Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Studi Ungkap Belajar Bahasa Asing Bisa Bikin Otak 13 Tahun Lebih Muda

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 05 Sep 2026 19:34 WIB
...
Portrait of friendly Asian woman teaching Chinese language to student standing by whiteboard in class
Foto: Getty Images/mediaphotos
Jakarta -

Belajar bahasa asing ternyata tidak hanya bermanfaat untuk berkomunikasi atau menambah skill.

Penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang menguasai beberapa bahasa, memiliki aktivitas otak yang lebih muda, dibandingkan mereka yang hanya menggunakan satu bahasa. Menariknya, semakin banyak bahasa yang dikuasai, semakin besar perbedaannya.

Penelitian dari Federation of European Neuroscience Societies (FENS) menganalisa 728 orang di wilayah Basque, Spanyol, yang fasih berbicara empat bahasa. Mereka kemudian menggunakan teknologi untuk melihat aktivitas sel-sel otak dan memperkirakan usia otak mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, orang yang menguasai setidaknya dua bahasa memiliki aktivitas otak yang terlihat sekitar enam tahun lebih muda, dibandingkan yang hanya berbicara satu bahasa. Pada orang yang menguasai tiga bahasa, perbedaannya mencapai sekitar tujuh tahun.

Sementara itu, mereka yang berbicara empat bahasa memiliki aktivitas otak yang terlihat sekitar 13 tahun lebih muda. Bukan hanya soal jumlah bahasa, peneliti menemukan bahwa tingkat penguasaan bahasa dan usia saat mulai mempelajarinya juga berpengaruh.

ADVERTISEMENT

Semakin fasih seseorang dan semakin dini mereka belajar bahasa kedua, semakin lambat pula pola penuaan otaknya. Dr. Lucia Amoruso, pemimpin kelompok penelitian dari Basque Center on Cognition, Brain and Language di San Sebastián, Spanyol, mengatakan manfaat tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara dua bahasa.

"Pengalaman menggunakan beberapa bahasa memiliki efek yang bertahap. Jadi, bukan sekadar bisa berbicara dua bahasa atau tidak, tetapi juga seberapa dalam dan berapa lama seseorang menggunakan bahasa tersebut," ujar Lucia, seperti dikutip dari Real Simple.

Meski begitu, bahasa bukan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan kesehatan otak. Gaya hidup dan aktivitas sosial juga dapat memengaruhi pola aktivitas otak.

Christina Dalla, profesor farmakologi dari Medical School of the National and Kapodistrian University of Athens yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan belajar bahasa baru memang memberi banyak manfaat.

"Ada banyak alasan untuk mempelajari bahasa lain, mulai dari manfaat sosial dan budaya hingga kesehatan otak. Karena itu, pembelajaran bahasa sebaiknya didukung sejak sekolah dan terus dilakukan sepanjang hidup, meskipun tidak selalu mudah," katanya.

Jadi, kalau selama ini kamu punya keinginan belajar bahasa baru tetapi selalu menundanya, mungkin sekarang saatnya mulai. Selain menambah skill, aktivitas ini juga bisa membantu menjaga otak tetap aktif seiring bertambahnya usia.

Namun, perlu dicatat bahwa angka "Enam, tujuh, hingga 13 tahun lebih muda," merujuk pada pola aktivitas otak yang diperkirakan melalui metode penelitian, bukan berarti usia biologis otak benar-benar 'mundur' sebanyak itu.

(hst/hst)
...
Hide Ads