Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini Waktu Terbaik Ngemil Makanan Manis agar Tidak Merusak Diet

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 06 Apr 2026 09:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

A beautiful asian woman eating ice cream and a mixed berries pancakes with whipped cream by wooden spoon
Foto: Getty Images/Farknot_Architect
Jakarta -

Untuk para sweet tooth, ngemil makanan manis saat diet sering bikin dilema. Ingin menikmati dessert favorit, tapi takut angka di timbangan ikut naik.

Kabar baiknya, ternyata kamu tetap bisa makan makanan manis asal tahu waktu yang tepat. Seorang ahli gizi mengungkap bahwa bukan hanya jumlah gula yang perlu diperhatikan, tapi juga kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya agar tidak merusak diet.

Kue, cookies, atau penganan manis lain sebenarnya masih boleh dinikmati, selama porsinya tetap terkontrol. Kuncinya ada pada waktu atau jam makan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Idealnya, makanan manis boleh dikonsumsi antara waktu makan siang dan makan malam, dan sebaiknya tidak terlalu malam karena tubuh membutuhkan proses metabolisme untuk mengolah gula," jelas Maya Feller, seorang ahli gizi sekaligus penulis, seperti dilansir Huffpost.

Waktu terbaik lainnya adalah mengonsumsi makanan manis setelah makan utama dengan asupan gizi seimbang. Cara ini membantu tubuh memproses gula lebih efisien karena dikombinasikan dengan nutrisi lain.

ADVERTISEMENT

Saat siang hingga sore hari, tubuh juga cenderung lebih aktif. Aktivitas ini membantu proses metabolisme berjalan lebih optimal, termasuk dalam mengolah gula yang masuk ke dalam tubuh.

"Kamu cenderung lebih aktif di siang hari, sehingga tubuh punya lebih banyak waktu untuk mengolah gula tersebut," tambah Feller.

Sebaliknya, ngemil manis menjelang tidur sangat tidak disarankan. Ketika tubuh tidak banyak bergerak, proses metabolisme gula jadi kurang maksimal.

"Jika setelah makan manis kamu langsung berbaring tanpa aktivitas, tubuh tidak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan insulin untuk bekerja optimal," jelas Feller.

Insulin merupakan hormon yang berperan memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel untuk dijadikan energi. Tanpa aktivitas, proses ini bisa terhambat.

Akibatnya, kadar gula darah bisa meningkat dan dalam jangka panjang berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan. Tak hanya itu, konsumsi gula sebelum tidur juga bisa mengganggu kualitas tidur, membuat lebih sulit terlelap, hingga meningkatkan risiko resistensi insulin.

Boleh makan manis saat diet, asal...

Feller menegaskan bahwa gula bukanlah musuh yang harus dihindari sepenuhnya.

"Gula pada dasarnya adalah karbohidrat, dan tubuh kita membutuhkannya. Gula adalah sumber energi utama bagi otak," jelasnya.

Namun, diet seimbang tetap jadi kunci utama. Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan tanpa memberi waktu tubuh untuk memprosesnya bisa membuat sistem tubuh kewalahan.

Dia juga mengingatkan bahwa pola makan sehat bukan terpaku pada 'boleh' atau 'tidak boleh', tapi lebih pada nutrisi seimbang dan kebutuhan tubuh.

"Jika kamu makan gula sedikit lebih banyak dari yang direncanakan, itu bukan akhir segalanya. Pola makan adalah proses, bukan sesuatu yang hitam-putih. Beri diri ruang untuk tetap fleksibel," tutupnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads