Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Atlet Tenis Wanita Ini Bangkrut, Harta Rp 742 Miliar Lenyap Dibawa Suami

Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 30 Jul 2026 12:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Arantxa Sánchez Vicario
Arantxa Sánchez Vicario Foto: dok. Instagram
Jakarta -

Atlet tenis Spanyol, Arantxa Sánchez Vicario, membagikan kisah pahit yang mengubah hidupnya setelah pensiun dari dunia atlet. Mantan petenis nomor satu dunia itu mengaku kehilangan seluruh kekayaannya yang mencapai US$ 41 juta atau sekitar Rp 742 miliar setelah mempercayakan seluruh urusan keuangan kepada mantan suaminya.

"Saya hanya fokus bermain tenis. Saya tidak pernah mengurus masalah keuangan karena memang tidak mengerti. Saya mempercayakannya kepada suami saya, dan uang itu hilang begitu saja. Akhirnya saya yang harus menanggung semuanya," ujar Arantxa dalam acara televisi Spanyol Universo Calleja.

Kekayaan tersebut berasal dari hadiah turnamen, kontrak sponsor, hingga berbagai kerja sama komersial yang ia kumpulkan selama berkarier sebagai atlet profesional. Namun, seluruh aset itu kini telah lenyap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arantxa menikah dengan pebisnis Josep Santacana pada 2008. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak sebelum akhirnya bercerai pada 2019. Selama berumah tangga, Arantxa mengaku tidak pernah sedikit pun meragukan pria yang dicintainya.

"Saya percaya karena dia adalah ayah dari anak-anak saya. Saya cinta buta kepadanya, dan ternyata dia bukan sosok yang selama ini saya kira," katanya.

ADVERTISEMENT

Masalah mulai terungkap ketika bank di Luxembourg menggugat pasangan itu karena diduga menyembunyikan aset untuk menghindari pembayaran utang bernilai jutaan dolar. Pada Januari 2024, pengadilan di Barcelona memutuskan Arantxa dan Santacana bersalah atas tindakan tersebut.

Arantxa dijatuhi hukuman penjara dua tahun. Namun, hukumannya ditangguhkan dengan syarat ia terus membayar utang sebesar US$7,3 juta kepada bank. Sementara itu, Santacana divonis hukuman penjara selama tiga tahun.

Sepanjang persidangan, Arantxa bersikeras bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui cara mantan suaminya mengelola keuangan keluarga. Ia mengaku hanya menandatangani dokumen yang diminta dan baru menyadari masalah tersebut ketika semuanya sudah terlambat. Tekanan akibat kasus itu bahkan membuatnya harus menjalani terapi untuk memulihkan kondisi mental.

"Saya tidak masuk penjara karena saya membayar 50 persen dari penghasilan saya kepada bank. Saya menjalani semua kewajiban itu, padahal sebenarnya saya adalah korban. Rasanya seperti terbangun dari mimpi buruk dan berpikir, 'Ini tidak mungkin terjadi pada saya,'" tuturnya.

Kondisi Arantxa semakin terpuruk setelah pada 2018 Santacana lebih dulu mengajukan gugatan cerai di pengadilan Miami. Dalam gugatannya, ia meminta hak asuh penuh atas kedua anak mereka dengan alasan kondisi mental Arantxa tidak stabil. Tak hanya itu, Santacana juga disebut membawa seluruh dokumen keuangan serta aset yang masih tersisa, sehingga Arantxa mengaku ditinggalkan dalam kondisi bangkrut.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads