Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jakarta Modest Summit 2025

Ini Rahasia Brand Modest Damakara & Khaanan Indonesia Tembus Eropa & Amerika

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Jumat, 12 Des 2025 10:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Acara Jakarta Modest Summit (10/12/2025) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Acara Jakarta Modest Summit (10/12/2025) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Foto: Gresnia/Wolipop.
Jakarta -

Indonesia menduduki peringkat pertama dalam ekosistem modest fashion global, dengan potensi belanja Muslim mencapai 428 miliar USD. Data dari SGIE 2024-2025 ini menjadi pendorong utama bagi brand lokal untuk berani 'naik kelas' dan menembus pasar internasional. Namun, bagaimana cara bagi pelaku usaha modest fashion untuk memahami dan menaklukkan pasar global?

Pertanyaan ini menjadi topik utama dalam acara talkshow Jakarta Modest Summit 2025. Hadir sebagai pembicara adalah dua founder brand lokal yang telah sukses berlayar ke kancah dunia, yakni Nurdini Prihasiti, Founder Damakara, yang telah menembus pasar Korea, Paris, Bangkok, Malaysia, hingga Singapura.

Ada juga Khanaan Shamlan sebagai Founder Khanaan Official, desainer asal Pekalongan yang karyanya fokus pada batik high-end dan pernah tampil di The Young Arts Museum San Francisco, bersanding dengan brand sekelas Yves Saint Laurent dan Christian Dior.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara Jakarta Modest Summit (10/12/2025) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.Acara Jakarta Modest Summit (10/12/2025) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Foto: Gresnia/Wolipop.

Saat disinggung mengenai motivasi utama di balik upaya going global, apakah untuk meningkatkan brand positioning di dalam negeri atau murni mencari keuntungan (cuan) di pasar luar, kedua founder memberikan jawaban yang jujur dan seragam.

"Sebenarnya kalau Damakara sendiri dua-duanya," jawab Nurdini Prihasiti dalam talkshow bertajuk Ekspor Cerdas: Memahami Pasar Internasional untuk Produk Modest, di The Ballroom, Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, diterima oleh market luar negeri membuktikan bahwa brand memiliki kualitas yang diakui secara internasional. Namun, ia juga menekankan bahwa secara hitung-hitungan bisnis, ekspansi ke luar negeri harus menghasilkan cuan.

Acara Jakarta Modest Summit (10/12/2025) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.Acara Jakarta Modest Summit (10/12/2025) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Foto: Gresnia/Wolipop.

Damakara, yang memulai di Januari 2020 dengan modal Rp 15 Juta, banyak memanfaatkan program pembinaan dari Kementerian Perdagangan dan Bank Indonesia sehingga sebagian besar kesempatan ekspo ke luar negeri diperoleh secara gratis. Strategi Damakara sendiri berfokus pada menambah market di negara tujuan, dengan harapan diaspora hingga market lokal setempat mau membeli produk mereka.

Senada dengan Nurdini, Khanaan Shamlan juga menegaskan bahwa tujuan ekspor adalah dua-duanya. "Kalau kita mau dibilang keren, kita memang harus bisa go international. Tapi kalau dibilang keren doang tapi enggak ada cuannya kan nggak lucu juga," ujar desainer lulusan Esmod Jakarta ini.

Bagi Khanaan Official, ekspansi ke luar negeri harus memperkuat brand positioning sekaligus berhasil masuk ke buyer internasional.

Strategi Target Pasar yang Kontras

Acara Jakarta Modest Summit (10/12/2025) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.Acara Jakarta Modest Summit (10/12/2025) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Foto: Gresnia/Wolipop.

Meski memiliki tujuan yang sama, Damakara dan Khanaan Official menerapkan strategi pasar yang berbeda. Damakara menargetkan pasar di Asia, seperti Korea, Malaysia, Singapura, dan Bangkok.

Kunci suksesnya adalah menyesuaikan produk dengan tren negara penerima. Misalnya, untuk pasar Korea, Damakara memproduksi produk dengan teknik hand stitching yang diminati di sana. Selain itu, brand ini memanfaatkan jejaring dan diaspora Indonesia yang memiliki toko di luar negeri untuk titip barang, yang memungkinkan mereka go international tanpa modal besar.

Khusus untuk pasar ini, Damakara menawarkan keunggulan handcraft berupa pakaian yang dijahit jelujur satu-satu, sebuah teknik hand stitching yang sangat disukai dan tidak mudah didapatkan di negara mereka.

Pengalaman ini mengajarkan bahwa membangun market internasional membutuhkan konsistensi; tidak cukup hanya melakukan penjualan satu atau dua kali. Berpegangan pada prinsip ini, Damakara berencana berekspansi ke Istanbul dan Amerika, dengan koleksi yang disesuaikan, seperti mengombinasikan batik dengan denim untuk memenuhi selera pasar di sana.

Sementara itu, Khanaan Official berani mengambil pasar yang lebih spesifik dan high-end, yakni di Eropa dan US, dengan core produk adalah batik dari Pekalongan. Khanaan menjelaskan bahwa market sasarannya adalah orang-orang luar yang cinta banget pada batik, bukan untuk seragaman atau acara kawinan. Uniknya, brand ini dikenal di kancah internasional hanya murni melalui website dan media sosial sejak tahun 2016, menunjukkan pentingnya platform digital sebagai etalase global.

Bagi Khanaan Shamlan, semangat untuk go international sudah tertanam sejak awal, didorong oleh latar belakangnya sebagai keturunan pembatik Pekalongan. Lulusan Esmod Jakarta ini memiliki cita-cita besar membawa wastra Indonesia ke kancah global.

Meskipun tantangan terbesar adalah menjaga kapasitas produksi, Khanaan tetap berani berekspansi, awalnya ke Hongkong, lalu sukses berkolaborasi di Paris (menggunakan tenun) dan London Fashion Week (bersama Nada Puspita).

Strategi kuncinya adalah konsistensi, budget marketing yang tepat, dan melihat peluang di sektor lain melalui kolaborasi. Khanaan kini fokus membentuk pasar di Gulf Country, khususnya Dubai, setelah menyadari potensi besar dan respons bagus dari Middle East.

Ia menekankan pentingnya riset budaya yang mendalam, karena culture Muslimah di Dubai sangat berbeda dengan Indonesia. Konsistensi dalam show dan membentuk komunitas menjadi kunci agar upaya ekspor tidak sekadar "bakar uang," yang kini telah menghasilkan store partner dan pasar di Ryad, Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar.


Pentingnya Terminologi dan Storytelling Global

Salah satu insight krusial dalam diskusi ini adalah mengenai definisi modest fashion. Khanaan Shamlan mengungkapkan, di pasar internasional, modest fashion diartikan sebagai busana yang tertutup dan juga sopan, berbeda dengan mindset di Indonesia yang identik dengan busana Muslim.

"Kalau saya, dari awal itu tidak pernah bilang kalau saya itu busana Muslim," ungkap Khanaan.

Dengan menggunakan terminologi busana yang tertutup dan sopan, pasar menjadi lebih luas dan tidak terkotak-kotak hanya pada segmen muslim saja.

Nurdini Prihasiti dari Damakara juga menerapkan strategi yang sama, dengan fokus ke modest fashion secara global. "Kita punya campaign yang memang kita selalu bilang, wanita yang berhak memilih apa yang akan mereka kenakan," terangnya.

Damakara merancang pakaian dengan cutting loose, basic, dan timeless agar dapat dipakai oleh semua wanita, baik yang berhijab maupun tidak, sehingga modest fashion bisa menjadi mainstream.

Sebagai penutup, Khanaan Shamlan memberikan tips kunci bagi brand yang ingin bersaing di panggung global. "Kita harus punya brand positioning yang kuat. Dan kita harus punya storytelling yang kuat juga. Storytelling (seperti "batik dari Pekalongan, lulusan Esmod") dianggap sangat penting untuk menciptakan identitas yang kuat di mata konsumen internasional, mengikuti jejak brand besar dunia," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai tantangan terbesar saat go international, kedua founder menyoroti aspek operasional dan kualitas. Pasar internasional sangat detail dan ketat dalam hal kualitas produk. Selain itu, kecepatan pengiriman sangat diperhatikan oleh buyer internasional, menuntut brand lokal untuk bisa memenuhi target waktu yang ketat.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads