah diperiksa lebih lanjut oleh tim kejahatan yang dipimpin Inspektur Vijay Naik, cerita Latabai mulai terbongkar.

ADVERTISEMENT

Polisi mengungkap bahwa Latabai bersekongkol dengan seorang temannya, Jagdish Mahadev Mhatre yang berusia 67 tahun, untuk menghabisi nyawa Rupali. Keduanya diduga menyerang korban dengan batang besi pada malam sebelumnya hingga tewas di tempat. Setelah itu, pelaku membersihkan noda darah, mengganti pakaian korban, lalu membuang jasadnya di dekat jembatan untuk mengelabui penyelidikan.

Asisten Komisaris Polisi Kalyan Division, Kalyanji Gete, menyebut kasus ini sebagai kejahatan yang didorong oleh keserakahan uang dan ambisi menguasai pekerjaan pemerintah. Upaya pelaku melaporkan korban sebagai orang hilang dinilai sebagai cara untuk menyesatkan polisi.

Berkat penyelidikan intensif, kasus ini berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam. Latabai dan Jagdish kini telah ditangkap dan dijerat dengan pasal pembunuhan serta menghilangkan barang bukti.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads