Ekspansi ke Rusia, Dian Pelangi Pendekatan dengan Selebgram Lokal

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 23 Agu 2017 07:52 WIB
Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop

Jakarta - Agustus dan September menjadi bulan-bulan yang sibuk bagi Dian Pelangi. Betapa tidak, Dian Pelangi akan mengikuti dua ajang mode internasional dalam kurun waktu yang berdekatan.

Pada akhir Agustus, Dian akan bertolak ke Moskow, Rusia, untuk berpartisipasi dalam Collection Premier Moscow (CPM). Setelahnya, desainer modest wear itu akan menuju New York City, AS, untuk menampilkan karyanya di New York Fashion Week pada awal September.

"Dari Moskow, ke Indonesia dulu sekitar dua hari. Baru berangkat lagi ke New York. Haduh, bakal lelah banget nanti," kata Dian kepada Wolipop selepas jumpa pers di jumpa pers di Gedung Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2017).

Di Collection Premier Moscow, Dian akan memboyong 70 busana dari label teranyaranya, Privé, yang diluncurkan Mei lalu. Namun untuk koleksi ini, Dian memperbaharui tampilannya agar terlihat baru dan sesuai selera pasar Rusia.

"Misal untuk pemilihan warna, aku bermain aman dengan warna putih gading dan emas. Ada juga pola-pola yang sumber inspirasinya dari sebuah gereja tua di St.Petersburg," kata Dian.

Ini adalah kali pertama desainer asal Palembang, Sumatera Selatan, itu memamerkan karyanya di Rusia. Menurut Dian, Rusia dan negara-negara Eropa Timur di sekitarnya adala pasar yang potensial mengingat daya belinya sedang berkembang pesat. Di samping itu, penduduk muslim juga semakin bertambah di sana.

"Ada beberapa follower-ku dari sana yang ternyata juga selebgram. Rencananya aku mau meet and greet dengan mereka sebagai salah satu cara pendekatan untuk mengenalkan labelku di pasar Rusia," kata wanita 26 tahun itu.

Dian bukan satu-satunya desainer dan label Indonesia yang berpartisipasi di CPM edisi ke-29 ini. Selain Dian, tampil pula Kabana by Itang Yunasz, Kasha by Sjully Darsono, Devyros, Ekuator, Warnatasku, Kalyana Indonesia, Huraira, dan Teha Bags. Semua label mewakili kekuatan Indonesia, yakni modest wear atau busana sopan dan keragaman budaya.

Karya mereka akan dipamerkan di area seluas 62 meter persegi dengan tajuk 'The Heart of Fashion Craft'.

Berkonsep B to B, CPM adalah pameran produk fashion berskala global terbesar di kawasan Eropa Timur. Sekitar 1.000 merek fashion dan 22.600 buyers dari 27 negara akan ikut serta di ajang yang digelar dua tahun sekali itu. (dng/asf)