Istri Zohran Mamdani Dikritik Usai Retret Islam, Absen di Hari Kemerdekaan AS
Rama Duwaji, istri Wali Kota New York Zohran Mamdani, kembali menjadi sorotan setelah diketahui menghadiri retret spiritual Islam di Mallorca, Spanyol, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli. Kepergian seniman keturunan Suriah tersebut menjadi bahan kritik sejumlah politisi Partai Republik dan komentator konservatif di Amerika Serikat.
Namun di sisi lain, pendukung Duwaji menilai sorotan terhadap dirinya tidak lepas dari identitasnya sebagai muslim sekaligus sikap politik keluarganya yang vokal mendukung hak-hak rakyat Palestina.
Ia diketahui berangkat dari Bandara Internasional Newark pada awal pekan menuju Palma de Mallorca untuk mengikuti program 'Plants of the Quran' yang diselenggarakan oleh organisasi The Women's Sanctuary. Retret tersebut mengangkat tema tanaman yang disebut dalam Al-Qur'an melalui kegiatan seni, lokakarya botani, serta refleksi spiritual. Duwaji sendiri menjadi salah satu tuan rumah alam acara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah program di Mallorca berakhir, ia dijadwalkan memandu retret lain di Corsica, Prancis, bertajuk 'Mary in the Quran', yang membahas sosok Maryam sebagai perempuan yang sangat dihormati dalam Al-Qur'an.
Rama Duwaji (Photo by Gilbert Flores/WWD via Getty Images) Foto: Gilbert Flores/WWD via Getty Images |
Keberangkatan Duwaji memicu kritik dari sejumlah tokoh konservatif Amerika. Komentator konservatif Arynne Wexler mengunggah foto Duwaji saat berada di bandara dan menyindir perjalanan tersebut dilakukan ketika Zohran Mamdani sebelumnya mengimbau warga New York menghemat penggunaan pendingin ruangan saat gelombang panas melanda kota.
Beberapa politisi Partai Republik juga mempertanyakan absennya Duwaji dalam rangkaian peringatan 250 tahun Amerika Serikat. Anggota Dewan Kota New York Joann Ariola mengatakan dirinya tidak terkejut dengan keputusan tersebut karena menurutnya Duwaji selama ini telah menunjukkan sikap kritis terhadap Amerika Serikat.
Sementara itu, anggota dewan Frank Morano menilai momen perayaan nasional seharusnya menjadi kesempatan bagi keluarga wali kota untuk hadir bersama masyarakat.
Perjalanan Duwaji juga kembali memunculkan pembahasan mengenai unggahan media sosial lamanya yang sempat menjadi kontroversi. Beberapa unggahan lama yang kemudian dihapus berisi kritik terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan dukungan terhadap perjuangan Palestina. Sebagian unggahan tersebut sebelumnya telah menuai kecaman karena dinilai kontroversial. Rama Duwaji telah meminta maaf atas sejumlah unggahan lama tersebut.
(kik/kik)











































