Ini Arti Kode SPF dan PA Pada Sunscreen yang Penting Diketahui

Hestianingsih - wolipop Selasa, 04 Agu 2020 11:35 WIB
Suntan lotion. Woman applying sunscreen solar cream on face. Beautiful happy cute girl puts suntan cream from plastic container bottle on her nose and cheecks. Skincare concept. Female in straw hat and bikini on beach. Ilustrasi wanita memakai sunscreen. Foto: iStock
Jakarta -

Tahukah kamu arti kode SPF dan PA pada produk sunscreen? Kulit kamu perlu sekali dua bahan tersebut sebagai perlindungan kulit dari efek sinar matahari yang merusak.

Namun jarang yang mengetahui arti serta fungsi dari SPF dan PA itu sendiri. Sebelum mencari tahu apa itu SPF dan PA, kamu perlu memahami dulu bahwa ada dua jenis radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya, yakni UVA dan UVB.

Secara garis besar sinar matahari atau radiasi UV dapat merusak DNA dalam sel-sel kulit yang menyebabkan perubahan warna, kerutan, tekstur kulit yang rusak juga berpotensi terkena kanker kulit. Ada tiga kategori utama radiasi ultraviolet:

UVA, merupakan radiasi sinar matahari yang dapat menembus awan kabut dan kaca. Sinar ini dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit hingga yang terparah kanker.

Sedangkan UVB adalah Jenis radiasi yang dapat membuat kulit berubah warna menjadi lebih gelap atau kemerahan. Sinar ini menyebabkan kulit terbakar setelah lama berada di luar ruangan atau berjemur. Bahkan bisa membuat kulit terkelupas.

UVC bisa dibilang merupakan paparan sinar matahari yang aman. Radiasi ini sepenuhnya diserap oleh atmosfer bumi dan tidak dapat menyebabkan kerusakan pada kulit.

Suntan lotion. Woman applying sunscreen solar cream on face. Beautiful happy cute girl puts suntan cream from plastic container bottle on her nose and cheecks. Skincare concept. Female in straw hat and bikini on beach.Ilustrasi sunscreen. Foto: iStock

Lantas, apa hubungan UVA dan UVB dengan Arti Kode SPF dan PA pada sunscreen?

Tujuan akhir dari setiap produk mengandung SPF (Sun Protection Factor)adalah untuk menawarkan perlindungan terhadap sinar UVB. Ada dua jenis SPF yaitu chemical dan physical. Chemical SPF mengandung bahan aktif berbasis karbon yang menyerap sinar UV ketika mengenai kulit, mengubahnya menjadi panas, lalu melepaskannya sebelum dapat menembus lapisan dermis kulit dan menyebabkan kerusakan.

Sedangkan physical SPF atau SPF mineral berfungsi melapisi kulit. Lapisannya terletak tepat di atas kulit dan secara fisik menyebar serta membiaskan atau memantulkan sinar UV yang berlawanan dari kulit.

SPF merupakan ukuran berapa lama seseorang dapat terkena sinar matahari secara langsung sebelum UVB mulai membakar kulit. Rata-rata kulit mulai terbakar setelah 10 hingga 20 menit terkena paparan sinar matahari. Produk dengan SPF 20 akan melindungi kulit 20 kali lebih lama jika dibandingkan dengan tanpa pemakaian sunscreen. Jadi bisa terlindungi sekitar 200-400 menit.

Namun sunscreen biasanya mudah hilang hanya dengan terkena air atau keringat, sehingga dapat mengurangi waktu perlindungan secara signifikan. Maka dari itu The Sun Cancer Foundation merekomendasikan untuk mengaplikasikan ulang sunscreen setiap dua jam atau bisa lebih sering ketika berenang atau berkeringat.

Sedangkan PA adalah sistem yang digunakan untuk mengukur tingkat perlindungan terhadap sinar UVA. Sistem ini diadaptasi dari metode PPD (Persistent Pigment Darkening) dan pertama kali digunakan di Jepang.

PPD ini dikembangkan dengan menguji berbagai jenis kulit yang terkena UVA. Semua dianalisa dengan melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat kulit mereka menjadi cokelat dan kemudian membandingkan hasilnya antara kulit yang terlindungi dengan yang tidak terlindungi.

Young woman applying sunscreen lotion standing outdoors at the urban location during the sunny weatherIlustrasi sunscreen. Foto: Thinkstock

Secara teori, sunscreen dengan peringkat PPD 10 akan memungkinkan kulit bisa terlindungi 10 kali lipat dari paparan UVA ketimbang kulit yang tidak diberikan proteksi.

Tapi penting untuk kamu ketahui meskipun banyak produk sunscreen menawarkan peringkat perlindungan hingga PA+++, hanya lima negara di dunia yang menggunakan pengujian standar UVA yaitu Jerman, Inggris, Jepang, Amerika Serikat dan Australia.

Artinya peringkat SPF PA+ adalah jika PPD suatu produk sama dengan 2 hingga 4 PA yang berarti hanya menyediakan sedikit perlindungan terhadap radiasi UVA. Sedangkan jika PPD produk sama dengan 4 hingga 8 berarti diberi kode = PA++. Artinya produk tersebut memberikan perlindungan sedang.

Jika PPD produk sama dengan 8 hingga 16, PA = PA+++, berarti menawarkan perlindungan tertinggi terhadap kerusakan UVA. Sementara produk yang PPD-nya sama dengan 16 atau lebih tinggi berarti PA = PA++++ menawarkan perlindungan lebih maksimal.

Sunscreen WajahIlustrasi sunscreen wajah. Foto: ist

Pilih Produk Sunscreen yang Memiliki Kode SPF dan PA, Jangan Salah Satunya

Dalam memilih produk sunscreen, kamu harus memerhatikan label dengan seksama pada kemasan. Pastikan produk tersebut memiliki SPF minimal 30 dan PA minimal PA +++ untuk melindungi kulit secara maksimal. Ada pula beberapa produk yang menuliskan board spectrum pada kemasannya yang berarti dia sudah mengandung SPF dan PA.



Simak Video "Tunanetra Berlatih Menjadi Barista"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)