Mitos atau Fakta: Telur Bisa Memicu Jerawat?
Kamu merasa setelah makan telur jerawat semakin meradang atau muncul satu bintik baru? Apakah telur bisa menyebabkan jerawat? Bahas di sini yuk.
Telur menjadi salah satu makanan yang sering diperdebatkan karena dianggap bisa menyebabkan jerawat. Di satu sisi, telur dikenal sebagai sumber protein bergizi tinggi yang kaya vitamin dan mineral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, tidak sedikit orang mengeluhkan munculnya jerawat setelah mengonsumsi telur secara rutin. Apakah telur bisa menyebabkan jerawat?
Dalam dunia dermatologi, hubungan antara telur dan jerawat masih menjadi topik yang diperdebatkan hingga kini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa telur tidak memicu jerawat pada kebanyakan orang. Pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, telur memang bisa berkontribusi terhadap munculnya atau memperburuk jerawat.
Jadi, telur bisa menyebabkan jerawat karena adanya sensitivitas atau reaksi imun pada orang tertentu, bukan karena telur itu sendiri bersifat 'buruk' bagi kulit.
Kata Penelitian tentang Telur dan Jerawat
Hingga saat ini, telur tidak termasuk makanan yang paling sering diteliti sebagai pemicu jerawat. Berbeda dengan produk susu dan makanan tinggi gula, bukti ilmiah yang secara langsung mengaitkan telur dan jerawat masih terbatas.
Pedoman penanganan jerawat dari American Academy of Dermatology (AAD) tahun 2024 bahkan menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk merekomendasikan perubahan pola makan tertentu, termasuk anjuran menghindari telur.
Hal serupa juga terlihat dalam tinjauan sistematis tahun 2022 yang membahas hubungan pola makan dan jerawat. Penelitian tersebut lebih banyak menyoroti produk susu dan makanan dengan indeks glikemik tinggi sebagai faktor yang berhubungan kuat dengan jerawat.
Telur tidak disebut sebagai faktor diet utama yang berkontribusi terhadap masalah kulit ini. Namun gambaran menjadi sedikit berbeda ketika penelitian menyoroti kelompok tertentu.
Sebuah studi tahun 2023 terhadap 57 pasien dengan jerawat sedang menemukan bahwa telur ayam utuh merupakan salah satu alergen makanan yang paling sering terdeteksi. Menariknya, sekitar 72% pasien yang menghindari makanan pemicu alergi, termasuk telur, mengalami perbaikan kondisi jerawat.
Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa telur bisa memicu jerawat, tapi hanya pada orang yang memiliki sensitivitas atau alergi terhadapnya.
Bagaimana Telur Bisa Memicu Jerawat pada Sebagian Orang?
Foto: Getty Images/triocean
Peradangan itulah yang kemudian dapat memperburuk jerawat atau memicu munculnya jerawat baru di kulit. Peradangan akibat sensitivitas makanan tidak hanya terjadi di saluran cerna, tapi juga bisa berdampak sistemik, termasuk pada kulit.
Dalam kondisi kulit yang sudah rentan berjerawat, peradangan tambahan ini bisa memperparah sumbatan pori dan respon inflamasi di folikel rambut. Selain itu, telur mengandung biotin, salah satu vitamin B yang berperan penting dalam kesehatan kulit.
Dua butir telur mengandung sekitar 20 mikrogram biotin, hampir dua pertiga dari kebutuhan harian. Biotin dari makanan umumnya aman dan tidak diketahui menyebabkan jerawat.
Ada pula anggapan bahwa telur mengandung hormon yang bisa memengaruhi jerawat. Namun kandungan hormon dalam telur tergolong sangat kecil.
Berbeda dengan produk susu karena mengandung hormon tertentu yang dapat memengaruhi produksi minyak di kulit. Telur tidak menunjukkan efek hormonal signifikan pada konsumsi sehari-hari.
American Academy of Dermatology menyarankan masyarakat untuk lebih memperhatikan pola pribadi masing-masing. Jika kamu merasa jerawatn selalu muncul setelah mengonsumsi telur, ada kemungkinan terdapat sensitivitas yang harus dievaluasi.
Faktanya, banyak orang mengonsumsi telur setiap hari tanpa mengalami masalah kulit apa pun. Pendekatan yang bersifat personal ini dinilai lebih masuk akal dibandingkan menyamaratakan telur sebagai penyebab jerawat bagi semua orang.
Cara Mengetahui Telur Jadi Penyebab Jerawat atau Tidak
Foto: Getty Images/iStockphoto
Selama periode tersebut, pertahankan rutinitas perawatan kulit yang sama agar hasilnya lebih objektif. Catat perubahan yang terjadi pada kulit dan bila perlu,ambil foto setiap minggu untuk memantau perkembangan.
Setelah masa eliminasi selesai, telur bisa dikonsumsi kembali dan perhatikan kondisi kulit selama 10 sampai 14 hari berikutnya. Jika jerawat kembali memburuk, besar kemungkinan telur merupakan pemicu personal bagimu.
Untuk hasil yang lebih akurat, berkonsultasi dengan dokter kulit atau ahli alergi juga disarankan. Tes alergi dapat membantu mengidentifikasi sensitivitas makanan tertentu yang mungkin berkontribusi terhadap jerawat, terutama jika kamu mencurigai lebih dari satu jenis makanan sebagai pemicu.
Kesehatan
Pantau Suhu Tubuh Saat Campak Merebak! 2 Termometer Ini Bikin Cek Demam Lebih Praktis di Rumah
Olahraga
Jangan Ngaku Runner Kalau Belum Punya 3 Perlengkapan Ini
Kesehatan
Kolesterol Tinggi Diam-Diam Mengancam? Ini 2 Suplemen Andalan untuk Jantung Lebih Aman
Elektronik & Gadget
Jangan Sampai Momen Saat Mudik Terlewat, Tripod Ini Jadi Peralatan Wajib untuk Mengabadikan Kebersamaan Keluarga!
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Tips Kulit Tetap Glowing Saat Puasa agar Cantik di Hari Lebaran
Kulit Breakout Saat Puasa? Bisa Jadi Gara-gara Makanan Ini
Puasa dan Detox Kulit, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan & Tips Dari Dokter
10 Buah Paling Sehat Menurut Ahli Gizi, Wajib Dicoba
Potret Aaliyah Massaid-Kesya Levronka di Ultah Mahalini, Kompak Pakai Daster
Potret Kemesraan Vidi Aldiano dan Sheila Dara yang Kini Tinggal Kenangan
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Pacar Baru Emma Watson Berstatus Miliarder, Dapat dari Mana Kekayaannya?














































