Klarifikasi Brand Lokal Dear Me Beauty Soal Komentar Tak Peka Admin Medsos

Hestianingsih - wolipop Selasa, 28 Jul 2020 18:03 WIB
Produk concealer Dear Me Beauty. Produk concealer Dear Me Beauty. Foto: Dok. Dear Me Beauty
Jakarta -

Brand kosmetik lokal Dear Me Beauty sempat dikritik netizen karena komentar tidak peka dan tidak ramah terkait pilihan warna concealer untuk orang Indonesia. Terkait hal itu Dear Me Beauty memberikan pernyataan resminya.

Kepada Wolipop, Dear Me Beauty menyatakan telah menyampaikan permohonan maaf secara publik atas ketidaknyamanan yang timbul di komunitas kecantikan Indonesia. Brand yang berdiri pada 2016 ini menyayangkan komentar staf atau admin media social di Instagram dan TikTok.

Ini klarifikasi lengkap Dear Me Beauty seperti ditulis Co-Founder & CEO Nikita Wiradiputri:

- Dear Me Beauty telah menyampaikan permohonan maaf secara publik atas ketidaknyamanan yang telah timbul di komunitas kecantikan di Indonesia. Dear Me Beauty menyesali komen tidak peka dan tidak ramah yang diutarakan oleh para staff di bawah pengawasan brand. Perilaku
tersebut bukan representasi dari nilai dan visi Dear Me Beauty.

- Dear Me Beauty telah mengambil tindakan dan meningkatkan kualitas pelatihan dan manajemen untuk memastikan bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi. Dear Me Beauty mendengar dan berterima kasih atas semua saran atau kritik yang telah disampaikan.

- Kembali ke prinsip utama Dear Me Beauty yang didirikan dan didedikasikan untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi bagi perempuan Indonesia. Kedepannya, Dear Me Beauty akan meninjau semua rencana produk kami untuk menambahkan keberagaman yang sudah seharusnya kita perjuangkan.

Sementara itu, berikut surat permohonan maaf terbuka yang diunggah Dear Me Beauty di Instagram resmi mereka @dearmebeauty:

Klarifikasi dan permohonan maaf Dear Me Beauty di Instagram.Klarifikasi dan permohonan maaf Dear Me Beauty di Instagram. Foto: Instagram/@dearmebeauty


Simak Video "Yuk Intip Proses Pembuatan Sepatu Rajut Lokal!"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)