Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Jadi Kontroversi, Wanita Gelar Pertunangan Suami dan Calon Istri Kedua

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 25 Mei 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Istri Gelar Pertunangan Suami dan Calon Istri Kedua.
Istri (kiri) gelar pertunangan suami dan calon istri kedua. Foto: Dok. Amarin TV, Khaosod English
Jakarta -

Sebuah kisah cinta tak biasa ramai jadi perbincangan di media sosial. Seorang wanita viral setelah menggelar prosesi pertunangan untuk suaminya dengan wanita lain yang akan menjadi istri kedua.

Menurut laporan Bangkok Post, acara tersebut berlangsung pada 15 Mei 2026 di Desa Ban Nong Phai, Provinsi Chaiyaphum, Thailand. Lamaran digelar meriah, lengkap dengan iring-iringan mobil dan sepeda motor layaknya prosesi pernikahan tradisional.

Yupin Thadthai, sang istri pertama, yang memimpin prosesi tersebut. Dia bahkan menyerahkan seserahan senilai 300.000 baht atau sekitar Rp 164 juta, ditambah emas Rp 191 jutaan untuk menyambut calon istri kedua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah Onuma Janpeng, wanita muda yang akan dipinang sebagai istri kedua suaminya, Wisanu Prangchaiyaphum.

Yupin dan Wisanu diketahui telah menikah lebih dari 20 tahun dan memiliki seorang anak. Pasangan ini juga menjalankan bisnis perlengkapan audio dan sejumlah tempat hiburan.

ADVERTISEMENT

Menjelaskan keputusannya, Yupin mengatakan bahwa dia sudah mengenal Onuma selama lebih dari 10 tahun. Menurutnya, mereka memiliki latar belakang emosional yang mirip.

Istri Gelar Pertunangan Suami dan Calon Istri Kedua.Istri (tengah-belakang, memakai gaun cokelat) gelar pertunangan suami dan calon istri kedua. Foto: Dok. Amarin TV, Khaosod English

"Saya dan Onuma sama-sama tumbuh tanpa banyak dukungan emosional," ujarnya.

Dia mengaku sengaja mengadakan upacara tersebut agar hubungan mereka tidak menjadi bahan gosip, sekaligus memberikan pengakuan terbuka kepada Onuma sebagai pasangan Wisanu di mata komunitas mereka.

Sementara itu, Wisanu mengatakan bahwa ketiganya berencana hidup bersama dalam jangka panjang, termasuk berbagi kasih sayang dan aset secara setara.

"Kami membangun kehidupan ini bersama. Rahasianya sederhana: memberikan cinta dan keadilan kepada keduanya," katanya.

Pemerintah Thailand sebenarnya telah menghapus praktik poligami sejak 1935 dan secara hukum hanya mengakui pernikahan monogami. Namun praktik memiliki lebih dari satu pasangan masih ditemukan di sejumlah masyarakat.

Tak butuh waktu lama, foto-foto Yupin yang memimpin prosesi tersebut viral di media sosial Thailand. Respons publik pun terbagi. Sebagian merasa syok dan mempertanyakan keputusan itu, sementara yang lain justru memuji keterbukaan dan kejujuran keluarga tersebut.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads