Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kisah Ibu 3 Anak Jalani Mommy Makeover, Niat Kembali 'Gadis' Berakhir Tragis

Vina Oktiani - wolipop
Rabu, 08 Jul 2026 08:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Rachel Tussey
Foto: TikTok/@midlifeunmuted--
Jakarta -

Bagi banyak ibu, mendapatkan kembali bentuk tubuh yang ideal setelah melahirkan menjadi impian tersendiri. Tak sedikit yang memilih menjalani prosedur operasi plastik demi meningkatkan rasa percaya diri dan membuat penampilannya terlihat bak kembali gadis. Namun, kisah Rachel Tussey menjadi pengingat bahwa setiap tindakan medis tetap memiliki risiko.

Melansir news.com.au, Rachel Tussey, ibu tiga anak asal Ohio, Amerika Serikat, meninggal dunia setelah mengalami komplikasi serius usai menjalani operasi tummy tuck atau abdominoplasty yang menjadi bagian dari prosedur mommy makeover. Perempuan berusia 47 tahun itu sempat dinyatakan mengalami mati batang otak setelah kondisinya memburuk pasca operasi.

Setelah beberapa hari bertahan dengan alat bantu hidup, Rachel mengembuskan napas terakhir pada Selasa malam di Cincinnati usai keluarganya memutuskan menghentikan perawatan penunjang kehidupan. Kabar duka tersebut disampaikan sang suami, Jeremy Tussey, melalui laman penggalangan dana GoFundMe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semalam, istri saya Rachel telah mengakhiri perjuangannya saat berada dalam perawatan hospice. Rachel adalah istri, ibu, dan pribadi luar biasa yang telah menyentuh begitu banyak kehidupan. Kami akan selalu mengenangnya," tulis Jeremy.

Rachel TusseyRachel Tussey Foto: TikTok/@midlifeunmuted--

Sebelum menjalani operasi pada 25 Februari, Rachel rutin membagikan persiapannya kepada sekitar 78 ribu pengikutnya di TikTok. Ia mengaku telah menantikan prosedur tersebut sejak lama.

ADVERTISEMENT

Dalam video terakhir sebelum operasi, Rachel tampak penuh semangat. Ia mengatakan dirinya berada di tangan yang tepat dan percaya bahwa Tuhan akan menjaganya.

Namun, situasi berubah tak lama setelah operasi selesai. Jeremy mengungkapkan bahwa saat tiba di rumah sakit, ia melihat wajah Rachel tampak pucat, bibirnya membiru, dan tidak memberikan respon ketika namanya dipanggil.

Merasa ada yang tak beres, Jeremy sendiri mengaku heran karena menurutnya tidak terlihat adanya tindakan yang mendesak dari tim medis. Dokter bedah plastik yang menangani Rachel kemudian dipanggil kembali dan meminta agar segera menghubungi layanan darurat.

Dalam video yang diunggah setelah kejadian, Jeremy memperlihatkan Rachel yang telah terpasang ventilator. Ia mengatakan istrinya diduga tidak mendapatkan pasokan oksigen selama lebih dari enam menit, hingga akhirnya dokter menyatakan Rachel mengalami mati batang otak.

Rachel menjalani perawatan menggunakan alat bantu pernapasan selama beberapa hari. Setelah mempertimbangkan kondisinya bersama tim medis, keluarga akhirnya memutuskan untuk menghentikan alat penunjang kehidupan.

Kepergian Rachel memicu banjir ucapan belasungkawa di media sosial. Banyak warganet meninggalkan komentar pada video-video yang diunggahnya sebelum operasi.

Sebagian besar mengaku sedih melihat Rachel yang begitu antusias menjalani prosedur demi mewujudkan keinginannya, tetapi justru mengalami akhir yang tragis. Kisahnya pun memicu perbincangan mengenai risiko operasi plastik dan pentingnya penanganan cepat apabila terjadi komplikasi setelah tindakan medis.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads