Pentingkah Pakai Tabir Surya saat di Dalam Ruangan? Ini Kata Dokter

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 23 Sep 2020 13:06 WIB
Ilustrasi menggunakan tabir surya Ilustrasi wanita memakai tabir surya. Foto: iStock
Jakarta -

Memiliki kulit yang sehat dan mulus adalah impian setiap orang. Namun tentunya untuk mendapatkan kulit yang sehat dibutuhkan perawatan ekstra, salah satunya dengan menggunakan tabir surya atau sunscreen.

Tabir surya dapat membantu melindungi kulit dari bahaya sinar matahari. Menurut dr. Arini Astasari Widodo Sp.KK saat konferensi pers Anessa Beauty Sunscreen via Zoom, Rabu (23/9/20), tabir surya sangat penting untuk digunakan setiap hari. Baik saat berkegiatan di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

"Radiasi juga bisa kita dapatkan di rumah ataupun di kantor. Jadi walaupun sekarang lagi zaman PSBB bukan berarti kita aman dari sinar UV. Dari search WHO bahwa 90% sinar UV, bahkan kalau mendung juga bisa tembus. Jadi tidak berarti kalau mendung itu kita aman dari sinar UV," jelas dr. Arini.

Dokter Arini juga mengatakan bahwa sinar UV tersebut tidak hanya didapatkan dari sinar matahari langsung, melainkan juga lewat pantulan. Misalnya saat berada di tempat bersalju, 80% dapat memantulkan. Begitupun di tempat yang teduh, hanya bisa melindungi kulit sekitar 50%, serta air, pasir dan juga darat.

"UV, terutama UVA juga dapat menembus kaca jendela. Oleh karena itu kita harus hati-hati. Jadi disarankan untuk tetap memakai sunscreen di dalam ruangan," tambah dr. Arini.

Menurut data yang diperoleh oleh dokter Arini, Indonesia sendiri memiliki intensitas atau UV indeks 11+, yang berarti di atas 11. Tingginya UV indeks tersebut membuktikan bahwa sinar matahari di Indonesia sangat berisiko untuk merusak kulit.

"Sinar UVB bisa membuat sunburn, warnanya merah, dan dia bisa menyebabkan skin cancer. Sedangkan UVA dapat menyebabkan pigmentasi kulit dan penuaan. Apa yang dilakukan oleh sinar UV, intinya dia membuat free radicals, dia merusak sel, dia merusak DNA, dan kemudian menyebabkan melanosit," jelas dr. Arini.

Dr. Arini juga menambahkan bahwa jika tidak menggunakan tabir surya dan kulit menjadi terbakar sinar matahari maka hal itu bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit atau melanoma. Jika kulit sudah terbakar matahari sampai lima kali, maka risiko melanoma meningkat hingga dua kali lipat.

(vio/vio)