Cara Menghindari Perceraian Setelah Menikah Lebih Dari 10 Tahun
Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 13 Jul 2015 19:09 WIB
Jakarta
-
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa memasuki tahun ke-10 pernikahan merupakan fase yang cukup berat. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa menjelang atau setelah tahun ke-10 pernikahan, pasangan suami-istri lebih banyak mengalami masalah komunikasi dan tingkat kebahagiaan serta kepuasan berkurang satu sama lain.
Pada data dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention juga mengungkapkan bahwa satu per tiga pria yang diteliti mengalami perceraian setelah 10 tahun menikah. Sedangkan wanita, lebih banyak mengalami perceraian setelah 20 tahun menikah. Meski data statistik tersebut mengungkapkan fakta yang cukup suram dan tidak perlu dipercaya, namun dijadikan sebagai pembelajaran, tidak ada salahnya pasangan menikah untuk terus berjuang untuk mempertahankan rumah tangga. Inilah cara untuk menghindari perceraian setelah menikah lebih dari 10 tahun.
1. Membangun Sikap Positif
University of Missouri di Kansas, Amerika pernah menganalisa bahwa pasangan yang memiliki pemikiran yang saling positif memiliki kehidupan pernikahan yang lebih panjang. Dasar dari sikap positif terpancar dari perilaku pasangan yang bisa saling mendengarkan dan mengapresiasi pasangan. Selain itu saling merayakan pencapaian pasangan sehingga menciptakan rumah tangga yang harmonis karena saling merasa puas.
Baca Juga: 50 Inspirasi Baju Lebaran 2015
2. Mengatasi Konflik
Belajar dan mengimplementasikan cara mengatasi konflik dengan baik. Penelitian yang dipublikasikan dalam 'Journal of Family Psychology' menemukan bahwa karakteristik pernikahan yang awet adalah bisa memaafkan dan mengatasi konflik. Kurangnya kemampuan untuk bisa menyelesaikan masalah dengan pasangan bisa menciptakan kebencian yang semakin lama bisa semakin menumpuk. Untuk itu dibutuhkan, 'ketrampilan' dalam menyelesaikan konflik dengan mampu bernegosiasi secara adil dan fleksibel untuk mendapatkan situasi yang bisa saling diterima.
3. Mengembangkan Diri
Meski telah menikah, bukan berarti Anda menjadi terpaku padasuami, anak atau urusan rumah tangga belaka. Sebagai individu, Anda pun harus mengembangkan diri dan memiliki 'me time' atau waktu sendiri. Hal ini akan membuat Anda merasa puas dengan diri sendiri. Ketika hal tersebut terpenuhi, maka Anda pun bisa menjadi istri dan ibu yang baik dalam rumah tangga karena meminimalisir dari stres. Tetaplah melakukan aktifitas yang disukai, berkumpul dengan teman atau memanjakan diri sendiri di spa.
4. Menjadi Sahabat Untuk Pasangan
Masih dalam penelitian University of Missouri dijelaskan bahwa pernikahan yang ideal adalah bisa saling menjadi teman, bukan sekedar tanggung jawab sebagai suami atau istri. Hal-hal kecil seperti memberikan pujian, menyelipkan notes atau nonton film bersama dapat membuat pernikahan berjalan lebih harmonis.
(kik/hst)
Pada data dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention juga mengungkapkan bahwa satu per tiga pria yang diteliti mengalami perceraian setelah 10 tahun menikah. Sedangkan wanita, lebih banyak mengalami perceraian setelah 20 tahun menikah. Meski data statistik tersebut mengungkapkan fakta yang cukup suram dan tidak perlu dipercaya, namun dijadikan sebagai pembelajaran, tidak ada salahnya pasangan menikah untuk terus berjuang untuk mempertahankan rumah tangga. Inilah cara untuk menghindari perceraian setelah menikah lebih dari 10 tahun.
1. Membangun Sikap Positif
University of Missouri di Kansas, Amerika pernah menganalisa bahwa pasangan yang memiliki pemikiran yang saling positif memiliki kehidupan pernikahan yang lebih panjang. Dasar dari sikap positif terpancar dari perilaku pasangan yang bisa saling mendengarkan dan mengapresiasi pasangan. Selain itu saling merayakan pencapaian pasangan sehingga menciptakan rumah tangga yang harmonis karena saling merasa puas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Mengatasi Konflik
Belajar dan mengimplementasikan cara mengatasi konflik dengan baik. Penelitian yang dipublikasikan dalam 'Journal of Family Psychology' menemukan bahwa karakteristik pernikahan yang awet adalah bisa memaafkan dan mengatasi konflik. Kurangnya kemampuan untuk bisa menyelesaikan masalah dengan pasangan bisa menciptakan kebencian yang semakin lama bisa semakin menumpuk. Untuk itu dibutuhkan, 'ketrampilan' dalam menyelesaikan konflik dengan mampu bernegosiasi secara adil dan fleksibel untuk mendapatkan situasi yang bisa saling diterima.
3. Mengembangkan Diri
Meski telah menikah, bukan berarti Anda menjadi terpaku padasuami, anak atau urusan rumah tangga belaka. Sebagai individu, Anda pun harus mengembangkan diri dan memiliki 'me time' atau waktu sendiri. Hal ini akan membuat Anda merasa puas dengan diri sendiri. Ketika hal tersebut terpenuhi, maka Anda pun bisa menjadi istri dan ibu yang baik dalam rumah tangga karena meminimalisir dari stres. Tetaplah melakukan aktifitas yang disukai, berkumpul dengan teman atau memanjakan diri sendiri di spa.
4. Menjadi Sahabat Untuk Pasangan
Masih dalam penelitian University of Missouri dijelaskan bahwa pernikahan yang ideal adalah bisa saling menjadi teman, bukan sekedar tanggung jawab sebagai suami atau istri. Hal-hal kecil seperti memberikan pujian, menyelipkan notes atau nonton film bersama dapat membuat pernikahan berjalan lebih harmonis.
(kik/hst)











































