Implan Silikon di Bokong Bocor Sampai Kaki, Wanita Ini Terancam Diamputasi

Hestianingsih - wolipop Senin, 11 Jan 2021 05:42 WIB
Implan silikon dari bokong bocor sampai ke kaki. Luara Butiellys Nunes Coelho. Foto: Daily Star
Aparecida de Goiania -

Hasil operasi plastik yang gagal bisa membuat seseorang cacat seumur hidup bahkan terancam kehilangan nyawa. Seperti kejadian yang dialami seorang wanita asal Brasil ini.

Luara Butiellys Nunes Coelho, harus segera mencari pertolongan untuk 'membetulkan' implan yang dipasang di bokongnya. Implan silikon tersebut bocor dari bokong hingga ke kaki.

Kini Luara harus menahan sakit setiap hari karena kakinya infeksi sampai jadi bengkak. Namun mencari rumah sakit yang mau mengangkat siliko yang bocor itu bukan perkara mudah.

Implan silikon dari bokong bocor sampai ke kaki.Implan silikon dari bokong bocor sampai ke kaki. Foto: Daily Star

"Dokter bilang selama silikonnya tidak diangkat, saya akan terus mengalami infeksi dan kondisinya terus memburuk. Menyedihkan dan sakit sekali. Saya minum morfin untuk meredakan sakitnya," kata wanita 31 tahun ini, seperti dikutip dari Daily Star.

Dokter yang melihat kondisi Luara saat dia datang ke UGD rumah sakit di Kota Aparecida de Goiania, menyatakan jika tidak segera melakukan operasi, kakinya akan mengalami necrosis dan harus diamputasi. Kenyataan itu tidak bisa diterima Luara karena dia harus bekerjaa.

"Usiaku baru 31 tahun, aku saat ini kerja dan akan terus bekerja. Punya pekerjaan telah mengubah hidupku jadi lebih baik. Aku harus kerja, aku tidak bisa kehilangan kakiku," kata Luara yang merupakan wanita transgender.

Ketakutan Luara adalah jika silikon tersebut menyebar ke bagian tubuh lainnya dan membentuk benjolan. Tentu itu akan sangat membahayakan nyawa.

Dia mengaku sudah dua bulan terakhir rasa sakitnya semakin menjadi. Selama 30 hari ini pun dia menghabiskan hari-harinya keluar dan masuk rumah sakit karena selalu saja dioper tanpa kepastian. Ia menilai staf rumah sakit bersikap seperti itu karena latar belakangnya yang seorang transgender.

"Mereka terus saja memindahkanku dari satu tempat ke tempat lain. Tidak ada yang melakukan apapun. Kami, transeksual, sudah cukup banyak mendapatkan prasangka," curhatnya.

Luara pun berharap pusat pelayanan kesehatan umum Brasil lebih bisa menerima dan memahami para transgender yang membutuhkan pertolongan medis. Sayangnya hingga saat ini dirinya belum mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan karena beberapa kali ditolak akibat minimnya rujukan.

Tapi Luara masih punya secercah harapan. Dia berhasil mendapatkan jadwal konsultasi dengan salah satu spesialis bedah plastik, dan berharap bisa selangkah lebih maju menuju ruang operasi yang sangat dibutuhkannya saat ini.

(hst/hst)