Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cara Menghilangkan Jerawat: Lakukan 3 Resolusi Kecantikan Ini di 2026

Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 08 Jan 2026 08:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Rekomendasi 3 Serum Korea Biar Kulit Lebih Tenang, Halus, dan Bebas Jerawat!
Foto: Shopee
Jakarta -

Sebal dengan jerawat yang membandel? Yuk lakukan resolusi kecantikan ini di 2026.

Jerawat masih menjadi salah satu masalah kulit yang paling sering dikeluhkan, baik oleh remaja maupun orang dewasa. Tidak sedikit orang merasa sudah mencoba berbagai produk dan perawatan, tapi jerawat tetap saja muncul dan sulit dikendalikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut kerap menimbulkan rasa frustrasi hingga menurunkan rasa percaya diri. Padahal menurut para dokter kulit, kulit berjerawat sebenarnya bisa ditangani dengan lebih baik jika perawatannya dilakukan secara tepat dan konsisten.

Banyak kasus jerawat memburuk bukan karena kurangnya produk, melainkan kesalahan dalam cara penggunaan dan kebiasaan perawatan sehari-hari. Dibanding terus berganti-ganti produk, para dermatolog menyarankan untuk mulai membuat 'resolusi kecantikan' yang realistis.

ADVERTISEMENT

Mengutip situs American Academy of Dermatology Association, mari simak tiga resolusi kecantikan yang bisa dilakukan sebagai cara menghilangkan jerawat secara bertahap dan aman:

1. Konsisten Perawatan Jerawat dan Bersabar Menunggu Hasil

Salah satu kesalahan paling umum dalam mengatasi jerawat adalah terlalu sering mengganti produk. Banyak orang berharap jerawat bisa hilang dalam hitungan hari sehingga langsung mencoba produk baru setiap kali muncul jerawat.

Padahal dokter kulit menegaskan bahwa perawatan jerawat membutuhkan waktu untuk bekerja secara optimal. Para dermatolog menyarankan agar satu produk jerawat digunakan setidaknya selama 4 hingga 6 minggu sebelum menilai hasilnya.

Jika perawatan tersebut cocok, biasanya akan terlihat perbaikan bertahap dalam rentang waktu tersebut. Bahkan untuk mendapatkan kulit yang benar-benar bersih, dibutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan atau lebih.

Mengganti produk terlalu cepat justru bisa mengiritasi kulit dan memicu jerawat baru. Jika sudah terlihat adanya perbaikan, perawatan sebaiknya tetap dilanjutkan. Bahkan saat jerawat mulai mereda, pengobatan tetap perlu digunakan untuk mencegah timbulnya jerawat baru.

Konsistensi menjadi kunci utama agar hasil yang didapatkan bisa bertahan lama.

2. Pakai Kombinasi Bahan Aktif yang Tepat

Skincare yang Tidak Boleh Digabung

Foto: Dok. Brand

Jerawat tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Bakteri, pori-pori tersumbat, produksi minyak berlebih, dan peradangan semuanya berperan dalam munculnya jerawat.

Untuk itu, bila setelah 4 hingga 6 minggu tidak terlihat perbaikan, dermatolog menyarankan untuk menambahkan produk kedua yang menargetkan penyebab jerawat yang berbeda. Namun penambahan produk ini harus dilakukan dengan bijak.

Sebagai contoh, jika sudah menggunakan produk dengan kandungan benzoyl peroxide untuk mengurangi bakteri penyebab jerawat, produk kedua sebaiknya mengandung bahan aktif lain, seperti retinoid atau asam salisilat. Retinoid, seperti adapalene, membantu membuka pori-pori dan mengurangi minyak berlebih, sementara asam salisilat berfungsi meredakan peradangan sekaligus membersihkan pori-pori.

Meski banyak produk jerawat tersedia bebas tanpa resep dokter, sebaiknya kamu tidak mencoba terlalu banyak produk sekaligus. Cukup satu atau dua produk dengan bahan aktif yang tepat, lalu beri waktu bagi kulit untuk beradaptasi.

Terlalu banyak produk justru bisa membuat kulit 'stres' dan memperparah jerawat.

3. Menerapkan Rutinitas Skincare yang Tepat

Skin Care Concept. Beautiful Millennial Woman Applying Face Serum Near Mirror, Happy Young Female Standing In Bathroom, Making Daily Skincare Routine At Home, Selective Focus On Reflection

Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio.

Resolusi kecantikan terakhir yang tak kalah penting dengan memperbaiki kebiasaan skincare sehari-hari. Kulit berjerawat cenderung sensitif sehingga membutuhkan perlakuan yang lembut.

Dokter kulit merekomendasikan mencuci wajah dua kali sehari, yakni saat bangun dan sebelum tidur, serta setelah berkeringat. Mencuci wajah terlalu sering justru dapat mengiritasi kulit dan memperburuk jerawat.

Selain itu, kebiasaan menggosok wajah dengan keras sebaiknya dihindari. Meski kulit terasa berminyak atau kotor, menggosok wajah hanya akan memperparah peradangan. Bersihkan wajah secara lembut dengan pembersih yang sesuai jauh lebih efektif untuk menjaga kesehatan kulit.

Pemilihan produk perawatan dan kosmetik pun berperan besar. Gunakan produk yang berlabel non-comedogenic, oil free, atau tidak menyumbat pori.

Meski demikian, tidak semua produk cocok untuk setiap orang. Jika masih muncul jerawat, mungkin diperlukan beberapa kali percobaan hingga menemukan produk yang paling sesuai dengan kondisi kulit.

Tak kalah penting, hindari kebiasaan menyentuh, memencet, atau memecahkan jerawat. Menurut para ahli, memencet jerawat justru dapat memperparah kondisi kulit dan meningkatkan risiko bekas jerawat.

Jika jerawat masih membandel meski sudah menerapkan berbagai langkah tersebut, berkonsultasi dengan dokter kulit menjadi solusi terbaik.

Dengan perawatan modern dan bantuan dermatolog, hampir semua jenis jerawat sebenarnya dapat diatasi. Dokter kulit bisa menyusun rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhanmu.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads