Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kenapa Ada Jerawat di Dagu? Pahami Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Arina Yulistara - wolipop
Sabtu, 03 Jan 2026 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jerawat di Dagu
Foto: Getty Images/triocean
Jakarta -

Muncul jerawat di dagu? Kenapa ya bisa ada jerawat di dagu? Mari pahami penyebab hingga cara mengatasinya.

Jerawat di dagu sering kali menjadi keluhan banyak orang karena muncul berulang, terasa nyeri, dan sulit hilang. Area dagu memang termasuk zona wajah yang rentan terhadap jerawat, baik pada remaja maupun orang dewasa.

Tidak sedikit yang merasa heran, mengapa jerawat justru sering muncul di dagu meski perawatan wajah sudah rutin dilakukan. Mengutip Medical News Today, jerawat di dagu sering dikaitkan dengan perubahan hormon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fluktuasi hormon yang terjadi saat pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, hingga stres dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit. Kondisi ini membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan akhirnya memunculkan jerawat, terutama di area dagu dan rahang.

Meski umumnya tidak berbahaya, jerawat di dagu tetap bisa berdampak pada kepercayaan diri. Bahkan American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa jerawat dapat memicu gejala depresi ringan hingga sedang serta kecemasan.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, memahami penyebab jerawat di dagu sekaligus cara menanganinya dengan tepat menjadi langkah penting agar masalah kulit ini tidak berlarut-larut.

Kenapa Ada Jerawat di Dagu?

Secara umum, jerawat di dagu tidak berbeda dengan jerawat yang muncul di area wajah, leher, dada, atau punggung. Jerawat terbentuk ketika minyak alami kulit (sebum) bercampur dengan sel kulit mati, kotoran, dan bakteri, lalu terperangkap di dalam pori-pori.

Penyumbatan tersebut yang kemudian memicu peradangan dan munculnya jerawat. Namun jerawat di dagu sangat erat kaitannya dengan fluktuasi hormon.

Hormon androgen berperan besar dalam merangsang produksi sebum. Ketika kadar hormon ini meningkat atau tidak seimbang, produksi minyak juga ikut meningkat sehingga risiko pori-pori tersumbat menjadi lebih besar. Inilah alasan mengapa jerawat di dagu sering dialami oleh remaja serta perempuan yang mengalami siklus menstruasi.

Selain itu, perubahan hormon tidak hanya terjadi pada masa pubertas. Sepanjang usia dewasa, kadar hormon dapat naik turun akibat stres, pola tidur yang buruk, hingga faktor gaya hidup.

Jadi, jerawat di dagu bisa muncul dan menghilang sewaktu-waktu, meski kamu sudah melewati usia remaja.

Kondisi Lain yang Menyerupai Jerawat di Dagu

Asian woman having skin problem with acne face ,squeezing pimples with mirror

Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur

Dalam beberapa kasus, benjolan di dagu yang tampak seperti jerawat sebenarnya mungkin bukan jerawat. Dua kondisi yang paling sering disalahartikan sebagai jerawat adalah rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair) dan rosacea.

Rambut tumbuh ke dalam biasanya terjadi akibat proses mencukur. Rambut yang seharusnya tumbuh keluar justru melengkung dan tumbuh ke dalam kulit sehingga menimbulkan benjolan merah, bengkak, dan terasa nyeri.

Kondisi tersebut lebih sering dialami pria, tapi perempuan juga bisa mengalaminya, terutama di area wajah atau tubuh yang sering dicukur. Sementara itu, rosacea merupakan kondisi kulit kronis yang menyebabkan kemerahan akibat pembuluh darah yang terlihat jelas.

Pada sebagian orang, rosacea juga dapat menimbulkan benjolan kecil berisi nanah yang sekilas mirip jerawat. Perbedaannya, rosacea biasanya disertai kemerahan menetap dan sensasi panas pada kulit.

Cara Mengatasi Jerawat di Dagu

Jerawat di Dagu

Foto: Getty Images/triocean

Untuk kasus jerawat di dagu yang tergolong ringan, perawatan mandiri di rumah umumnya sudah cukup efektif. Produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide sering direkomendasikan karena mampu membantu mengeringkan jerawat dan mengurangi peradangan.

Meski demikian, hasilnya tidak selalu instan dan bisa membutuhkan waktu beberapa minggu.
Langkah perawatan sederhana yang bisa dilakukan antara lain membersihkan area dagu dengan sabun lembut atau pembersih wajah yang mengandung asam salisilat, mengompres area yang meradang dengan es selama sekitar lima menit, serta mengoleskan krim atau salep yang mengandung benzoyl peroxide.

Hal terpenting, hindari memencet atau memecahkan jerawat karena dapat memperparah peradangan dan meninggalkan bekas. Jika jerawat di dagu tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, konsultasi ke dokter kulit menjadi pilihan terbaik.

Dokter dapat merekomendasikan perawatan lanjutan seperti antibiotik oral untuk membunuh bakteri, krim resep dengan kadar bahan aktif lebih kuat, hingga isotretinoin untuk kasus yang sulit diatasi.

Cara Mengatasi Jerawat di Dagu dengan Prosedur Medis

Selain obat-obatan, dokter kulit juga dapat menyarankan prosedur medis tertentu. Terapi laser misalnya, dapat membantu mengurangi peradangan dan produksi minyak.

Prosedur ekstraksi juga bisa dilakukan untuk mengeluarkan isi kista jerawat yang besar secara aman. Pada beberapa kasus, pil kontrasepsi juga digunakan untuk membantu menyeimbangkan hormon yang memicu produksi sebum berlebih.

Selain itu, chemical peeling dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah penyumbatan pori-pori yang menjadi awal terbentuknya jerawat.

Cara Mencegah Jerawat di Dagu

Young woman washing her face

Foto: Thinkstock

Mencegah jerawat di dagu sepenuhnya memang tidak selalu memungkinkan, tapi ada sederet langkah yang bisa mengurangi risikonya. Berikut beberapa langkah yang dimaksud:

1. Membersihkan wajah, termasuk area dagu, dengan sabun lembut setidaknya dua kali sehari menjadi langkah dasar yang penting.

2. Penting menjaga kebersihan sarung bantal dan seprai yang berperan besar karena kotoran serta minyak dapat menempel kembali ke kulit.

3. Disarankan untuk menghindari terlalu sering menyentuh wajah dengan tangan.

4 Gunakan produk perawatan kulit bebas minyak.

5. Rutin memakai tabir surya yang tidak menyumbat pori.

6. Kelola stres.

7. Atur pola makan seimbang dengan membatasi makanan tinggi gula serta lemak juga dapat membantu menjaga kestabilan hormon.

8. Bagi kamu yang sering mencukur, penggunaan krim cukur yang melembapkan, pisau cukur tajam, serta metode penghilangan rambut yang lebih lembut sehingga bisa membantu mencegah rambut tumbuh ke dalam.

9. Hindari kebiasaan buruk seperti memencet jerawat, tidur dengan riasan wajah, atau terlalu sering mengganti produk perawatan kulit.

Dengan memahami penyebab hingga cara mengatasi jerawat di dagu secara tepat, masalah kulit ini bisa dikendalikan dengan lebih baik. Perawatan yang konsisten dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk menjaga kulit dagu tetap bersih serta bebas jerawat.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads