Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mitos atau Fakta: Telur Bisa Memicu Jerawat?

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 09 Feb 2026 08:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Egg Cheese Toast
Foto: Recipes Diary
Jakarta -

Kamu merasa setelah makan telur jerawat semakin meradang atau muncul satu bintik baru? Apakah telur bisa menyebabkan jerawat? Bahas di sini yuk.

Telur menjadi salah satu makanan yang sering diperdebatkan karena dianggap bisa menyebabkan jerawat. Di satu sisi, telur dikenal sebagai sumber protein bergizi tinggi yang kaya vitamin dan mineral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, tidak sedikit orang mengeluhkan munculnya jerawat setelah mengonsumsi telur secara rutin. Apakah telur bisa menyebabkan jerawat?

Dalam dunia dermatologi, hubungan antara telur dan jerawat masih menjadi topik yang diperdebatkan hingga kini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa telur tidak memicu jerawat pada kebanyakan orang. Pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, telur memang bisa berkontribusi terhadap munculnya atau memperburuk jerawat.

ADVERTISEMENT

Jadi, telur bisa menyebabkan jerawat karena adanya sensitivitas atau reaksi imun pada orang tertentu, bukan karena telur itu sendiri bersifat 'buruk' bagi kulit.

Kata Penelitian tentang Telur dan Jerawat

Hingga saat ini, telur tidak termasuk makanan yang paling sering diteliti sebagai pemicu jerawat. Berbeda dengan produk susu dan makanan tinggi gula, bukti ilmiah yang secara langsung mengaitkan telur dan jerawat masih terbatas.

Pedoman penanganan jerawat dari American Academy of Dermatology (AAD) tahun 2024 bahkan menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk merekomendasikan perubahan pola makan tertentu, termasuk anjuran menghindari telur.

Hal serupa juga terlihat dalam tinjauan sistematis tahun 2022 yang membahas hubungan pola makan dan jerawat. Penelitian tersebut lebih banyak menyoroti produk susu dan makanan dengan indeks glikemik tinggi sebagai faktor yang berhubungan kuat dengan jerawat.

Telur tidak disebut sebagai faktor diet utama yang berkontribusi terhadap masalah kulit ini. Namun gambaran menjadi sedikit berbeda ketika penelitian menyoroti kelompok tertentu.

Sebuah studi tahun 2023 terhadap 57 pasien dengan jerawat sedang menemukan bahwa telur ayam utuh merupakan salah satu alergen makanan yang paling sering terdeteksi. Menariknya, sekitar 72% pasien yang menghindari makanan pemicu alergi, termasuk telur, mengalami perbaikan kondisi jerawat.

Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa telur bisa memicu jerawat, tapi hanya pada orang yang memiliki sensitivitas atau alergi terhadapnya.

Bagaimana Telur Bisa Memicu Jerawat pada Sebagian Orang?

Jerawat di Dagu

Foto: Getty Images/triocean

Pada kamu yang sensitif terhadap telur, masalahnya bukan terletak pada kandungan telur itu sendiri, melainkan cara sistem imun merespon protein di dalamnya. Saat tubuh menganggap protein telur sebagai 'ancaman', reaksi peradangan dapat terjadi.

Peradangan itulah yang kemudian dapat memperburuk jerawat atau memicu munculnya jerawat baru di kulit. Peradangan akibat sensitivitas makanan tidak hanya terjadi di saluran cerna, tapi juga bisa berdampak sistemik, termasuk pada kulit.

Dalam kondisi kulit yang sudah rentan berjerawat, peradangan tambahan ini bisa memperparah sumbatan pori dan respon inflamasi di folikel rambut. Selain itu, telur mengandung biotin, salah satu vitamin B yang berperan penting dalam kesehatan kulit.

Dua butir telur mengandung sekitar 20 mikrogram biotin, hampir dua pertiga dari kebutuhan harian. Biotin dari makanan umumnya aman dan tidak diketahui menyebabkan jerawat.

Ada pula anggapan bahwa telur mengandung hormon yang bisa memengaruhi jerawat. Namun kandungan hormon dalam telur tergolong sangat kecil.

Berbeda dengan produk susu karena mengandung hormon tertentu yang dapat memengaruhi produksi minyak di kulit. Telur tidak menunjukkan efek hormonal signifikan pada konsumsi sehari-hari.

American Academy of Dermatology menyarankan masyarakat untuk lebih memperhatikan pola pribadi masing-masing. Jika kamu merasa jerawatn selalu muncul setelah mengonsumsi telur, ada kemungkinan terdapat sensitivitas yang harus dievaluasi.

Faktanya, banyak orang mengonsumsi telur setiap hari tanpa mengalami masalah kulit apa pun. Pendekatan yang bersifat personal ini dinilai lebih masuk akal dibandingkan menyamaratakan telur sebagai penyebab jerawat bagi semua orang.

Cara Mengetahui Telur Jadi Penyebab Jerawat atau Tidak

Konsumsi Telur Bantu Cegah Berat Badan Naik Lagi

Foto: Getty Images/iStockphoto

Jika kamu mencurigai telur sebagai pemicu jerawat, salah satu cara paling sederhana adalah mencoba diet eliminasi. Caranya, hilangkan seluruh sumber telur dari menu harian selama 2 hingga 4 minggu, termasuk telur yang tersembunyi dalam makanan olahan atau kue.

Selama periode tersebut, pertahankan rutinitas perawatan kulit yang sama agar hasilnya lebih objektif. Catat perubahan yang terjadi pada kulit dan bila perlu,ambil foto setiap minggu untuk memantau perkembangan.

Setelah masa eliminasi selesai, telur bisa dikonsumsi kembali dan perhatikan kondisi kulit selama 10 sampai 14 hari berikutnya. Jika jerawat kembali memburuk, besar kemungkinan telur merupakan pemicu personal bagimu.

Untuk hasil yang lebih akurat, berkonsultasi dengan dokter kulit atau ahli alergi juga disarankan. Tes alergi dapat membantu mengidentifikasi sensitivitas makanan tertentu yang mungkin berkontribusi terhadap jerawat, terutama jika kamu mencurigai lebih dari satu jenis makanan sebagai pemicu.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads