4 Hal yang Bisa Terjadi Pada Kehidupan Seks Wanita Setelah Melahirkan
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 20 Jan 2014 19:32 WIB
Jakarta
-
Melahirkan bisa menimbulkan kondisi traumatis pada wanita. Apalagi jika wanita tersebut menjalani proses persalinan yang panjang dan menyakitkan. Apa yang terjadi saat persalinan itu bisa mempengaruhi kehidupan seks wanita setelah bayi lahir.
Seks bisa jadi ada di prioritas terakhir untuk wanita yang mengalami trauma karena melahirkan. Bukan hanya wanita yang trauma saja, mereka yang setelah melahirkan merasa baik-baik saja pun bisa memasukkan seks di urutan terakhir daftar kegiatan. Kelelahan mengurus bayi, diri sendiri, suami dan juga pekerjaan rumah tangga lah yang menyebakan seks tak lagi menjadi prioritas. Apakah hal ini Anda alami?
Pastinya Anda tidak sendirian. Survei yang dilakukan Murdoch Childrens Research Institute, Australia menunjukkan 65% wanita baru merasa peraya diri dan tertarik untuk bercinta, dua bulan setelah melahirkan. Bagaimana dengan Anda? Berikut ini uraian empat hal yang bisa terjadi pada kehidupan seks wanita setelah melahirkan:
1. Hot & Cold
Wanita tipe pertama ini merasakan gairah seksnya naik-turun. Terkadang dia sangat ingin bercinta dengan suami, namun pada menit berikutnya gairah tersebut hilang begitu saja. Ketika gairah hilang, si wanita bisa benar-benar merasa tidak ingin disentuh oleh sang suami. Pada kondisi ini, wanita dihadapkan pada kebingungan akan gairahnya sendiri. Apalagi ketika agenda bercinta sudah dijadwalkan. Wanita merasa pada hari yang sudah ditentukan itu dirinya siap bercinta, namun kenyataannya saat hari-H gairahnya hilang. Lantas bagaimana solusinya? Ketika memang gairah itu datang, coba wujudkan bersama suami. Singkirkan dulu segala pikiran yang bisa membuat gairah tersebut hilang, kecuali memang berhubungan dengan urusan merawat bayi. Kalau alasan Anda menunda atau memupuskan gairah tersebut hanya karena terlalu lelah atau masih ada pekerjaan rumah yang belum dikerjakan, seks tersebut tidak akan pernah terwujud.
2. Hot Hot Hot
Wanita yang termasuk tipe ini tidak merasakan penurunan gairah seks setelah melahirkan. Dia justru ingin bercinta dan selalu merasa siap. Wanita tipe ini sama sekali tidak kesulitan untuk membuat dirinya mood berhubungan seks. Gairah tersebut bisa dipanggil kapanpun di manapun.
3. Cold as Ice
Wanita yang berada pada kondisi ini sama sekali tidak tertarik pada seks. Bagi mereka, jika memungkinkan seks ditunda selama mungkin setelah melahirkan. Penyebabnya tidak lain karena perasaan takut akibat trauma saat proses persalinan yang menyakitkan. Wanita tipe ini merasa seks lah yang membuat mereka merasakan kesakitan tersebut. Dan saat melakukannya, wanita juga khawatir aktivitas intim tersebut bisa menyebabkan nyeri. Kondisi ini jika terjadi selama tiga bulan setelah melahirkan, masih wajar. Namun kalau sudah lewat dari tiga bulan, Anda sebaiknya membicarakannya dengan suami atau dokter kandungan.
4. Warm & Frightened
Sebagian besar wanita yang baru saja melahirkan berada di tipe keempat ini. Mereka sebenarnya ingin merasakan lagi bercinta, namun tidak yakin apakah akan menyakitkan atau tidak atau apakah akan masih terasa sama seperti sebelum melahirkan. Apa yang dirasakan wanita tipe keempat ini adalah hal wajar. Memang setelah melahirkan, bagi beberapa wanita seks bisa terasa menyakitkan. Profesor bidang ginekologi di Northwestern University dan penulis 'Love Sex Again', Dr. Lauren Streicher, mengatakan rasa sakit ini disebabkan karena Miss V tidak memiliki cairan lubrikasi yang cukup. Apa penyebabnya? "Karena menurunnya produksi hormon estrogen, khususnya pada wanita yang menyusui," jelasnya. Jika ini yang Anda alami, minta suami melakukan foreplay lebih lama atau dengan cara berbeda. Anda juga bisa memakai cairan lubrikasi berbahan dasar air yang dijual di apotek.
(eny/eny)
Seks bisa jadi ada di prioritas terakhir untuk wanita yang mengalami trauma karena melahirkan. Bukan hanya wanita yang trauma saja, mereka yang setelah melahirkan merasa baik-baik saja pun bisa memasukkan seks di urutan terakhir daftar kegiatan. Kelelahan mengurus bayi, diri sendiri, suami dan juga pekerjaan rumah tangga lah yang menyebakan seks tak lagi menjadi prioritas. Apakah hal ini Anda alami?
Pastinya Anda tidak sendirian. Survei yang dilakukan Murdoch Childrens Research Institute, Australia menunjukkan 65% wanita baru merasa peraya diri dan tertarik untuk bercinta, dua bulan setelah melahirkan. Bagaimana dengan Anda? Berikut ini uraian empat hal yang bisa terjadi pada kehidupan seks wanita setelah melahirkan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita tipe pertama ini merasakan gairah seksnya naik-turun. Terkadang dia sangat ingin bercinta dengan suami, namun pada menit berikutnya gairah tersebut hilang begitu saja. Ketika gairah hilang, si wanita bisa benar-benar merasa tidak ingin disentuh oleh sang suami. Pada kondisi ini, wanita dihadapkan pada kebingungan akan gairahnya sendiri. Apalagi ketika agenda bercinta sudah dijadwalkan. Wanita merasa pada hari yang sudah ditentukan itu dirinya siap bercinta, namun kenyataannya saat hari-H gairahnya hilang. Lantas bagaimana solusinya? Ketika memang gairah itu datang, coba wujudkan bersama suami. Singkirkan dulu segala pikiran yang bisa membuat gairah tersebut hilang, kecuali memang berhubungan dengan urusan merawat bayi. Kalau alasan Anda menunda atau memupuskan gairah tersebut hanya karena terlalu lelah atau masih ada pekerjaan rumah yang belum dikerjakan, seks tersebut tidak akan pernah terwujud.
2. Hot Hot Hot
Wanita yang termasuk tipe ini tidak merasakan penurunan gairah seks setelah melahirkan. Dia justru ingin bercinta dan selalu merasa siap. Wanita tipe ini sama sekali tidak kesulitan untuk membuat dirinya mood berhubungan seks. Gairah tersebut bisa dipanggil kapanpun di manapun.
3. Cold as Ice
Wanita yang berada pada kondisi ini sama sekali tidak tertarik pada seks. Bagi mereka, jika memungkinkan seks ditunda selama mungkin setelah melahirkan. Penyebabnya tidak lain karena perasaan takut akibat trauma saat proses persalinan yang menyakitkan. Wanita tipe ini merasa seks lah yang membuat mereka merasakan kesakitan tersebut. Dan saat melakukannya, wanita juga khawatir aktivitas intim tersebut bisa menyebabkan nyeri. Kondisi ini jika terjadi selama tiga bulan setelah melahirkan, masih wajar. Namun kalau sudah lewat dari tiga bulan, Anda sebaiknya membicarakannya dengan suami atau dokter kandungan.
4. Warm & Frightened
Sebagian besar wanita yang baru saja melahirkan berada di tipe keempat ini. Mereka sebenarnya ingin merasakan lagi bercinta, namun tidak yakin apakah akan menyakitkan atau tidak atau apakah akan masih terasa sama seperti sebelum melahirkan. Apa yang dirasakan wanita tipe keempat ini adalah hal wajar. Memang setelah melahirkan, bagi beberapa wanita seks bisa terasa menyakitkan. Profesor bidang ginekologi di Northwestern University dan penulis 'Love Sex Again', Dr. Lauren Streicher, mengatakan rasa sakit ini disebabkan karena Miss V tidak memiliki cairan lubrikasi yang cukup. Apa penyebabnya? "Karena menurunnya produksi hormon estrogen, khususnya pada wanita yang menyusui," jelasnya. Jika ini yang Anda alami, minta suami melakukan foreplay lebih lama atau dengan cara berbeda. Anda juga bisa memakai cairan lubrikasi berbahan dasar air yang dijual di apotek.
(eny/eny)











































