Cara Merawat Tanaman Hias Adenium, Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini

Tim Haibunda - wolipop Rabu, 31 Mar 2021 21:00 WIB
Photo showing a Desert Rose (Adenium obesum) plant that has been made over as a bonsai tree. This species is also known under the common names of Sabi star, kudu, mock azalea and impala lily. Tanaman hias adenium. Foto: iStock
Jakarta -

Tanaman hias adenium berasal dari Benua Afrika serta Asia bagian barat. Oleh karena itu, tanaman hias ini termasuk ke dalam jenis famili Apocynaceae yang mampu hidup di lingkungan kering. Sehingga, dalam kondisi lingkungan apapun, tanaman hias ini tetap akan senantiasa memancarkan keindahannya bagi pencinta tanaman hias.

Adenium akan semakin memesona ketika bunganya bermekaran. Perawatan yang dilakukan rutin dengan menggunakan metode yang tepat akan menciptakan tanaman hias tumbuh dengan kondisi yang sehat dengan bercirikan daun yang tumbuh normal dan batang yang tampak kokoh.

Tentunya, kamu tidak boleh sembarangan dalam merawat tanaman hias Adenium. Sebab, perawatan yang salah akan menimbulkan kerusakan hingga pembusukan pada adenium.

Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari dalam merawat tanaman hias Adenium:

1. Menggunakan Media Tanam yang Kurang Porous

Dikutip dari buku Problem Tanaman Hias Populer & Solusinya, cara merawat tanaman hias adenium yang sebaiknya jangan dilakukan adalah menggunakan media tanam yang kurang porous atau terlalu padat, hal ini sebenarnya dapat menyebabkan akar terendam air. Sehingga tanaman hias sulit bernapas dan memicu risiko serangan penyakit. Kepadatan media tanam di dalam pot dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

-Terlalu banyak tersiram air hujan sehingga menjadi padat. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara menambahkan styrofoam di dasar pot.

-Menggunakan pasir kali halus sebagai campuran media tanam, Hal ini mengakibatkan adanya endapan di lapisan bawah media tanam, sehingga menyebabkan air sulit keluar dari dalam pot. Solusinya, bisa diatasi dengan mengganti pasir kali dengan pasir malang atau sekam mentah.

-Akar yang membesar dapat mengakibatkan kepadatan media tanam di dalam pot juga meningkat. Solusinya, lakukan repotting, dan pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar.

2. Memberikan Pupuk Kimia Secara Berlebihan

Memberikan pupuk kimia secara berlebihan, dapat menyebabkan tanaman hias mati. Untuk mengetahui ciri tanaman hias yang terlalu banyak diberi pupuk kimia dapat dikenali, di antaranya daunnya yang keriput dan kering, kemudian rontok.

Perlu disadari bahwa kerusakan yang ditimbulkan akibat pemberian pupuk kimia yang berlebihan muncul sangat cepat, sekitar 2-3 hari. Untuk mengatasinya, bisa dengan menyiram tanaman hias adenium menggunakan air dalam jumlah banyak agar pupuk kimia yang ada di media tanam larut terbawa air.

Apalagi kesalahan merawat tanaman hias adenium? KLIK DI SINI untuk mengetahuinya.



Simak Video "Awasi Tanaman Hiasmu dari Pencuri"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)