Liputan Khusus Nikah Siri dan Isbat Nikah

Ini Cara Isbat Nikah Setelah Suami Meninggal

Tim Wolipop - wolipop Selasa, 05 Okt 2021 05:30 WIB
Arab Emirati family outdoors in park. Foto: Getty Images/iStockphoto/aydinmutlu
Jakarta -

Isbat nikah adalah permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sah-nya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum. Sesungguhnya pernikahan hanya dapat dibuktikan dengan akta nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikah.

Menurut Riswanto, SHI, sebagai Penghulu Ahli Muda Pada KUA Kecamatan Pasar Minggu, APRI Pusat (Sekretaris I), ketika pernikahan tidak dapat dibuktikan dengan Akta Nikah, maka solusi hukum sebagai upaya memberikan nilai kepastian hukum atas perkawinan tersebut, adalah diajukan isbat nikahnya ke Pengadilan Agama.

Apabila terdapat suatu pernikahan yang dilakukan tidak sesuai prosedur, maka tidak bisa diterbitkan akta nikah. Jika permohonan itsbat nikah dikabulkan, maka pernikahan dinyatakan sah dan memiliki kekuatan hukum.

Apakah isbat nikah bisa dilakukan setelah suami meninggal atau istri meninggal?

Dilansir dari situs resmi Mahkamah Agung RI, Pengadilan Agama Tigaraksa, isbat nikah setelah suami atau pasangan meninggal bisa dilakukan. Cara isbat nikah setelah suami meninggal adalah pihak yang masih hidup bisa mengajukan permohonannya ke pengadilan agama.

Riswanto menuturkan pihak istri bisa mengajukan isbat nikah, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. "Bisa mengajukan isbat nikah. Sesuai dengan Pasal 7 ayat (4) yang berhak mengajukan permohonan isbat nikah ialah suami atau istri, anak-anak mereka, wali nikah dan pihak yang berkepentingan dengan pernikahan itu," ujar Riswanto.

Isbat Nikah pada dasarnya bisa dilakukan karena lima hal di bawah ini:

1. Untuk penyelesaian perceraian.

2. Hilangnya Buku Nikah.

3. Jika anda ragu tentang sah atau tidaknya salah satu syarat Pernikahan.

4. Jika Pernikahan anda tidak tercatat dan terjadi sebelum tahun 1974.

5. Pernikahan yang tidak tercatat dan terjadi setelah tahun 1974 dan tidak melanggar ketentuan Undang-undang.

(gaf/eny)