Bingung Kenapa Istri Sulit Tidur Setelah Seks? Ternyata Ini Sebabnya
Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 16 Jan 2020 22:00 WIB
Jakarta
-
Buat para istri, efek seks mereka rasakan berbeda dari para suami. Setelah mencapai klimaks, suami biasanya tidur, sementara istri terjaga. Kenapa demikian?
Seperti dikutip drpsychmom, menurut psikolog klinis, Dr. Samantha Rodman, seks cenderung membuat wanita merasa berenergi dan intim dengan pasangannya. Hal itulah yang menyebabkan mereka jadi merasa tidak mengantuk meskipun berhasil mendapatkan orgasme saat bercinta.
Berdasarkan hasil penelitian, reaksi otak pria dan wanita memang berbeda setelah mereka mendapatkan orgasme. Dari riset yang dilakukan ahli syaraf asal Prancis, Serge Stoleru diketahui, pasca orgasme saat dilihat dari hasil scan, area otak pria yaitu cerebral cortex atau area untuk berpikir, akan shut down atau mati. Sedangkan dua area lainnya, cingulate cortex dan amygdala, akan memerintahkan otak untuk menghentikan keinginan bercinta.
"Setelah pria orgasme, mereka biasanya merasakan periode istirahat dimana mereka tidak bisa merasa bergairah. Sebaliknya wanita merasakan berbeda. Wanita seperti tidak merasakan periode istirahat ini dan justru meminta untuk bercinta lagi saat pasangannya justru ingin istirahat," ujar Serge seperti dikutip Mail Online.
Setelah orgasme, tubuh memang melepaskan hormon endorfin. Hormon ini diasosiakan dengan hormon yang membuat tubuh merasa relaks. Bagi pria, relaksasi yang dirasakan membuat mereka mengantuk. Sedangkan pada wanita, saat relaks, mereka justru bersemangat untuk melakukan hal lain, seperti sesi bercinta selanjutnya.
Jika Anda termasuk wanita yang sulit tidur setelah bercinta, Dr. Samantha mengatakan tidak usah terlalu mengkhawatirkan masalah tersebut. Dia menyarankan jika memang Anda ingin segera merasa mengantuk, cobalah untuk keluar dari tempat tidur dan menuju ruangan lain selama 15 menit. Lakukan kegiatan yang tidak terlalu banyak menguras tenaga seperti membaca buku ringan. Hindari memainkan smartphone di tempat tidur.
Anne-Marie Chang, asisten profesor kesehatan perilaku tidur (bio-behavioural) di Pennsylvania State University, Amerika Serikat menyatakan sebagian besar perangkat elektronik memancarkan cahaya yang dinamakan 'short wavelength enriched'. Konsentrasi cahayanya lebih tinggi dari cahaya biru dan berbeda dari cahaya lampu ruangan atau lampu tidur biasa. Cahaya itulah yang sangat memengaruhi pola tidur dan ritme sirkadian pada manusia. (eny/eny)
Seperti dikutip drpsychmom, menurut psikolog klinis, Dr. Samantha Rodman, seks cenderung membuat wanita merasa berenergi dan intim dengan pasangannya. Hal itulah yang menyebabkan mereka jadi merasa tidak mengantuk meskipun berhasil mendapatkan orgasme saat bercinta.
Berdasarkan hasil penelitian, reaksi otak pria dan wanita memang berbeda setelah mereka mendapatkan orgasme. Dari riset yang dilakukan ahli syaraf asal Prancis, Serge Stoleru diketahui, pasca orgasme saat dilihat dari hasil scan, area otak pria yaitu cerebral cortex atau area untuk berpikir, akan shut down atau mati. Sedangkan dua area lainnya, cingulate cortex dan amygdala, akan memerintahkan otak untuk menghentikan keinginan bercinta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. iStock |
"Setelah pria orgasme, mereka biasanya merasakan periode istirahat dimana mereka tidak bisa merasa bergairah. Sebaliknya wanita merasakan berbeda. Wanita seperti tidak merasakan periode istirahat ini dan justru meminta untuk bercinta lagi saat pasangannya justru ingin istirahat," ujar Serge seperti dikutip Mail Online.
Setelah orgasme, tubuh memang melepaskan hormon endorfin. Hormon ini diasosiakan dengan hormon yang membuat tubuh merasa relaks. Bagi pria, relaksasi yang dirasakan membuat mereka mengantuk. Sedangkan pada wanita, saat relaks, mereka justru bersemangat untuk melakukan hal lain, seperti sesi bercinta selanjutnya.
Jika Anda termasuk wanita yang sulit tidur setelah bercinta, Dr. Samantha mengatakan tidak usah terlalu mengkhawatirkan masalah tersebut. Dia menyarankan jika memang Anda ingin segera merasa mengantuk, cobalah untuk keluar dari tempat tidur dan menuju ruangan lain selama 15 menit. Lakukan kegiatan yang tidak terlalu banyak menguras tenaga seperti membaca buku ringan. Hindari memainkan smartphone di tempat tidur.
Anne-Marie Chang, asisten profesor kesehatan perilaku tidur (bio-behavioural) di Pennsylvania State University, Amerika Serikat menyatakan sebagian besar perangkat elektronik memancarkan cahaya yang dinamakan 'short wavelength enriched'. Konsentrasi cahayanya lebih tinggi dari cahaya biru dan berbeda dari cahaya lampu ruangan atau lampu tidur biasa. Cahaya itulah yang sangat memengaruhi pola tidur dan ritme sirkadian pada manusia. (eny/eny)
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singka
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Tunda Buang Air Kecil Setelah Bercinta Bisa Sebabkan ISK, Mitos atau Fakta?
Alasan Tak Terduga Istri Tolak Ajakan Bercinta Menurut Survei, Suami Perlu Tahu
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
2
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
3
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
4
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
5
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
MOST COMMENTED












































