7 Insiden Paling Sering Terjadi Saat Bercinta, Sex Toys Tertinggal di Miss V

Hestianingsih - wolipop Kamis, 27 Mei 2021 19:30 WIB
Couple having arguments and sexual problems in bed Ilustrasi pasangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/nd3000
Jakarta -

Kecelakaan saat bercinta bisa saja terjadi jika pasangan tidak berhati-hati. Berdasarkan survei yang dilakukan Superdrug, setidaknya 62 persen orang pernah mengalami cedera saat melakukan hubungan seksual.

Seks yang kasar dengan gaya ekstrem merupakan penyebab utama terjadinya kecelakaan saat bercinta. Meski begitu, tidak sedikit pula responden yang melaporkan mengalami kecelakaan saat bercinta dengan posisi klasik seperti misionaris atau doggy style.

Ini tujuh kecelakaan paling sering terjadi saat bercinta menurut survei, seperti dikutip dari Daily Mail.

1. Sex Toys 'Tertinggal' di Vagina

Penggunaan sex toys bisa membuat sesi bercinta makin 'berbumbu' dan 'panas'. Tapi jika terlalu antusias dan bersemangat, alat bantu seks seperti dildo dan vibrator bisa saja 'hilang' karena tertinggal di dalam vagina.

Umumnya sex toys masuk terlalu dalam ke liang vagina sehingga membuatnya sulit dikeluarkan. Biasanya sex toys bisa tertinggal di atas atau belakang serviks. Jika tidak segera ditangani kecelakaan ini bisa menyebabkan nyeri pada area perut hingga pendarahan. Untuk itu sebaiknya berhati-hati dan jangan 'lupa diri' saat bercinta menggunakan alat tambahan.

2. Fraktur Penis

Penis bisa mengalami fraktur atau retak meskipun tidak memiliki tulang. Kecelakaan saat bercinta ini bisa terjadi ketika penis mendapat tekanan atau dorongan yang terlalu kuat atau dipaksakan.

Biasanya risiko terjadinya fraktur penis lebih tinggi jika bercinta dengan posisi woman on top, spooning atau doggy style. Fraktur penis juga bisa dialami pria jika terbentur benda keras saat terlalu semangat penetrasi seks. Jika pasangan mengalami cedera ini, segera minta pertolongan ke IGD.

3. Reaksi Alergi

Cairan lubrikan, kondom, parfum atau aftershave bisa memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif. Biasanya ditandai dengan gejala seperti gatal-gatal, kemerahan, bengkak atau rasa terbakar pada alat vital setelah bercinta.

Reaksi alergi ini umumnya muncul sekitar 10 - 30 menit setelah penetrasi seks dan bisa terjadi selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Pada kasus langka, seseorang juga bisa alergi terhadap air mani pasangannya sendiri.

Jika ada salah satu yang punya sejarah alergi, sebaiknya sediakan selalu obat untuk mengatasi gejala-gejala yang mungkin timbul. Lebih baik mencegah daripada menyesal.

4. Nyeri Otot dan Pegal-pegal

Posisi bercinta yang sulit seperti sambil berdiri, gaya lotus atau gunting umumnya membuat otot dan persendian tubuh bekerja lebih keras dari biasanya. Ketika mendapat tekanan lebih berat, maka otot dan sendi akan menegang dan akhirnya menimbulkan sakit di keesokan harinya.

Bagi pemula atau pengantin baru, sebaiknya pilih posisi yang aman untuk bercinta. Misalnya misionaris, doggy style atau spooning.

5. Kulit Lecet-lecet

Saat berhubungan seks, bagian tubuh yang rentan cedera antara lain lengan atau tumit terkilir, lecet dan punggung sakit. Belum lagi jika aktivitas seks dilakukan dilakukan di permukaan yang keras atau kasar seperti lantai dan karpet.

Bercinta di permukaan yang keras dan kasar bisa menyebabkan tubuh lecet-lecet karena terjadinya gesekan yang intens. Agar sesi bercinta lebih aman, pilihlah tempat yang nyaman seperti tempat tidur, matras atau sofa.

6. Vagina Lecet Hingga Robek

Vagina bisa mengalami lecet bahkan robek jika seks dilakukan terlalu bersemangat. Penyebab paling umum karena penetrasi seks dilakukan sebelum wanita terangsang secara seksual dan tidak mendapatkan lubrikasi yang cukup. Maka dari itu sangat penting menyiapkan cairan lubrikan untuk mencegahnya.

Vagina lecet juga bisa terjadi akibat gerakan penetrasi yang terlalu kasar atau cepat. Lecet pada vagina biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi apabila terjadi robekan yang cukup besar, segera berobat ke dokter untuk diberikan penanganan atau antibiotik, guna mencegah terjadinya infeksi.

7. Kepala Terbentur

Gerakan menghentak saat penetrasi seks mungkin bisa menyebabkan kepala pasangan terbentur sandaran atau pinggiran tempat tidur. Hal tersebut bisa mengakibatkan kepala memar-memar, bahkan hingga pingsan bila benturan keras berkali-kali menimpa kepala. Untuk menghindarinya, tempatkan bantal di dekat sandaran tempat tidur atau beli tempat tidur dengan sandaran yang empuk.

(hst/hst)