Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Puasa Tanpa Bau Mulut! Ini Cara Tepat Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Jumat, 27 Feb 2026 03:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

makanan bau mulut
Foto: Istimewa
Jakarta -

Wajah dan tubuh sudah dirawat dengan baik, tetapi rasanya tetap kurang jika kesehatan mulut tidak diperhatikan. Menjaga kesehatan dan kebersihan mulut menjadi salah satu kunci untuk tampil percaya diri. Jika gigi bersih, sehat, dan napas segar, tentu semua aktivitas bisa dilakukan dengan perasaan nyaman tanpa rasa malu.

Saat berpuasa, kesehatan mulut perlu mendapat perhatian lebih karena mulut cenderung kering akibat tidak makan dan minum seharian. Jika tidak dirawat dengan baik, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan diri sendiri bahkan orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kita mungkin sudah sering mendengar bahwa cara merawat mulut adalah dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride serta membersihkan sela-sela gigi setiap hari. Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi juga sangat dianjurkan.

Namun, tahukah kamu bahwa perawatan mulut tidak hanya sebatas itu? Berikut langkah-langkah yang bisa membantu meningkatkan perawatan mulut, baik saat berpuasa maupun di hari-hari biasa:

ADVERTISEMENT

Jadwalkan Waktu Sikat Gigi dengan Baik

Seperti dikutip dari All Things Beauty, idealnya, menyikat gigi dilakukan minimal tiga kali sehari. Pertama, pada pagi hari sebelum sarapan atau setelah bangun tidur sebelum sahur.

Mengapa demikian? Kandungan fluoride dan bahan aktif dalam pasta gigi membantu menghilangkan bakteri yang menumpuk selama tidur serta memberikan perlindungan dari asam atau gula dalam makanan. Jika tidak menyukai rasa pasta gigi yang bercampur dengan makanan, kamu bisa berkumur secukupnya setelah menyikat gigi.

Selanjutnya, setelah makan. Jika memungkinkan, kamu bisa langsung menyikat gigi. Namun, bila tidak memungkinkan, tunggulah sekitar 30 menit setelah makan. Hal ini bertujuan agar enamel gigi tidak terkikis karena menyikat gigi terlalu cepat setelah terpapar asam dari makanan. Jadi, tidak perlu khawatir bau mulut setelah sahur, karena justru itulah waktu yang ideal untuk menyikat gigi.

Terakhir, sikatlah gigi sebelum tidur agar sisa makanan dan plak yang menumpuk sepanjang hari dapat dibersihkan. Langkah ini penting untuk mencegah gigi berlubang dan menjaga kesehatan gusi.

Perhatikan Teknik Menyikat Gigi

Sering menyikat gigi tidak akan efektif jika tekniknya salah. Oleh karena itu, teknik menyikat gigi harus diperhatikan dengan benar.

Gerakan menyikat gigi yang tepat adalah gerakan membulat atau melingkar, dilakukan dengan lembut agar gusi tidak terluka. Gerakan bolak-balik secara kasar justru merupakan teknik yang keliru dan masih sering dilakukan.

Sikatlah gigi setidaknya selama dua menit agar seluruh permukaan gigi bersih secara menyeluruh. Setelah menyikat gigi, sebaiknya cukup meludahkan sisa pasta gigi tanpa berkumur berlebihan. Berkumur terlalu banyak dapat menghilangkan fluoride yang justru berfungsi melindungi enamel dari kerusakan dan gigi berlubang.

Bersihkan Sela-Sela Gigi dengan Benang Gigi

Portrait of a beautiful young woman flossing her teeth in the bathroom at home

Foto: dok. iStock

Benang gigi berfungsi menjangkau area yang tidak dapat dibersihkan oleh sikat gigi. Idealnya, benang gigi digunakan sebelum menyikat gigi agar pasta gigi dapat bekerja lebih efektif.

Gunakan benang sepanjang kurang lebih 45 cm, lilitkan pada kedua jari tengah, dan sisakan beberapa sentimeter untuk digunakan. Geser benang secara perlahan naik-turun di sela gigi, lalu lengkungkan membentuk huruf C mengikuti permukaan gigi hingga ke garis gusi.

Lakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru agar tidak melukai gusi. Jika dilakukan sebelum menyikat gigi setelah sahur, napas akan terasa lebih segar lebih lama karena tidak ada sisa makanan yang tertinggal.

Bersihkan Lidah dan Gunakan Obat Kumur

Wanita Memakai Obat Kumur

Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

Selain gigi dan gusi, lidah juga perlu dibersihkan karena dapat menyimpan bakteri penyebab bau mulut. Bisa saja gigi dan gusi sudah bersih, tetapi bau mulut tetap muncul karena lidah tidak dibersihkan.

Membersihkan lidah dapat dilakukan dengan alat khusus atau menggunakan sikat gigi dengan sedikit pasta gigi. Gosok lidah secara perlahan dari belakang ke depan beberapa kali. Selain menjaga kesegaran napas, cara ini juga membantu meningkatkan sensitivitas indra perasa.

Setelahnya, kamu bisa berkumur menggunakan obat kumur bebas alkohol. Pilih produk yang tidak digunakan bersamaan dengan pasta gigi berfluoride agar manfaatnya tetap optimal.

Gunakan Sikat dan Pasta Gigi yang Sesuai

5 Manfaat Sehat Jika Rajin Sikat Gigi Sebelum Sarapan

Foto: Ilustrasi iStock

Setiap orang memiliki kebutuhan perawatan gigi yang berbeda. Produk yang tidak sesuai tentu tidak akan memberikan hasil maksimal.

Anak-anak membutuhkan sikat gigi berukuran kecil dengan bulu lembut. Karena gigi mereka masih dalam masa pertumbuhan, pasta gigi yang digunakan sebaiknya mengandung fluoride rendah.

Orang dewasa umumnya lebih nyaman menggunakan sikat gigi dengan gagang yang lebih besar dan mudah digenggam, serta dapat menambahkan produk lain seperti obat kumur dengan kadar alkohol minimal.

Bagi pemilik gigi sensitif, gunakan pasta gigi khusus yang diformulasikan untuk meminimalkan iritasi sekaligus tetap melindungi enamel gigi.

Jangan Lewatkan Jadwal ke Dokter Gigi

Ilustrasi Dokter Gigi

Foto: Getty Images/iStockphoto/Tigercat_LPG

Jika sudah waktunya memeriksakan gigi, baik karena gigi berlubang, nyeri, gusi berdarah, maupun bau mulut yang tidak kunjung hilang, segeralah berkonsultasi ke dokter gigi. Masalah yang terlihat sepele bisa jadi membutuhkan penanganan profesional.

Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali tidak hanya membantu mendeteksi masalah sejak dini, tetapi juga memberikan rekomendasi produk perawatan gigi yang sesuai dengan kondisi mulutmu.

Dengan perawatan yang tepat, puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa khawatir bau mulut mengganggu kepercayaan diri.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads