Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jangan Diabaikan! 6 Tanda Kamu Dehidrasi padahal Tak Haus

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 29 Jan 2026 09:11 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ilustrasi dehidrasi
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Dehidrasi tidak hanya ditandai dengan rasa haus atau tenggorokan kering, tapi ada tanda-tanda lain yang mungkin tidak kamu sadari.

Umumnya, dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak dibandingkan yang masuk, sehingga kebutuhan untuk menjalankan fungsi normal tidak terpenuhi. Jika dibiarkan, dehidrasi bisa berdampak buruk pada berbagai sistem tubuh.

Rasa haus memang menjadi sinyal paling umum saat tubuh kekurangan cairan. Namun, ada sejumlah tanda lain yang lebih samar, termasuk perubahan fisik hingga mental, yang sering kali luput dari perhatian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Bau Mulut Tidak Sedap

Salah satu tanda dehidrasi yang jarang disadari adalah bau mulut. Hal ini berkaitan dengan produksi air liur. Air liur memiliki sifat antibakteri, tetapi untuk memproduksinya, tubuh membutuhkan air yang cukup.

"Ketika tubuh mengalami dehidrasi, produksi air liur menurun karena cairan dialihkan ke fungsi tubuh yang lebih penting," jelas Shyamala Vishnumohan, PhD, ahli gizi bersertifikat dan direktur bidang makanan dan nutrisi di One to One Consulting, Australia, seperti dikutip dari Real Simple.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, bakteri penyebab bau mulut lebih mudah berkembang

2. Merasa Lapar Padahal Baru Makan

Rasa lapar bisa berarti tubuh memang membutuhkan makanan. Namun, dalam beberapa kasus, keinginan makan-terutama makanan asin-sebenarnya merupakan sinyal bahwa tubuh sedang haus.

"Sering kali orang mengira dirinya lapar, padahal sebenarnya sedang haus," kata Dr. Tamika Henry, MD.

Saat rasa lapar muncul di waktu yang tidak biasa, cobalah minum segelas air dan tunggu sekitar 15 menit untuk melihat apakah keluhan tersebut mereda.

3. Sakit Kepala

Sakit kepala juga bisa menjadi tanda tubuh dehidrasi Meski mekanismenya belum sepenuhnya pasti, para ahli menduga dehidrasi memengaruhi cairan di sekitar otak.

"Salah satu teorinya adalah perubahan tekanan pada selaput pelindung otak yang memicu reseptor nyeri," jelas Dr. Tamika.

Kondisi ini bisa memicu sakit kepala, terutama jika asupan cairan kurang dalam waktu lama.

4. Sulit Fokus dan Konsentrasi

Jika kamu merasa sulit berkonsentrasi atau cepat lelah secara mental, cobalah mengecek asupan cairanmu. Bahkan dehidrasi ringan dapat memengaruhi fungsi kognitif.

"Dehidrasi bisa menurunkan kemampuan fokus serta memengaruhi koordinasi motorik dan visual," ujar Dr. Tamika.

Dia menyarankan untuk membuat pengingat minum air secara berkala, terutama saat beraktivitas padat.

5. Sembelit

Kurangnya cairan juga bisa memperlambat sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit. Air berperan penting dalam membantu proses pencernaan dan melancarkan buang air besar.

Jika asupan cairan tidak cukup, tubuh akan menyerap lebih banyak air dari usus, sehingga feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.

6. Kulit Terasa Kurang Elastis

Kulit kering belum tentu menandakan dehidrasi, tetapi elastisitas kulit bisa menjadi salah satu tanda. Kamu bisa melakukan tes sederhana dengan mencubit kulit di punggung tangan atau lengan.

Jika kulit langsung kembali ke bentuk semula, kemungkinan tubuh cukup terhidrasi. Namun apabila kulit lambat kembali, bisa menjadi tanda tubuh dehidrasi.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads