Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Yang Dilakukan Saat Clubbing: Minum & Sosialisasi

Ferdy Thaeras - wolipop
Selasa, 22 Mei 2012 09:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Banyaknya klub malam di seluruh dunia tidak terlepas dari perkembangan gaya hidup masyarakatnya. Hampir setiap kota besar memiliki klub malam yang memberikan hiburan dengan konsep yang berbeda-beda. Namun pada dasarnya, apa yang membuat orang berbondong-bondong mencari hiburan di klub malam?

Menurut Kiki Utara, PR Director dari Ismaya Group yang menaungi club Dragonfly dan Blowfish, aktivitas pergi ke klub malam yang disebut 'clubbing' menjadi opsi hiburan untuk merelakskan diri. "Selama ini orang butuh hiburan setelah bekerja dari pagi hingga malam agar tidak stres. Jika ada yang menganggap clubbing itu negatif, orang itu salah, karena semua balik lagi ke diri kita masing-masing," ujarnya saat diwawancara via telepon.

"Orang yang hendak pergi clubbing harus bertanya dulu pada dirinya sendiri, untuk apa dia datang ke klub tersebut. Apakah ia ingin minum, mendengarkan musik, bersosialisasi, menambah network atau melobi klien?" tambah Kiki. Kelima hal inilah yang menjadi faktor utama banyak orang tidak bosan untuk terus kembali ke klub malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zahra Zettira, media relation dari Lifestyle Unlimited yang menaungi klub X2, Equinox dan Diagonal menambahkan: "Mereka (clubbers) ke sini biasanya mau minum, nikmatin suasana, sosialisasi. Malam di Jakarta itu enggak ada habisnya. Ada orang yang dari luar Jakarta seperti Singapura ke sini cuma mau party."

Ia bahkan sempat kaget saat melihat seorang wanita berkerudung datang ke klub. Iapun menghampirinya dan menanyakan ada apakah gerangan. Ternyata wanita berkerudung itu dengan santai menjawab, "Ini saya mau entertain klien dari Thailand." Tidak dipungkiri, banyak sekali tamu yang datang untuk melobi kliennya agar proyek yang ditanganinya berjalan mulus.

Kejadian menarik lainnya seperti remaja berumur 21 tahun datang ke klub dan membuka table (meja). Setelah ditanyakan mau minum apa, ia tidak ingin minum alkohol, karena ia bukan peminum. Setelah ditelusuri ia ingin reuni bersama teman SMP saja. Iapun membiarkan teman-temannya yang memesan minum. Terlihat di sini tidak semua orang datang untuk mabuk, namun jika ingin memiliki 'quality time' bersama para sahabat.

(fer/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads