Cerita Sebenarnya di Balik Viral Guru Bergaji Kecil Nyambi Jadi Perias

Imam Suripto - wolipop Minggu, 31 Okt 2021 18:30 WIB
Foto: Imam Suripto/Detikcon Foto: Imam Suripto/Detikcon
Brebes -

Seorang guru tidak tetap (GTT) di Brebes, Jawa Tengah, nyambi sebagai perias atau make up artist (MUA) viral di media sosial. Guru tersebut melakoni pekerjaan sebagai MUA sepulang dari sekolah karena penghasilan sebagai guru tidak cukup untuk kebutuhan hidup sehari hari.

Kisah guru GTT nyambi jadi MUA ini viral melalui Tik Tok. Postingan Min Ayatin Aenun Siha (26) warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Brebes sudah ditonton ratusan ribu kali. Video ini juga sudah dikomentari lebih dari 3 ribu warganet.

Ditemui di tempat kerjanya Sabtu (30/10/2021), wanita yang biasa disapa Minha ini menuturkan, dirinya sengaja menekuni MUA sebagai pekerjaan sampingan. Alasannya tidak lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Sebagai guru tidak tetap, Minha merupakan guru kelas dan mengajar kelas II SD Negeri Cigadung 1. Sejak menjadi guru, Minha belum masuk dapodik. Dirinya baru didaftar pada tahun ini, namun belum ada jawaban.

GTT ini mengaku hanya mendapatkan honor sebesar Rp 450 ribu per bulan. Sebelumnya, honor yang diterima Rp 350 ribu per bulan.

"Sekarang sudah ada kenaikkan, jadi Rp 450 ribu. Sebelumnya waktu baru masuk tahun 2019, honornya Rp 300 ribu, terus ada tambahan naik Rp 350 ribu dan sekarang naik jadi Rp 450 ribu," ucapnya.

Min Ayatin Aenun SihaMin Ayatin Aenun Siha atau Minha, guru nyambi jadi perias karena bergaji kecil. Foto: Imam Suripto

Kecilnya honor yang diterima tidak membuat Minha terus berkeluh kesah. Berbekal ilmu rias yang dipelajari melalui Youtube, Minha mencoba memberanikan diri menjadi perias. Lambat laun, hasil riasnya ini banyak disukai orang.

Pekerjaan sampingan ini biasa dilakoni setelah mengajar. Bahkan jika job merias mepet dengan jam kerja, dia akan membawa perangkat riasnya ke sekolah.

"Sering banget dapat job mepet dengan jam kerja. Kalau sudah seperti itu, alat rias saya bawa ke sekolah," terusnya.

Meski hanya pekerjaan sambilan, hasil dari MUA ini ternyata bisa mencukupi kebutuhan hidup. Pekerjaan sampingannya sebagai perias bukan hanya sekadar untuk acara pernikahan, ada juga acara prewedding, pertunangan, hari Kartini atau karnaval.

"Dari hasil merias ini, cukup untuk kebutuhan keluarga. Asal mau capek, hasilnya lumayan, baik itu prewed, nikah atau tunangan," terangnya.

Kepala Sekolah tempat Minha bekerja memberikan tanggapannya terkait aksi sang guru viral nyambi jadi perias atau MUA. KLIK HALAMAN SELANJUTNYA.

Selanjutnya
Halaman
1 2