Bahan-bahan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan

Lukita Wardani - wolipop Kamis, 18 Feb 2021 05:39 WIB
Skin Care Beauty, Woman Lips and Hands Skincare, Healthy Body, isolated over White Background Foto: Thinkstock
Jakarta -

Beberapa bahan skincare aktif bisa membantu kulit wajah terlihat lebih bersih, cerah dan glowing. Tidak sedikit wanita menggabungkan beberapa produk perawatan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun menurut dokter kulit di Chestnut Hill, Massachusetts, Brooke Sikroa, ada beberapa bahan skincare yang tidak cocok satu sama lain jika dipakai bersamaan. Alasannya karena dapat meningkatkan risiko iritasi atau menghilangkan manfaat satu sama lain saat digabungkan, katanya. Berikut bahan-bahan skincare yang tidak boleh dipakai secara bersamaan:

1. Retinoid atau Retinol dengan Alpha Hydroxy Acid

Baik turunan vitamin A, seperti retinol atau retinoid, dan Alpha Hydroxi Acid (AHA) seperti asam glikolat, berfungsi sebagai anti-penuaan karena mempercepat pergantian sel kulit mati dan meningkatkan produksi kolagen untuk kulit yang berkilau dan bebas garis halus . Dalam kasus ini kedua kandungan tersebut sebaiknya tidak digunakan bersamaan karena memiliki efek samping yang berpotensi menyebabkan iritasi.

Saat kulit teriritasi seperti wajah yang memerah dan mengelupas cenderung tidak akan membuat produk bekerja dengan baik. Sehingga kamu hanya dapat memilih salah satu untuk digunakan dalam sehari. Misalnya saja AHA di satu hari dan retinoid di hari berikutnya.

2. Retinoid atau Retinol dengan Benzoyl Peroxide

Bahan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan selanjutnya adalah Benzoil Peroksida dan Retinol. Benzoil peroksida dapat menonaktifkan molekul retinoid, sedangkan retinol memberi fungsi anti penuaan. Menurut Dr. Sikora, ini artinya justru akan menjadi bumerang dan menyebabkan jerawat. Sebaiknya gunakan dua produk ini selang-seling dengan jeda satu hari.

3. Retinoid atau Retinol dan Vitamin C

Vitamin C adalah bahan yang sulit untuk diformulasikan karena paling efektif dalam lingkungan pH asam. Sedangkan retinol bekerja dalam pH yang lebih tinggi atau basa. Jika digunakan bersama-sama, mereka tidak akan bekerja secara maksimal. Retinol paling baik digunakan pada malam hari karena membuat kulit lebih sensitif, meningkatkan risiko kerusakan akibat sinar matahari. Sementara vitamin C berfungsi paling baik di siang hari, karena merupakan antioksidan yang melindungi dari efek buruk matahari di siang hari juga polusi yang bisa merusak kulit.

4. Retinoid atau Retinol dengan Salicylic Acid

Kamu dapat menggunakan asam salisilat (BHA) yang meningkatkan pergantian sel kulit, untuk menjaga pori-pori tetap bersih. Tapi jika kamu menggabungkan Retinol dengan Salicylic Acid maka akan terlalu banyak efek samping yang buruk salah satunya iritasi juga berjerawat.

5. Dua Produk dengan Fungsi yang Sama

Salah satu contohnya adalah menggunakan dua produk jerawat benzoyl peroxide atau mengoleskan masker asam glikolat kemudian diakhiri dengan krim yang mengandung asam mandelat, karena keduanya adalah AHA. Ini akan menyebabkan iritasi. Meskipun demikian, ada pengecualian: jika kamu tidak mengalami efek samping - seperti, kulit menjadi merah setelah menggunakan dua produk yang mengandung AHA maka tidak masalah untuk dilanjutkan. Namun biasanya menggandakan kandungan yang sama dapat mengakibatkan efek yang keras bagi kulit wajah.

Itulah bahan-bahan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Namun kembali lagi ke kondisi masing-masing kulit. Jika tidak ada masalah yang dialami selama pemakaian maka bisa saja terus dilakukan. Kenali kulit sendiri dan efek-efek apa saja yang dialami. Apabila sudah terjadi iritasi maka segera hentikan penggunaannya.

(hst/hst)