Salah Perawatan, Wajah Wanita Ini Terlihat Lebih Tua 10 Tahun dalam Semalam

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 14 Okt 2021 10:34 WIB
Svetlana Foto: YouTube
Jakarta -

Seorang wanita bernama Svetlana mengaku wajahnya menua setelah melakukan perawatan wajah. Arsitek asal Rusia tersebut direkomendasikan sebuah prosedur menggunakan obat baru oleh seorang dokter bedah plastik. Bukannya mengencang, hal itu malah membuat kulit mengendur dalam waktu beberapa jam saja.

"Kulitku mengendur seperti kain lap, wajahku benar-benar terpisah dengan tengkorak. Koneksi antara kulit ke tengkorak yang dinamakan ligament di wajah menghilang," ujarnya dilansir New York Post.

SvetlanaSvetlana Foto: YouTube

Svetlana tentu menyesal memilih prosedur yang awalnya dilakukan untuk mengambil implan lama di wajahnya setelah mantan pacar mengatakan wajahnya menua. Tindakan itu dilaporkan menggunakan suntikan Longidaza, sebuah obat dari Rusia yang sering dipakai untuk berbagai masalah kesehatan termasuk COVID-19. Diyakinkan hasilnya akan baik sayangnya wajah Svetlana seperti menua dalam semalam.

"Kulit di bawah mataku kering dan benar-benar turun. Di pagi hari, volume dari jaringan yang kering di bawah mataku bertambah lebih baik. Perubahannya sangat cepat, setiap jam wajahku berubah," ungkapnya.

Setelah itu, ia sempat mendapat perawatan lanjut dari sang dokter tapi tidak mengubah wajahnya menjadi lebih baik. Karenanya, Svetlana pun tidak percaya diri dengan penampilan hingga enggan ke luar rumah. Dalam video yang viral, perubahan wajah wanita 36 tahun itu memang sangat terlihat.

SvetlanaSvetlana Foto: YouTube

"Seperti kamu dibunuh dan kamu membusuk dan melihat itu setiap hari di cermin. Seperti wajahmu meleleh dan kamu tidak dapat menghentikannya,"

"Aku jadi menutup diri. Semua orang berkata apa yang terjadi padaku, mengapa aku terlihat berbeda, ada apa dengan mataku?" kata Svetlana yang mengaku tidak keluar rumah karena tidak ingin menakuti orang.

Kini Svetlana belum sepenuhnya sembuh dan berencana untuk mengambil tindakan hukum. Ia juga memperingatkan kepada orang lain agar tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan dokter.

(ami/ami)