Liputan Khusus Wanita Inspiratif Saat Pandemi

Kisah dr. Ning, Pegiat Edukasi Lawan Hoax COVID-19 Dibully Kaum Anti Masker

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 18 Agu 2021 06:15 WIB
Foto dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD. Foto dr Ning, edukator kesehatan dan anggota dari Pandemic Talk. Foto: Dok. pribadi dr Ning.
Surabaya -

dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD atau dikenal dengan dr. Ning, dikenal sebagai tenaga medis yang kerap melawan hoax mengenai COVID-19. dr. Ning menjawab hoax yang beredar di media sosial mulai dari soal penanganan COVID-19 hingga vaksin.

Bagi kamu pengguna media sosial Instagram, bisa jadi sudah akrab dengan sosok dr. Ning. Melalui akun Instagram @drningz, dokter yang tinggal dan praktik di Surabaya ini membagikan berbagai informasi untuk melawan hoax seputar pandemi.

Berbincang dengan Wolipop, dr. Ning yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam ini menceritakan awal mula ia menjadi edukator hoax COVID-19. Dokter Ning mengungkapkan dia mulai membuat konten untuk meluruskan informasi yang salah tentang Corona ketika virus tersebut semakin meluas di Indonesia pada Maret 2020.

"Awalnya dari ketidaksengajaan Maret tahun lalu. Aku banyak menemukan misinformasi di WhatsApp grup keluarga. Aku sendiri kaget sebenarnya karena keluargaku bukannya low educated, tapi kok mudah banget percaya bahkan nggak dibaca sudah dishare. Aku menganggap jangan-jangan masyarakat kayak begini," ungkap dr Ning saat berbincang dengan Wolipop melalui telepon, Jumat (13/8/2021).

Foto dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD.Foto dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD bersama rekan nakes lainnya. Foto: Dok. pribadi dr Ning.

Setelah hanya melawan hoax yang beredar di grup WhatsApp keluarga, dr. Ning pun mencoba ke media sosial yaitu Instagram. Dokter Ning mengakui tak mudah memberantas hoax di tengah pandemi. Oleh karena itu setiap ada informasi yang simpang-siur dia berusaha memberikan penjelasannya.

"Dulu metode awalnya sempat bikin video amatir, kok banyak yang suka dan share. Awalnya yang follow saya hanya teman dekat saya saja. Dan keluarga saya aja. Dan semakin lama banyak yang share penjelasan saya. Terus akhirnya misinformasi itu setiap hari ada, jadi mau tidak mau aku harus konsisten meluruskan informasi," jelasnya.

Konten yang ia buat di akun Instagramnya untuk memberantas hoax seputar COVID-19 beragam, tergantung dari informasi beredar di masyarakat. Dokter Ning juga tidak menetapkan target seberapa sering atau banyak dia harus mengunggah konten. Pastinya setiap ada isu mengenai Corona yang kerap menjadi pertanyaan netizen, dia akan memberikan edukasi. Dari sanalah yang kemudian membuat sosok dr. Ning semakin populer di media sosial dan membuatnya menjadi edukator hoax COVID-19. Saat ini akun Instagram @drningz sudah memiliki lebih dari 137 ribu pengikut.

"Selama masih ada yang bertanya ya saya memberikan edukasi terus. Masyarakat diberikan perbandingan informasi terserah mau percaya dimana dan jangan hanya menerima satu informasi saja," ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu.

Akun Instagram dr. Ning populer bukan hanya karena menyajikan informasi seputar COVID-19. Konten di akun tersebut pun disajikan dengan menarik dan mudah dipahami. Apakah dalam membuat konten, dr. Ning dibantu oleh tim? Sang dokter mengatakan seluruh konten di akun media sosialnya, dia sendiri yang membuat.

"Dulu saya belum kenal dengan aplikasi Canva. Jadi dulu bikin pakai powerpoint, kuno banget. Dan ambil dari berbagai sumber, lama-lama saya tahu canva, saya bisa edit di mana saja dan gampang banget, jadi saya bikin sendiri semua," tutur dr. Ning.

Foto dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD.Foto dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD. Foto: Dok. pribadi dr Ning.

dr Ning Menuai Pro Kontra

Menjadi orang yang membasmi hoax seputar COVID-19, dr. Ning melalui berbagai suka duka. Dia mengungkapkan sering menerima komentar negatif dari warganet. Bahkan pada awal pandemi dr Ning terkejut melihat warganet yang menentang informasi yang ia berikan.

"Saya sebelumnya jarang aktif di media sosial. Saya dulu memberikan edukasi masker terus saya diserang sama aku aneh. Tiba-tiba saya dibully. Ada screenshot komentar saya di akun Istagram dokter, terus diposting di akun anti masker," kenang dr. Ning.

Dokter Ning tak menyangka jika postingan buatannya menyebar luas. Dia banyak mendapat bullying, dicaci-maki dengan kata-kata kasar yang tidak sopan.

"Saya sempat shock dan menutup akun Instagram selama tiga hari. Terus saya maju lagi, bahkan sampai sekarang komentar negatif itu masih ada. Dan sekarang saya sudah terlatih, tidak terlalu saya respon. Tapi kalau sudah cyber bullying saya block langsung," kata dr. Ning.

Dokter 37 tahun itu menegaskan dalam melawan hoax seputar COVID-19, dia tak pernah menyerang seseorang dan menyebutkan nama. Dokter Ning memilih tetap fokus membuat konten edukasi tentang COVID-19.

Bergabung di Pandemic Talks

Selain melalui akun Instagram pribadi, dr. Ning melawan hoax seputar COVID-19 dengan bergabung dalam kelompok bernama Pandemic Talks di Instagram. Akun Instagram tersebut konsisten menyajikan informasi dan data terkini terkait COVID-19. Inisiator akun @pandemictalks sendiri ada tiga orang yaitu dr. Kamil Muhammad, Firdza Radiany dan dosen Mutiara Anissa.

Dokter Ning mengungkapkan alasannya bergabung sebagai tim medis di akun Instagram tersebut karena memiliki visi dan misi yang sama dengan dirinya. Mereka sama-sama ingin meluruskan misinformasi mengenai COVID-19.

"Pandemic Talks ini kan organisasi relawan yang isinya orang-orang yang dalam sehari-hari di dunia medis. Salah satu inisiatornya adalah teman saya. Dan kebetulan ngobrol, satu visi dan misi. Kebetulan energinya sama dan apa yang disuarakan oleh Pandemic Talks itu cocok dengan saya. Namun tidak semua anggota Pandemic Talks bekerja sehari-hari di bidang medis," imbuhnya.

Pandemic Talks sendiri, dijelaskan dr. Ning mempunyai banyak anggota tim yang bekerja sesuai bagiannya masing-masing. Khusus dr. Ning, dia bertugas sebagai kontributor medis atau misinformasi di bidang medis.

"Saya bertugas memberikan edukasi dan menjadi konsultannya. Dan yang lainnya bagian data, komunikasi dan semuanya relawan. Jadi sukarela dan tidak dibiayai oleh siapa-siapa. Dan tidak berpihak, benar-benar relawan," terang dokter yang juga menginisiasi platform edukasi kesehatan di akun Instagram @internaisfun itu.

Dokter Ning mengatakan sama seperti akun Instagramnya, akun Pandemic Talks juga tak luput dari serangan netizen. "Padahal kita mengambil data dari Kementerian, Pandemic Talks disebut anti pemerintah. Tapi maksud kita kan hanya memberikan informasi," ujar dr. Ning.

Foto dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD.Foto dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD. Foto: Dok. pribadi dr Ning.

Sebagai edukator hoax COVID-19, dr. Ning menyampaikan harapannya untuk seluruh warga Indonesia terutama yang 'melek' media sosial. Dia mengatakan jika kamu mendapatkan informasi hoax jangan disebarluaskan kembali dan cukup berhenti di kamu.

"Kalau masalah hoax ini kompleks banget dan sudah ditunggangi oleh politik. Jadi kita sulit memberantas hoax. Coba mulai dulu dari diri sendiri. Artinya kalau kita menerima informasi jangan buru-buru percaya. Cek terlebih dahulu, penulis beritanya backgroundnya dan jangan langsung dishare. Dari kitanya harus mengendalikan, kalau tidak akan terus menyebar seperti virus. Harus berhenti di kita, jangan terusin lagi," ujarnya dengan ramah.

Pada momen HUT ke-76 Republik Indonesia ini, dr. Ning juga memberikan pesannya untuk sesama wanita. Dia menyampaikan wanita Indonesia harus tetap semangat berkarya meskipun saat ini tengah pandemi. Dia berpesan berusahalah beradaptasi dengan segala perubahan.

"Jangan menyerah, sekarang kita sedang merayakan 17 Agustus dalam kondisi berperang. Kita belum menang melawan COVID-19. Tapi paling tidak arti merdeka adalah kondisi kita sehat. Wanita Indonesia tak boleh menyerah harus maju terus dan lakukan sesuai tujuan. Mungkin jalannya berbeda karena harus berdaptasi, lebih kreatif untuk memakai jalan menuju tujuan kamu," tutup dr. Ning.

(gaf/gaf)