Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Biaya Market Place Naik, Brand Lokal Alihkan Penjualan Lewat Bazar

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Rabu, 27 Mei 2026 17:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Bazar Locapop diskon hingga 70% mulai dari busana, tas, aksesori hingga sepatu bisa kamu dapatkan di AEON Mall Tanjung Barat mulai dari 26-31 Mei 2026. Tidak ada biaya masuk!
Foto: Gresnia/Wolipop
Jakarta -

Bazar hijab, aksesori, tas, hingga busana muslim lokal, Locapop kembali digelar mulai dari 26 hingga 31 Mei 2026 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Menghadirkan total 65 brand lokal pilihan, bazar langsung diserbu pengunjung dan para penyedia jasa tiitip (jastip) sejak hari pertama demi berburu potongan harga menggiurkan hingga 75 % tanpa dikenakan biaya masuk.

Berdasarkan pantauan Wolipop di lokasi pada Selasa (26/5/2026) area bazar Locapop sudah tampak dipadati oleh pembeli yang antusias memilah-milah baju. Eras Pragitha selaku Head Creative Locapop mengungkapkan bahwa gelaran kali ini mengusung konsep segar bertajuk "Locapop Rooftop Social Club" yang berkolaborasi dengan event kuliner, Culinary Market Week.

"Jadi buat teman-teman yang datang ke Locapop sekarang bukan cuma bisa beli baju atau fashion item, tapi juga bisa ngerasain enaknya sunsetan di rooftop Jakso, sambil nikmatin makanan kekinian yang ada di sini," ujar Eras saat ditemui Wolipop di AEON Mall Tanjung Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eras menambahkan, variasi produk yang dibawa 65 tenant kali ini jauh lebih kaya, mencakup pakaian, tas, sepatu, aksesori, hingga lini fragrance. Menariknya, busana yang ditawarkan tidak terbatas pada pakaian muslimah saja.

"Untuk fashion-nya sendiri itu juga makin variatif, buat teman-teman yang hijab dan non-hijab juga bisa beli fashion item di Locapop," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Tergerus Biaya Admin E-Commerce, Brand Lokal Alihkan Fokus ke Bazar


Langkah beralih secara masif ke ranah offline dengan menyajikan diskon besar-besaran hingga 75 persen ini diakui Eras sebagai strategi bertahan hidup para pelaku usaha lokal. Lesunya penjualan daring serta melonjaknya potongan komisi di platform digital menjadi pemicu utama mengapa pasar fisik kembali menjadi primadona.

"Diskon up to 75 persen karena untuk teman-teman brand, sekarang mereka lebih put attention itu di offline market, jadi kayak bazar. Karena memang secara online penjualan sedang menurun, dan ada isu mengenai biaya admin segala macam di e-commerce. Jadi mereka lebih kasih special item dan special offers buat teman-teman yang datang ke bazar," beber Eras.

Lebih lanjut, Eras memaparkan keluhan mendalam dari para pemilik brand lokal yang merasa kian tercekik oleh skema aturan di marketplace. Kebijakan baru serta kenaikan biaya admin yang terus meroket memaksa mereka untuk menghitung ulang Harga Pokok Penjualan (HPP) agar tidak merugi.

"Sebenarnya itu berat banget, kita harus menghitung ulang HPP-nya. Karena kalau tidak dihitung ulang, ternyata ada kebocoran-kebocoran dari biaya-biaya yang terjadi saat transaksi di marketplace. Terutama misalnya biaya pengembalian (retur) yang sebelumnya memang tidak ada, sekarang jadi ada. Jadi ada biaya-biaya lainnya yang mungkin harus diperhitungkan ulang atau biaya admin yang sekarang juga naik," ungkap Eras menguraikan keresahan para pelaku usaha.

Tingginya potongan tersebut, menurut Eras, nilainya sangat fantastis bahkan ada yang menyentuh angka setara harga sebuah mobil. Akibatnya, margin keuntungan atau profit yang didapatkan brand lokal tergerus sangat tajam dari yang semula bisa mencapai 30 persen, kini merosot hingga tersisa 10 persen saja. Margin yang tipis ini dinilai tidak lagi cukup untuk menutupi biaya operasional yang ikut membengkak akibat kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi nilai dolar.

Sebagai jalan keluar, mengikuti kegiatan offline seperti bazar Locapop menjadi alternatif yang menjanjikan. Melalui bazar, para pemilik brand mendapatkan kepastian kalkulasi biaya operasional yang lebih terukur (fixed cost) dibandingkan berbisnis di marketplace.

Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari kampanye mencintai produk lokal sekaligus strategi mengarahkan konsumen agar kembali bertransaksi langsung melalui WhatsApp atau situs web resmi milik brand itu sendiri.


Banjir Promo Busana Muslim dan Paket Bundling

Bagi pengunjung yang mencari busana muslim dan harian, berbagai brand menawarkan potongan harga langsung hingga paket bundling yang sangat ramah di kantong. Merek Omyca misalnya, memangkas harga one set celana menjadi Rp 125.000 dan one set rok menjadi Rp 135.000, serta menyediakan mukena seharga Rp 130.000.

Tak kalah menggiurkan, FWDaily menawarkan pakaian mulai dari Rp 30.000 dengan tambahan potongan diskon Rp 20.000, sementara Dippew mematok koleksi cardigannya seharga Rp 90.000. Untuk belanja lebih hemat, pengunjung bisa memanfaatkan promo bundling dari Giyomi yang menawarkan dua baju seharga Rp 350.000. Ada pula TGIF Project dengan paket Rp 150.000 untuk dua baju atau Rp 200.000 untuk tiga baju.

Lini busana muslimah populer pun ikut memotong harga. Brand Gamaleea menjual koleksi best seller-nya seharga Rp 150.000 dan koleksi terbaru Rp 199.000. Di samping itu, Lozy Hijab juga menjadi magnet perhatian lewat promo hijab paket Rp 100.000 untuk 3 atau 5 buah, serta abaya dan mukena yang dibanderol mulai dari Rp 199.000.

Tak hanya berfokus pada pakaian, bazar Locapop juga memanjakan pemburu aksesori dan alas kaki dengan penawaran yang kompetitif. Bagi pencinta pernak-pernik, Hey Lalaluna menyediakan gelang seharga Rp 50.000, anting Rp 25.000, hingga bros kristal premium.

Merek This is Lubi juga ikut meramaikan pos aksesori dengan harga mulai dari Rp 10.000, handle tumbler dan strap phone seharga Rp 55.000, serta promo cincin Rp 70.000 yang bisa ditebus seharga Rp 120.000 untuk pembelian dua buah.

Sementara untuk urusan alas kaki, PVN sukses menarik perhatian lewat promo sepatu serba Rp 150.000 dan sesi flash sale super murah serba Rp 50.000. Melengkapi pilihan tersebut, Tarompah juga menawarkan koleksi sandal teplek (flat sandal) seharga Rp 149.000, serta sepatu balet dan raya heels yang kompak dibanderol dengan harga Rp 199.000.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads