Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Memimpin, Membangun, Berakting: Tiga Wajah Renitasari Adrian

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 23 Apr 2026 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian di proyek Rumah Budaya Indonesia Kaya pada April 2026
Renitasari Adrian berbagi pengalaman menjajal dunia akting di tengah kesibukannya mengawasi pembangunan gedung seni pertunjukan terbaru. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Sebagai direktur program Bakti Budaya Djarum Foundation (BBDF), Renitasari Adrian lebih sering berinteraksi dengan awak media dalam suasana formal di berbagai kegiatan yang didukung organisasi nirlaba tersebut. Namun, pertemuan kami baru-baru ini terasa berbeda dari biasanya.

Di kantornya yang berlokasi di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Renita menyambut dengan hangat. Bangunan tiga lantai tersebut bekas kantor pabrik plastik pada era 1980-an dan baru dua tahun belakangan ditempatinya bersama tim BBDF setelah melalui pemugaran besar-besaran.

"Belum pernah ada jurnalis yang main-main ke sini lho," tutur Renita, begitu sapaan akrabnya, bersemangat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari itu, agenda kegiatannya lumayan padat mengingat satu proyek besar berada di bawah pengawasannya: pembangunan Rumah Budaya Indonesia Kaya (RuBIK).

ADVERTISEMENT

Lokasi proyek persis di sebelah kantornya. Berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dengan luas bangunan 17.000 meter persegi, RuBIK hadir sebagai pelengkap gedung seni pertunjukan yang sudah eksis sebelumnya.

Menurut rencana, fasilitas yang diinisiasi pada 2019 oleh Widowati "Giok" Hartono, istri pemilik Djarum, Robert Budi Hartono, ditargetkan rampung tahun depan dan mulai buka untuk publik pada Juli 2027.

Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian di proyek Rumah Budaya Indonesia Kaya pada April 2026Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian di kantornya. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Renita baru saja menginspkesi pipa-pipa di lantai bawah tanah. Lumrah dijumpai dalam keadaan bersolek maksimal dengan kebaya atau gaun rancangan desainer ternama, kali ini ia memakai kaus hitam dan rok senada.

Atasannya masih dilapisi rompi keselamatan proyek berwarna hijau neon. And No heels for today, hanya sepasang sneakers putih yang kasual. Terik panas siang itu turut menyisakan keringat yang melembapkan rambutnya.

"Beginilah aslinya kalau di kantor," ujar Renita sembari berseloroh menjuluki tugasnya kali ini sebagai 'Ibu Mandor'.

Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian di proyek Rumah Budaya Indonesia Kaya pada April 2026Pembangunan Rumah Budaya Indonesia Kaya (RuBIK) di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Gedung seni pertunjukan itu direncanakan rampung tahun depan. (Daniel Ngantung/detikcom)

Di luar tugas memandori, proyek lain yang tak kalah menantang dan terasa lebih personal baru dilakoninya. Ia mendapat kesempatan untuk berakting di film 'Tunggu Aku Sukses Nanti' garapan sutradara Naya Anindita.

Di film yang menampilkan Ardit Erwandha sebagai salah satu bintang utama itu, Renita berperan sebagai Tante Yara.

Keraguan sempat terbesit di benak Renita ketika ditawari Naya untuk ambil bagian mengingat kesibukan pekerjaan. Namun, sang sutradara terus meyakininya bahwa karakter Tante Yara yang 'berada' sesuai dengan kepribadian Renita.

Namun, ia pada akhirnya menerima ajakan tersebut karena merasa tertantang menjadi diri sendiri tanpa embel-embel tempatnya bekerja sejak 2007. Djarum sama sekali tidak terlibat dalam pembuatan film ini.

"Aku juga pengin tahu bagaimana sih rasanya mengikuti standar orang lain setelah selama ini aku mengarahkan orang lain sesuai standarku. Kalau di kantor aku yang dominan, posisinya kebalik pas aku main di film ini," ungkap perempuan kelahiran 1974 di Bandung, Jawa Barat, itu.

Renitasari Adrian main film 'Tunggu Aku Sukses Nanti'Ayu Laksmi, Sarah Sechan, dan Renita di karpet merah premier film 'Tunggu Aku Sukses Nanti' beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Pribadi)

Sebetulnya, ini bukan kali pertama ia berakting karena sebelumnya sempat tampil sebagai kameo di film 'King' (2009) yang disponsori oleh Djarum. Saat itu, ia menggantikan orang lain yang mendadak berhalangan.

Dengan penampilan di 10 adegan, keterlibatannya di 'Tunggu Aku Sukses Nanti' merupakan pengalaman berharga bagi Renita. Suasana kekeluargaan di antara para pemeran (film ini turut dibintangi Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Sarah Sechan, Ayu Laksmi, dan Afgansyah Reza) yang menurutnya paling berkesan.

Mungkin kedekatan itu yang kemudian turut dirasakan penonton dan membuat film berdurasi 110 menit itu mendapat sambutan yang luar biasa. Hampir 3 juta orang sudah menyaksikannya sejak dirilis pada libur Lebaran lalu.

Menyusul kesuksesan tersebut, film 'Tunggu Aku Sukses Nanti' akhirnya diputar pula di bioskop-bioskop Malaysia.

Keesokan hari setelah pertemuan kami, Renita akan bertolak ke Kuala Lumpur untuk menghadiri pemutaran perdana film tersebut. Sekalian, ia mau menengok cucu baru, anak pertama dari putri sulungnya.

"Lucu ya. Orang pada main film pas lagi ranum-ranumnya, aku malah setelah jadi nenek-nenek. Ha-ha-ha," katanya diikuti tawa lepas.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads