Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Stres Bikin Perut Kembung dan Begah? Ternyata Ini Penyebabnya

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Selasa, 05 Mei 2026 11:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Mid adult woman holding her belly suffering from abdominal pain
Foto: Getty Images/draganab
Jakarta -

Ketika stres dan emosi memuncak, tubuh sering kali ikut bereaksi dan terasa tidak nyaman. Menurut para ahli, meskipun pola makan tetap baik dan tidak berubah, sistem pencernaan bisa terganggu. Kondisi inilah yang kemudian membuat perut terasa kembung dan begah (bloating).

"Usus itu seperti otak kedua manusia, sangat dipengaruhi oleh sistem saraf," kata Rebecca Ditkoff, konselor makan dan pemilik praktik pribadi Nutrition by RD di New York City. Ia juga menjelaskan bahwa sistem pencernaan dapat mencerminkan kondisi emosional seseorang karena keduanya saling terhubung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh saat stres hingga bisa memicu kembung?

Penyebab Stres

Sistem saraf enterik, yang merupakan bagian dari sistem saraf otonom, berperan dalam saluran pencernaan dan mengatur proses pencernaan. Sistem ini juga menjadi penghubung antara kondisi saraf dan fungsi pencernaan.

ADVERTISEMENT

"Kita pada dasarnya berada dalam dua kondisi sistem saraf," ujar Melissa Groves Azzaro, RDN, seorang praktisi yang berfokus pada kesehatan wanita, kepada SELF.

Kondisi pertama adalah fight-or-flight dan kondisi kedua, rest-and-digest. Dalam kondisi ini, sumber bahaya-baik itu ancaman nyata seperti sekawanan serigala di masa prasejarah, maupun tekanan modern seperti tenggat waktu yang terlewat-dapat memicu stres emosional yang intens. Hal ini menyebabkan tubuh melepaskan hormon stres dalam jumlah besar, seperti kortisol, epinefrin (adrenalin), dan norepinefrin (noradrenalin) dari kelenjar adrenal.

Pada masa lalu, respons fisiologis ini membantu manusia untuk bersiap melarikan diri (flight) atau menghadapi ancaman (fight). Selama proses ini terjadi, sistem pencernaan pada dasarnya berhenti bekerja sejenak agar tubuh dapat memprioritaskan upaya menyelamatkan diri dibandingkan mencerna makanan.

Pada kondisi tersebut, aliran darah ditarik dari sistem pencernaan menuju otot-otot agar tubuh memiliki energi untuk berlari. Kontraksi otot pencernaan pun menurun, begitu juga produksi sekresi pencernaan.

Efek samping dari perubahan ini adalah sistem pencernaan tidak bekerja secara normal, sehingga proses pencernaan terganggu. Makanan tidak dipecah dengan baik, sehingga berada lebih lama di perut dan tidak terurai sepenuhnya.

"Ketika makanan berada di saluran pencernaan dalam waktu lama, makanan tersebut lebih mudah memerangkap gas," jelas Ditkoff. Akibatnya, perut menjadi kembung.

Meski demikian, respons tubuh terhadap stres bisa berbeda-beda pada setiap orang. "Beberapa orang justru mengalami kram perut hingga diare," ujar Ditkoff.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan gangguan pencernaan kronis, yang dapat kambuh saat stres meningkat. Bahkan, dalam situasi tertentu seperti saat berlari, tubuh bisa benar-benar berada dalam kondisi flight.

Ditkoff menekankan kondisi yang terjadi saat stres ini merupakan hal umum, hampir semua orang pernah mengalaminya, dengan reaksi yang berbeda-beda. Ada yang saat stres makan terus-menerus, sementara yang lain justru merasa mual dan kondisi tubuhnya memburuk.

Cara agar kembung dan begah berkurang atau tidak terjadi karena stres adalah mengembalikan kondisi tubuh ke fase sebaliknya yaitu dari fase fight-or-flight ke fase rest-and-digest. Pada kondisi ini, hormon stres tidak melonjak, aliran darah lancar ke seluruh tubuh, dan tidak ada gangguan kontraksi otot. Segala sesuatu dipecah dan didistribusikan ke organ yang dibutuhkan.

Tubuh mencerna makanan lebih baik saat merasa tenang. Ditkoff menyarankan untuk makan dalam kondisi yang tenang. Namun, tidak makan saat sedang stres juga bukan hal yang baik dan tidak dianjurkan.

Lantas, bagaimana mengatasi kembung dan begah akibat stres? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

Tips Agar Perut Tidak Kembung atau Begah Saat Stres

Stress headache, burnout and woman in office overwhelmed with workload at desk with laptop. Frustrated, overworked and tired woman with computer at startup, anxiety from deadline time pressure crisis

Foto: Getty Images/PeopleImages

1. Lakukan manajemen stres dengan baik

Meskipun sulit, paling tidak cobalah untuk meredakan stres yang sedang kamu alami. Kamu bisa mencoba teknik pernapasan yang juga digemari oleh Ditkoff dan Azzaro yaitu dengan ritme klasik: menarik napas empat detik, menahan napas empat detik dan menghembus selama empat detik, begitu seterusnya selama empat kali.

"Ini bisa membantu mengembalikan kamu ke keadaan yang lebih tenang," kata Ditkoff.

2. Meluangkan waktu untuk istirahat dan makan

Jangan makan sambil mengerjakan sesuatu. Fungsinya supaya kamu menikmati setiap suapannya dan tubuh fokus pada proses makan. Menurut Azzaro, makan sambil melakukan hal lain bukan hal yang baik dan ideal, tubuh perlu waktu untuk fokus makan, mencerna dan menyerap makanan.

Ia menyarankan untuk meluangkan kurang lebih satu jam untuk istirahat makan agar tidak stres. Setidaknya sebelum makan kamu sempat untuk duduk dan beristirahat sejenak agar tubuh lebih santai.

Ditkoff menjelaskan bahwa orang cenderung banyak menelan udara karena makan terburu-buru saat stress. Ini membuat perut yang sudah kembung jadi bertambah parah kembungnya.

3. Hindari makanan yang sulit dicerna

Beberapa sayur yang sehat sekalipun cenderung susah dicerna, terutama jenis brokoli, kembang kol dan kubis brussel. Mengonsumsi sayuran hijau saat stres dan begah ternyata hanya akan memperburuk keadaan. Azzaron menyarankan, ketimbang makan salad, lebih baik makan makanan yang sudah dimasak.

Contoh makanan yang baik dikonsumsi saat stres ialah makanan dan minuman yang hangat. "Makanan dan minuman yang hangat bisa membantu proses pencernaan. Selain itu, otot-otot tubuh juga jadi lebih rileks," ujar Ditkoff.

Selain sayuran yang mengandung serat kasar, makanan dan minuman yang mengandung gula dan manis, seperti es krim, kue dan roti serta alkohol lebih sulit dicerna oleh tubuh. Jadi harus kamu hindari.

Tips Agar Perut Tidak Kembung atau Begah Saat Stres

Ilustrasi diet

Foto: Getty Images/iStockphoto/nuttapong punna

4. Hindari makanan, minuman dan alat makan yang bisa menambah gas dalam perut

Minuman berkarbonasi seperti soda dan sparkling water mengandung karbondioksida larut yang bisa menambah gas di perut. "Apalagi soda jenis soda diet," tambah Azzaro.

Selain soda, mengunyah permen karet, mengisap permen keras dan minum dengan sedotan juga bisa memperburuk kembung. Ketiganya membuat kamu menelan lebih banyak udara dari biasanya.

5. Batasi cemilan dan makanan yang memperburuk kondisi

Kita seringkali memilih untuk mengonsumi makanan cepat saji yang berlemak atau makanan yang tinggi gula dan garam saat sedang stress. Tujuannya tidak lain untuk menghibur perasaan sendiri.

Padahal, kebiasaan ini justru berdampak tidak baik pada kesehatan tubuh secara menyeluruh. Lemak dan karbohidrat olahan akan diserap dengan cepat oleh tubuh dan meningkatkan kadar gula darah. Ketimbang ngemil saat stres, Azzaro menyarankan, "coba pilihlah menu yang sehat dan minum banyak air."

6. Kunyah makanan dengan baik

Sebaiknya makanan dikunyah dengan baik secara perlahan, karena mengunyah adalah langkah penting dalam pencernaan. Jika tidak mengunyah makanan sampai lembut, bahkan kebiasaan langsung menelan makanan, akan mempersulit kerja pencernaan yang sudah terganggu karena stres.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads