Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Langkah Emas Raih Kemenangan

Punya GERD? Ini Manfaat Puasa dan Tips Agar Lambung Tetap Aman

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 19 Feb 2026 19:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tips buka puasa sehat
Foto: iStock
Jakarta -

Selama bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan menjalani ibadah puasa dengan menahan makan dan minum dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Bagi sebagian orang dengan GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit asam lambung, mungkin ada kekhawatiran perubahan pola makan ini akan memicu kekambuhan gejala.

Hal ini bisa saja terjadi karena pola makan berubah drastis, seperti makan dalam porsi besar saat sahur dan berbuka, atau mengonsumsi makanan pedas serta asam yang dapat memicu naiknya asam lambung.

Selain itu, saat berpuasa produksi air liur cenderung menurun. Padahal, air liur membantu menetralkan asam di lambung. Kombinasi faktor-faktor ini bisa membuat gejala seperti perih di dada, mual, atau rasa terbakar di ulu hati semakin terasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, tidak semua penderita GERD mengalami masalah saat puasa. Pada sebagian orang, puasa justru membantu meredakan gejala.

"Puasa dapat membantu mengatur hormon stres seperti kortisol, yang jika berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu, peningkatan hormon endorfin dan serotonin juga mendukung keseimbangan sistem pencernaan," jelas Dr. Kurnia Alisaputri, SpPD, dosen Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Ilmu Kesehatan Universitas Airlangga, seperti dilansir situs unair.ac.id.

ADVERTISEMENT

dr. Rusiawati, Sp.PD, pun sependapat. Puasa sebenarnya bermanfaat bagi penderita GERD, asalkan, diikuti pola makan yang sehat.

"Berpuasa itu baik sebenarnya buat pasien GERD. Karena pada saat puasa, kita makannya teratur. Makan disaat sahur dan berbuka itu sudah ada jamnya, nah itu sebenarnya baik buat kondisi lambung," papar dr. Rusiawati, Sp.PD.

"Pada saat kita berpuasa, maka lambung punya kesempatan beristirahat dan memulihkan atau menyembuhkan dirinya (lambung). Berpuasa Bagus Untuk Pasien GERD," jelasnya, dikutip dari detikHealth.

Cara Mencegah Gangguan Pencernaan Saat Puasa

Selama Ramadan, keluhan yang muncul umumnya bukan hanya asam lambung naik, tetapi juga sembelit, perut kembung, dan rasa tidak nyaman pada saluran cerna. Menurut Dr. Anil Kumar Jangid, Senior Consultant Gastroenterology di CK Birla Hospital, Jaipur, penting untuk membatasi makanan dan minuman yang dapat memperburuk kondisi lambung.

"Makan berlebihan, terutama gorengan, makanan pedas, dan makanan tinggi gula saat berbuka, dapat memperparah gejala. Kurangnya asupan air dan serat juga bisa memicu sembelit dan kembung," ujarnya, seperti dikutip dari Money Control.

Ia menyarankan untuk menghindari makan gorengan berlebihan, konsumsi makanan sangat pedas, kafein dalam jumlah tinggi dan hidangan yang terlalu asam.

Selain itu, kesalahan paling umum yang bisa membuat GERD makin parah adalah langsung menyantap makanan dalam porsi besar saat berbuka puasa. Padahal, lambung membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah kosong seharian.

"Untuk menjaga kesehatan pencernaan, berbukalah dengan kurma dan air hangat, lalu lanjutkan dengan makanan ringan dan seimbang," saran Dr. Anil.

Cara ini membantu lambung mulai memproduksi cairan pencernaan secara bertahap sehingga risiko lonjakan asam lambung bisa diminimalkan.

Sementara itu, agar tetap kenyang dan energi stabil sepanjang hari, pilih makanan yang dicerna lebih lambat saat sahur.

"Pilih telur, roti multigrain, oat, kacang-kacangan, dan yogurt saat sahur," ujar Dr. Anil.

Makanan kaya serat seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan juga membantu menjaga kesehatan saluran cerna serta membuat kenyang lebih lama. Selain itu, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi antara berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk kondisi lambung.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads