Fungsi Sperma Untuk Perawatan Wajah, Mitos atau Fakta?

Hestianingsih - wolipop Senin, 14 Jun 2021 19:30 WIB
ilustrasi sperma Ilustrasi sperma. Foto: iStock
Jakarta -

Fungsi sperma untuk perawatan wajah disebut-sebut bisa membuat kulit tampak glowing dan sehat. Benarkah? Bagaimana faktanya?

Pada 2019, seorang pakar kecantikan Chelsee Lewis mengklaim kalau sperma manusia adalah rahasia mendapatkan wajah segar dan bercahaya. Wanita yang sudah malang melintang di dunia kecantikan selama 22 tahun ini mengatakan kalau aplikasi sperma pada wajah juga bisa membantu mengurangi jerawat dan keriput.

"Memakai sperma pasangan sebagai masker kaya akan senyawa yang disebut spermine, jenis antioksidan yang bisa membantu mengurangi kerutan, menghaluskan kulit, mencegah jerawat atau noda dan secara keseluruhan membuat wajah tampak sehat," jelas Chelsee menjelaskan klaim tentang fungsi sperma untuk perawatan wajah, seperti dikutip dari Daily Mail.

Pendapat Chelsee ini juga diamini Helen Gurley Brown, editor in chief Cosmopolitan US. Dia menyarankan agar wanita mengoleskan semen yang berisi sperma ke seluruh wajah karena kemungkinan kaya akan protein.

"Sperma kaya akan protein karena nantinya menjadi bayi," seloroh Helen.

Benarkah semen atau sperma punya manfaat menakjubkan untuk perawatan kulit wajah, atau sekadar mitos yang belum terbukti kebenarannya?

Fungsi Sperma untuk Perawatan Wajah Masih Diragukan

Dokter spesialis kulit Doris Day meragukan keampuhan sperma sebagai alternatif perawatan wajah. Secara konsistensi, cairan sperma tidak seperti produk pelembap wajah pada umumnya yang bisa terserap dengan baik ke dalam kulit begitu dioleskan.

"Kandungan air pada semen akan mengering di permukaan kulit, yang justru dapat membuat kulit lebih kering. Kalau punya kondisi rosacea, kamu harus hati-hati," jelasnya.

Penelitian Tentang Fungsi Sperma untuk Perawatan Wajah Sangat Terbatas

Medical News Today melaporkan, studi yang baru-baru ini dilakukan di Korea Selatan menunjukkan bahwa semen atau cairan sperma mengandung spermidine bisa membantu penyembuhan luka dengan memicu produksi kolagen. Namun kandungan spermidine di dalam sperma terlalu sedikit untuk membuat wajah tampak lebih muda.

Selain itu masih sangat sedikit bukti yang menunjukkan efek dari konsumsi sperma pada kulit. Saat ejakulasi, seorang pria hanya menghasilkan sedikit cairan semen pembawa sperma, sekitar 2-5 cm kubik, setara dengan satu sendok teh.

Meskipun semen yang berisi sperma mungkin mengandung sejumlah nutrisi seperti protein, zinc dan magnesium, namun jumlahnya terlalu rendah untuk memberikan efek nyata pada kulit.

Sperma Bisa Menimbulkan Reaksi Alergi

Mengaplikasikan cairan semen pada kulit bisa menyebabkan beberapa risiko kesehatan. Salah satunya reaksi alergi seperti gatal-gatal, bengkak, bentol hingga sulit bernapas.

Sperma juga berisiko berpotensi menimbulkan iritasi kulit. Terlebih lagi jika menggunakan alat yang tidak steril saat pemakaian.

Jadi kesimpulannya fungsi sperma untuk perawatan wajah masih diragukan. Bahkan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

"Memang masih diperlukan penelitian lebih jauh lagi. Tapi kebanyakan riset menunjukkan kalau sperma atau semen tidak memiliki banyak manfaat. Kandungan nutrisi yang bisa menyehatkan kulit umumnya berasal dari makanan atau produk skincare," tulis Medical News Today.

(hst/hst)