Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sekar Agni

Sosok Rini Widyantini, Menteri PANRB Pertama Perempuan yang Ubah Birokrasi

Ega Shepiani - wolipop
Jumat, 08 Mei 2026 10:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Menteri PANRB Rini Widyantini
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Sosok Rini Widyantini menjadi salah satu figur perempuan inspiratif yang diangkat dalam program Sekar Agni Negeri. Program apresiasi dari detikcom ini menghadirkan kisah perempuan-perempuan hebat yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Dalam salah satu segmen spesial detikpagi, Rini Widyantini hadir sebagai tamu istimewa. Ia merupakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sejak 21 Oktober 2024, sekaligus perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di Indonesia.

Sebagai birokrat karier, Rini telah mengabdikan diri di Kementerian PANRB sejak tahun 1990-an. Ia meniti karier dari level staf hingga menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana serta Sekretaris Kementerian PANRB, sebelum akhirnya dipercaya menjadi menteri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjadi perempuan pertama di posisi tersebut, Rini menegaskan bahwa jabatan itu bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar.

"Saya tidak melihat ini hanya sebagai kebanggaan, tapi tanggung jawab besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk perempuan lain," ujar Rini, dikutip dari detikpagi, Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam kepemimpinannya, Rini mendorong reformasi birokrasi yang berfokus pada kemudahan layanan publik. Ia menekankan bahwa keberhasilan birokrasi diukur dari kepuasan masyarakat.

"Tantangan utama adalah bagaimana memperbaiki birokrasi agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas. Kalau masyarakat bahagia dengan pelayanan publik, itu berarti birokrasi bekerja dengan baik," kata Rini.

Tak hanya itu, Rini juga aktif mendorong pengarusutamaan gender (PUG) dalam tata kelola pemerintahan. Baginya, kesetaraan bukan sekadar soal perempuan, melainkan menciptakan kesempatan yang sama bagi semua.

"Pengarusutamaan itu harus diartikan bukan soal masalah perempuan, tetapi ini kita menciptakan satu ekosistem di mana laki-laki dan perempuan itu mempunyai kesempatan yang sama," jelas Rini.

Data menunjukkan bahwa dari sekitar 6,75 juta ASN, sebanyak 53% adalah perempuan. Namun, keterwakilan perempuan di jabatan pimpinan tinggi masih sekitar 17%. Hal ini menjadi perhatian yang terus diupayakan perbaikannya melalui sistem merit, manajemen karier, hingga fleksibilitas kerja.

Selain kebijakan struktural, Rini juga menekankan pentingnya dorongan dari dalam diri perempuan itu sendiri. Ia mengutip semangat Kartini yang sederhana namun kuat.

"Ada satu semboyan dari Kartini yang menurut saya menarik. Karena ini kita bisa 17%, berarti 83%-nya masih dikuasai oleh laki-laki. Ini saya enggak berbicara saingan laki-laki, tapi ini sebetulnya perlu didorong dari kaum perempuan sendiri," tutur Rini.

"Ada suratnya Kartini kepada Stella, yang intinya saya enggak terlalu hafal, tetapi begini: ketika dia menulis surat kepada sahabatnya Stella, dia mengatakan, 'Tahukah kamu semboyanku? Aku mau,'" lanjutnya.

"Jadi artinya semboyanku adalah 'aku mau'. Dan dengan dua kata itu telah membantuku untuk bisa melewati kesulitan dan keberatan," tambahnya.

Menurut Rini, perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang di berbagai bidang, asalkan memiliki kemauan dan keberanian untuk melangkah. Melalui perannya, Rini juga mendukung Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia sebagai wadah mentoring, penguatan jejaring, dan pengembangan kepemimpinan perempuan di sektor publik.

Atas dedikasinya, Rini Widyantini mendapatkan pengakuan sebagai Perempuan Penggerak Kepemimpinan Inklusif di Sektor Publik dalam program Sekar Agni Negeri. Pengakuan ini menjadi simbol apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong birokrasi yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

(prf/prf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads